Review Vivo V7+: Layar 5,99 inci yang Kekinian dan Kamera Narsis 24 MP Jadi Senjata Jualan

Tanggal : Selasa, 21 November 2017 - 15:30 WIB
Penulis : Eko Lannueardy


Review Vivo V7+: Layar 5,99 inci yang Kekinian dan Kamera Narsis 24 MP Jadi Senjata Jualan

MOBITEKNO - Vivo akhir September 2017 lalu menggebrak pasar smartphone Indonesia dengan menghadirkan Vivo V7+. Tak main-main, untuk memperkenalkan smartphone ini Vivo menggelar acara peluncuran yang terbilang spektakuler. Bagaimana tidak, V7+ diperkenalkan lewat siaran langsung di sembilan TV nasional dan kanal online.

V7+ hadir dengan membawa keunggulan pada kamera depan yang disematkan. Ya! Smartphone ini telah dibekali dengan selfie camera 24 MP yang sekaligus menunjukkan bahwa Vivo sangat serius untuk menggarap pasar smartphone selfie yang saat ini sedang naik daun di mata konsumen Indonesia.

Lantas, apakah hanya itu nilai jual Vivo V7+? Sepertinya tidak! Mobitekno.com pun berkesempatan untuk menggali fitur yang ada di dalam smartphone ini. Selama lebih dari dua minggu, kami menggunakannya untuk banyak hal, mulai dari memotret berbagai momen dengan kamera depan dan belakang, bermain game, hingga berselancar di dunia maya.

Hasilnya bisa Anda temukan dalam ulasan di bawah ini. Selamat membaca review kami!

Kelengkapan

 

Meskipun mengandalkan keunggulan kamera depan 24 MP, Vivo V7+ hadir ditujukan untuk pengguna smartphone kelas menengah. Oleh karena itu, Vivo mengemas boks atau paket penjualannya juga tak berbeda dengan smartphone Vivo V Series lainnya, seperti V5s misalnya.

Didominasi warna putih, boks atau paket penjualan Vivo V7+ terbilang sangat jelas. Label "24MP Clearer Selfie V7+ Perfect Camera" juga terpampang dalam boks tersebut. Informasi singkat mengenai spesifikasi V7+ dapat konsumen lihat pada bagian belakang boks.

Berikut paket penjualan Vivo V7+:

1. Unit Vivo V7+
2. Lembar manual pemakaian
3. Lembar informasi dan garansi
4. Charger + Kabel
5. Eraphone
6. Softcase
7. SIM Card ejector
8. Kartu Perdana Telkomsel

Desain

 

Berbicara soal desain yang dimiliki oleh Vivo V7+, sepertinya Vivo benar-benar serius untuk mengahdirkan smartphone kekinian. Bagaimana tidak, smartphone ini membawa embel-embel FullView dengan bentang layar berukuran 5,99 inci dan memiliki aspek rasio 18:9.

Vivo juga mengemas layar V7+ dengan hampir tanpa bingkai alias bezel-less. Oleh karena itu, berbeda dengan smartphone Vivo V Series sebelumnya, Vivo tak lagi menempatkan sensor fingerprint di bagian depan. Fitur keamanan biometrik tersebut digeser ke bagian belakang perangkat.

Masih nyaman untuk digenggam dengan satu tangan, Vivo V7+ memiliki dimensi 155.9 x 75.8 x 7.7 mm. Sedangkan bobotnya juga terbilang ringan, yakni hanya 160 gram. Tak ketinggalan, Vivo masih merancang smartphone ini dengan sudut membulat sehingga tak berbeda dengan kebanyakan smartphone lainnya.

 

Sentuhan garis berwarna silver yang melintang pada bagian belakang smartphone, baik di atas maupun dibawah juga menambah kesan cantik Vivo V7+. Material logam yang membalut bodi smartphone ini semakin menjadikan Vivo V7+ terlihat lebih kokoh dan elegan.

Sayangnya, bodi belakang smartphone ini terasa licin dan tak nyaman jika digenggam dengan tangan yang berkeringat. Namun tak perlu khawatir, pengguna Vivo V7+ masih bisa memanfaatkan softcase yang tersedia dalam paket penjualannya. Softcase ini juga berfungsi untuk melindungi keseluruhan bodi smartphone.

Pada bagian depan, Vivo telah menyematkan kamera depan yang memiliki sensor sebesar 24 MP dengan bukaan lensa f/2.0. Sekali lagi, inilah yang menjadi amunisi Vivo untuk percaya diri memasarkan V7+ di Indonesia. 24 MP selfie camera yang terpasang juga sudah dilengkapi dengan LED flashlight alias Softlight. 

  

Sedangkan pada bagian belakangnya, selain menempatkan sensor fingerprint, Vivo juga membekali V7+ dengan kamera utama yang memiliki resolusi 16 MP plus aperture f/2.0. Tak ketinggalan, Vivo juga melengkapi kamera belakangnya tersebut dengan LED flashlight.

