April 14, 2020

Pergeseran Masif dari Angkutan Umum ke Kendaraan Listrik Pribadi Dimulai dari Cina

Penulis: Rizki Romdoni
Pergeseran Masif dari Angkutan Umum ke Kendaraan Listrik Pribadi Dimulai dari Cina  

MobiteknoLockdown di negara Cina bukan satu-satunya alasan untuk tidak membeli mobil. Minat untuk memiliki kendaraan pribadi di Cina mulai merangkak naik seiring kekhawatiran tentang keselamatan angkutan umum. Situasi ini disebut-sebut bisa membawa keuntungan bagi pembuat mobil elektris (EV).

Seperti dirangkum Mobitekno dari lama Electrek, Ipsos, sebuah perusahaan riset pemasaran, mensurvei pembeli mobil pertama kali pada bulan Maret. Survei itu mengungkap bahwa 41% dari pembeli baru itu memiliki preferensi untuk membeli mobil elektris. Tercatat, sekitar setengah dari responden menginginkan AC dengan filter kuman dan interior dengan bahan antibakteri.

Selama puncak krisis pandemi, penjualan mobil di Negeri Tirai Bambu turun sejauh 96%. Pada bulan Maret, mereka masih rendah tetapi dapat pulih hingga 40% di bawah dari tahun sebelumnya. Asosiasi Mobil Penumpang Cina percaya penjualan di pasar kendaraan secara keseluruhan akan pulih ke level tahun lalu, pada akhir April.

Asosiasi melaporkan ada sekitar 47.000 penjualan mobil listrik pada bulan Maret.

‘Gelombang Baru’ Mobil Listrik Buatan Cina

Sementara itu, pada bulan Juni mendatang Tesla berencana akan menawarkan sebuah Model 3, buatan dalam negeri dengan kisaran yang lebih panjang dan harga sedikit naik. Mobil ini terdaftar dengan kisaran 668 kilometer (415 mil), yang didasarkan pada siklus NEDC yang melimpah.

Tesla

“Dengan produksi versi jarak jauh dan kinerja lokal yang lebih lama, Tesla telah menyelesaikan produksi lokal dari semua varian Model 3 di Cina. Tesla akan mendorong lebih dalam ke pasar Cina dengan beragam produk dan layanan yang lebih besar,” kata Tesla.

Pemerintah Cina menggunakan berbagai taktik untuk memacu penjualan. Subsidi kendaraan elektris diperpanjang, dengan meningkatnya penggunaan voucher dan kupon. Di beberapa daerah, pembatasan plat nomor genap dilonggarkan. Pabrikan otomotif juga tak kalah kreatif, yakni menggunakan taktik untuk memulai kembali penjualan pasca-lockdown. Mereka menawarkan test drive tanpa kunci kontak.

Usaha patungan GM dengan pembuat mobil Cina, yang baru saja meluncurkan kendaraan listrik Baojun, meluncurkan kebijakan pengembalian tanpa pertanyaan dalam 30 hari. Tesla juga menyediakan pengisian daya gratis di Cina.

Pada akhirnya, dampak pandemi memang tidak dapat diprediksi. Peralihan masyarakat Cina dari angkutan umum ke kendaraan pribadi juga sudah berlangsung. Kini, nampak semua proses peralihan itu dipercepat. Jika penjualan mobil global melambung, peralihan ke kendaraan listrik bisa lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun.

Tags: , , , ,


COMMENTS