April 14, 2020

Kontribusi ‘Kelas Pintar’ Di Tengah Sergapan Corona

Penulis: Rizki Romdoni
Kontribusi ‘Kelas Pintar’ Di Tengah Sergapan Corona  

Mobitekno – Dampak penyebaran COVID-19 yang semakin meluas di Indonesia merembet ke dunia pendidikan, yakni keputusan Kemendikbud untuk membatalkan Ujian Nasional tahun 2020. Seperti dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim beberapa waktu lalu bahwasannya setelah dilakukan pertimbangkan dan diskusikan dengan Presiden serta instansi-instansi lainnya di kementerian maupun diluar, diputuskan untuk membatalkan Ujian Nasional di tahun 2020.

Menurutnya, melaksanakan UN dengan mengumpulkan siswa di tempat-tempat pengujian memiliki resiko yang sangat besar untuk kesehatan, tidak hanya bagi siswa tapi juga keluarga mereka. Inilah alasan utama pemerintah membatalkan UN 2020.

Lebih lanjut, Nadiem menyampaikan bahwa ujian sekolah masih bisa dilakukan oleh masing-masing sekolah, tapi tidak diperkenankan untuk melakukan ujian dengan mengumpulkan siswa dalam ruangan kelas.

“Jadi ujian sekolah bisa diadministrasi dengan beberapa opsi, bisa melalui ujian online atau dengan angka dari nilai 5 semester terakhir,” jelas Nadiem.

Menanggapi hal tersebut, Fernando Uffie, Founder Kelas Pintar, menyatakan bahwa keputusan pemerintah membatalkan UN adalah langkah yang tepat. Ini penting untuk meminimalisir dampak penyebaran COVID-19, khususnya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan siswa, guru, orang tua dan pihak terkait lainnya.

“Kami percaya bahwa melawan Corona bukan hanya tugas pemerintah, tapi kita semua. Untuk itu, kami di Kelas Pintar siap berkontribusi dengan memberikan kemudahan bagi para siswa, guru, dan sekolah dalam melakukan aktifitas belajar mengajar di tengah pandemi Corona,” ujar Uffie.

Sesi diskusi seminar (ki-ka): Gogot Suharwoto, Ph.D, Kepala Pustekkom — Prof. Dr. Waras Kamdi, M.Pd. , BSNP — Drs. Sobirin HS – Ketua YPI Al Azhar Indonesia — Fernando Uffie, S.T., M.B.A.

Bila guru atau sekolah berminat membuat soal sendiri, Kelas Pintar menyediakan fitur TUGAS, dimana guru dapat membuat soal ujian sesuai dengan kelas, mata pelajaran, bab, bobot atau nilai soal, jumlah soal, durasi dan petunjuk pengerjaan. Bahkan soal ujian dapat dibuat dalam bentuk soal pilihan ganda atau soal essay. Setelah soal ujian selesai dibuat dapat disimpan atau langsung dikirim ke masing-masing siswa, sesuai dengan kelas dan mata pelajarannya.

Untuk bisa memanfaatkan solusi yang ditawarkan oleh Kelas Pintar tersebut, pihak sekolah dapat langsung menghubungi Kelas Pintar melalui email di info@kelaspintar.id atau melalui live chat di laman Kelas Pintar

“Kami berharap, solusi yang kami berikan ini bisa membantu pihak Sekolah dalam menentukan kelulusan serta kenaikan kelas dari siswa-siswinya dan hak siswa di seluruh Indonesia untuk bisa belajar dan mendapatkan pendidikan, tetap dapat dilakukan, walaupun dengan cara yang berbeda yakni secara online,” ujar Uffie.

Sebagai informasi, sebelumnya KELAS PINTAR juga sudah menggratiskan solusinya untuk digunakan oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia. Akses gratis tersebut masih bisa dinikmati hingga tanggal 16 April mendatang dengan cara mengunjungi laman ini atau dengan men-download aplikasi Kelas Pintar yang ada di Google Play Store dan Apple Apps Store. Untuk mendapatkan akses gratis tersebut, siswa ataupun guru hanya perlu memilih paket Kelas Pintar Regular 1 bulan lalu gunakan kode kupon : KELASPINTAR.

Solusi belajar Kelas Pintar yang dapat diakses secara cuma-cuma ini mencakup semua mata pelajaran dari kelas 1 SD sampai dengan SMA kelas 12, untuk semua penjurusan. Semua materi pelajaran yang ada di Kelas Pintar juga telah disesuaikan dengan kurikulum terbaru (2013 revisi) dan hadir dalam beragam metode penyampaian, baik melalui text, audio, maupun video.

Selayaknya proses belajar mengajar di dalam kelas, guru juga dapat dengan mudah memberikan tugas ke masing-masing siswa sesuai dengan kelas dan mata pelajaran, baik dalam bentuk file document atau gambar. Menariknya, guru dapat langsung melihat status tugas yang dikirim tersebut, apakah sudah dikerjakan oleh murid atau belum.

Guru juga dapat mengirim Test yang dibuat atau disusun sendiri sesuai dengan kelas, mata pelajaran, bab, durasi pengerjaan, bobot (nilai soal) dan jadwal test. Jadi siswa dapat mengerjakan test sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan guru, dapat mereview jawaban atau melewati soal yang belum bisa dikerjakan untuk dikerjakan kemudian. Terakhir, siswa juga dapat melihat laporan hasil test tersebut secara online.

Tags: , , ,


COMMENTS