Bergeser ke sisi kiri dan kanan perangkat, Vivo telah menyematkan slot SIM Card serta tombol Volume dan Power (On/Off). Menariknya, slot SIM Card yang terpasang bukan lagi hybrid. Artinya, Anda bisa memasang dua SIM Card sekaligus plus microSD Card secara berdampingan. Sedangkan port Jack Audio 3.5mm, microUSB dan speaker ada di sisi bawah perangkat. 

Fitur dan Performa

 

Berbicara soal fitur yang turut disematkan oleh Vivo ke dalam Vivo V7+, tentu saja produsen smartphone asal Cina ini tak main-main dalam mengemas smartphone tersebut. Pertama, Vivo telah membenamkan fitur Face Access yang berfungsi untuk membuka kunci smartphone lewat pemindai wajah. 

Bagi Mobitekno.com, fitur ini ini sebuah trobosan yang dilakukan oleh Vivo untuk memberi rasa aman yang optimal bagi pengguna V7+. Jadi, tak hanya menyediakan keamanan via PIN, Pattern dan Password, dan Fingerprint, Vivo juga melengkapinya dengan pemindai wajah yang mereka namakan Face Access. 

Apakah rumit untuk menggunakan fitur tersebut? Tidak! Pengguna untuk pertama kali memang diminta untuk memindai wajah lewat menu Setting. Selanjutnya, pengguna diminta untuk mengikuti beberapa intruksi yang ada hingga hingga proses pemindaian wajah selesai dilakukan.

Ketika mencoba fitur keamanan biometrik ini, Mobitekno.com merasakan bahwa membuka kunci Vivo V7+ tak perlu ribet dan sangat cepat. Namun, jangan berharap ketika menggunakannya dalam ruangan minim cahaya. Perangkat sangat sulit untuk melakukan proses pemindaian dan pada akhirnya V7+ baru bisa dibuka via Pattern yang telah ditentukan.

Fitur lainnya yang turut dibenamkan oleh Vivo ke dalam smartphone ini adalah Game Mode. Fitur ini sengaja dihadirkan untuk memberi memberi rasa nyaman bagi pengguna V7+ saat bermain game. Menariknya, pengguna juga bisa memblokir panggilan atau pesan yang masuk sehingga ia bisa benar-benar fokus pada game yang dimainkan.

 

Vivo juga melengkapi V7+ dengan Rise to Wake. Ini adalah sebuah fitur baru yang berkaitan erat dengan sensor accelerometer dan gesture pengguna. Kini, pengguna bisa dengan mudah menyalakan V7+ hanya dengan mengangkat perangkat yang ada ditangan. Untuk mengaktifkannya, pengguna bisa masuk ke menu Settings - Smart motion - Smart turn on/off screen.

Ada juga fitur Smart Split 3.0 yang bisa menjalankan dan menampilkan dua aplikasi sekaligus dalam satu layar. Menarik, Mobitekno.com pun tertantang untuk mencoba fitur ini. Menjalankan aplikasi Facebook dan WhatsApp dalam satu layar sangat dimungkinkan. Begitu juga ketika menikmati video di YouTube sambil cek status di Facebook, hal itu bisa dilakukan.

Tak ketinggalan, Vivo juga menyisipkan fitur Apps Clone ke dalam V7+. Lewat fitur ini, pengguna dapat memasang dua aplikasi berkirim pesan sekaligus, seperti WhatsApp, Line, BBM, WeChat, Zalo, dan Viber dengan dua akun berbeda dalam satu perangkat.

Vivo juga membekali V7+ dengan fitur Smart Click. Dengan mengaktifkan fitur ini, pengguna bisa mendayagunakan lebih fungsi tombol Volume (-) yang ada di sisi kanan perangkat. Ada lima opsi yang dapat dipilih jika pengguna mengaktifkan fitur Smart Click, mulai dari menyalakan LED flashlight belakang sebagai senter hingga menjalankan aplikasi yang ditentukan.

  

Lantas, bagaimana untuk urusan fotografi? Seperti sudah disebutkan, Vivo V7+ telah dibekali dengan selfie camera 24 MP yang memiliki aperture f/2.0. Tak ketinggalan, kamera depan yang disematkan juga sudah ditemani dengan sebuah LED flashlight alias Softlight.

Vivo juga melengkapi selfie camera 24 MP dengan fitur Face Beauty 7.0. Ada tiga opsi pengaturan yang disajikan terkait dengan fitur kecantikan ini, yaitu Buffing, Skin Tone dan Whitening. Hal menarik lainnya, meskipun hanya memiliki kamera depan tunggal, pengguna juga bisa melakukan foto selfie dengan efek bokeh.

