October 16, 2020

Sederhanakan Data Lifecycle, Cloudera Perkenalkan Analytic Experiences untuk CDP

Penulis: Rizki Romdoni
Sederhanakan Data Lifecycle, Cloudera Perkenalkan Analytic Experiences untuk CDP  

Mobitekno – Cloudera, (NYSE: CLDR), mengumumkan kehadiran layanan data cloud terbaru dan yang akan datang pada Cloudera Data Platform (CDP), yaitu CDP Data Engineering, CDP Operational Database, dan CDP Data Visualization. Ketiganya merupakan pengalaman analitik (analytic experiences) yang khusus dirancang bagi spesialis data.

Berbeda dengan layanan seperti ini pada umumnya yang membutuhkan add-ons untuk kemampuan-kemampuan penting seperti otomatisasi workflow, prioritas pekerjaan, dan penyetelan kinerja, layanan data cloud dari Cloudera sudah memasukkan seluruh kemampuan tersebut untuk membantu para data engineer, analis data, dan data scientist untuk bekerja lebih cerdas dan lebih cepat.

Layanan data cloud kelas enterprise CDP memang dirancang khusus untuk memungkinkan para spesialis data agar semakin percaya diri dalam mengarungi tantangan dalam mengelola data yang tumbuh secara eksponensial dan menjalankan analisis terhadap data yang tersebar di berbagai public dan private cloud.

Setiap bisnis sedang menghadapi arus badai perubahan yang radikal, dipicu oleh dampak pandemi global. Segala sesuatu, mulai dari rapat tatap muka, berbelanja di toko grosir, telah berpindah ke jagad digital dengan sangat cepat.

Hasilnya, organisasi atau perusahaan menghasilkan lebih banyak data daripada sebelumnya di setiap titik dalam bisnis mereka. Ada lebih banyak transaksi digital yang harus dilacak dan dipantau. Setiap interaksi antara para pekerja, pelanggan, dan mitra berlangsung secara virtual.

Dengan begitu banyak data yang membanjiri setiap perusahaan, Cloudera justru yakin bahwa kondisi ini memberikan peluang untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik dan lebih cepat. Cloudera Data Platform dapat memanfaatkan jumlah dan jenis data yang hampir tidak terbatas, dari titik mana pun dalam life cycle data, untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik.

Dengan integrasi data lifecycle data engineerdata analysts, dan data scientist dapat bekerja pada data yang sama secara aman dan efisien, tidak peduli di mana data tersebut berada atau di mana proses analitiknya dilakukan.

CDP tidak semata-mata membantu meningkatkan produktivitas spesialis data tapi juga membantu tim data bekerja sama dengan lebih baik lagi, berkat arsitektur data hybrid yang unik. Arsitektur ini mengintegrasikan pengalaman analitik di seluruh data lifecycle di seluruh public dan private cloud.

Pengelolaan dan pengamanan kumpulan data secara efektif, enrichment, analisis, eksperimentasi dan visualisasi analitik, sangat penting untuk mengarungi badai data.

Hasilnya adalah para ‘pahlawan data’ bisa berkolaborasi dengan lebih baik dan lebih cepat dalam menyajikan use case berbasis data (data-driven use cases), seperti maintenance dan pemahaman komprehensif mengenai pelanggan yang bersifat prediktif. Hal ini yang dibutuhkan oleh bisnis untuk bersaing dan melayani customer dengan lebih baik lagi.

Arun Murthy, Chief Product Officer, Cloudera, mengatakan, “Customer kami memahami pentingnya data lifecycle untuk pengambilan keputusan berdasarkan data di seluruh lini bisnis mereka, yang secara tradisional akan mengintegrasikan kluster data untuk NiFi, Kafka, Spark, Impala, Hive, HBase, dan sebagainya,”

Murthy menambahkan, hal-hal seperti ini masih dilakukan oleh para pakar data – baik arsitek dan developer – yang dapat menggunakan layanan klaster data lifecycle kami, yakni CDP Data Hub.

Kini dengan pengalaman analitik pada CDP, pakar data seperti teknisi, analis, dan data scientist akan mendapatkan apa yang mereka butuhkan untuk bekerja lebih baik, tanpa harus memahami atau mengelola kluster, dengan keamanan dan tata kelola terintegrasi di seluruh data lifecycle untuk memudahkan TI. Ini adalah data cloud kelas enterprise yang cocok bagi semua kalangan.

Tags: , , , ,


COMMENTS