Namun, Mobitekno.com bisa menilai bahwa efek bokeh yang dihasilkan oleh kamera depan 24 MP milik V7+ ini belumlah bekerja optimal. Masih terlihat jelas beberapa subjek foto yang jadi latarbelakang belum bisa ditampilkan lebih blur secara menyeluruh.

Satu lagi, untuk urusan foto selfie berjamaah alias group selfie, Vivo V7+ masih mengadopsi cara lawas. Pengguna perlu menggerakkan perangkat ke kiri dan ke kanan mengikuti navigasi yang ada di layar. Oleh karena itu, Mobitekno.com menilai ini juga salah satu kekurangan dari V7+.

Sedangkan untuk kamera utamanya, Vivo membenamkan sensor yang memiliki resolusi 16 MP yang juga memiliki aperture sama dengan kamera depannya, yakni f/2.0. Vivo juga melengkapi kamera utamanya ini dengan dukungan PDAF serta sebuah LED flashlight. 

Berbicara soal fitur kamera utama yang disematkan, Mobitekno.com melihat bahwa Vivo V7+ dikemas mirip-mirip dengan Vivo V5s. Selain fungsi pengaturan HDR, Vivo juga menyematkan pilihan Panorama, Face Beauty, Take Photo, dan Video. Lebih dalam lagi, Vivo juga menyertakan opsi pemotretan Ultra HD, PPT, Professional, Slow Motion dan Time Laps.

Satu hal yang tak kalah menarik, Vivo juga menyertakan fitur Live Picture. Dengan Live Picture, pengguna dapat mengambil beberapa gambar sekaligus selama tiga detik untuk menghasilkan gambar bergerak. Foto ini tersimpan layaknya file GIF yang nantinya juga dapat disebarluaskan via sosial media.

Masih terkait dengan dukungan kamera utama yang disematkan, V7+ juga masih dilengkapi dengan lima mode pemotretan tambahan, yakni Ultra HD, PPT, Professional, Slow Motion dan Time Laps. Berbeda dengan V5s, entah mengapa Vivo menyingkirkan satu mode pemotretan, yakni Night yang sebenarnya bisa lebih membantu untuk memotret di malam hari.

Berikut hasil foto menggunakan kamera depan dan kamera belakang Vivo V7+:

 

  

 

  

  

 

  

Bagaimana jika Vivo V7+ dijadikan sebagai perangkat hiburan dikala senggang, seperti mendengarkan musik, nonton film atau bermain game? Tak perlu khawatir! Mobitekno.com juga menjajal langsung smartphone ini untuk memutar musik. Suara yang dihasilkan pun terdengar jelas, baik lewat speaker internal, speaker portable, maupun earphone.

Nonton film atau bermain game lewat smartphone ini, juga tak ada kendala alias bebas lag. Mobitekno.com pun menjajal smartphone ini untuk bermain game online Mobile Legends: Bang Bang dan juga PES 2018 Pro Evolution Soccer. Begitu juga ketika menjalankan banyak aplikasi, seperti chatting, browsing, cek e-mail, olah dokumen dan sebagainya.

Tak ketinggalan, Mobitekno.com juga melakukan pengujian terhadap Vivo V7+ menggunakan tiga aplikasi benchmarking yang populer di industri smartphone, yakni AnTuTu Benchmark 6.2.7, Geekbench 4, dan 3DMark. Penasaran dengan hasilnya? Semuanya bisa Anda lihat melalui screenshot dibawah ini.

  

Spesifikasi

 

Layar: 5,99 inci (720 x 1440 piksel, aspek rasio 18:9)
Sistem Operasi: Funtouch OS 3.0 berbasis Android 7.1.2 (Nougat)
Chipset: Qualcomm Snapdragon 450
Prosesor: Octa-core 1,8 GHz Cortex-A53
GPU: Adreno 506
Kamera: 16 MP, f/2,0, PDAF, LED flashlight (belakang); 24 MP, f/2.0, LED flashlight/Softlight, Group Selfie (depan)
RAM: 4 GB
Storage: 64 GB (internal), microSD up to 256 GB (Dedicated Slot)
Jaringan: GSM/HSPA/4G LTE
Kartu SIM: Dual SIM Card (Nano-SIM Card, dual stand-by)
Komunikasi & Fitur: WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth v4.2, Wi-Fi Direct, microUSB 2.0, USB OTG
Audio: MP3, WAV, eAAC+, FLAC
Video: MP4, H.264
Sensor: Fingerprint, Face Access, Accelerometer, Proximity, Compass
Baterai: 3.225 mAh Li-Ion

Kesimpulan

 

Vivo di tahun ini sepertinya benar-benar serius untuk memperkaya lini V Series yang mereka kembangkan. Produk teranyar, Vivo V7+ hadir dengan membawa desain kekinian. Layar penuh FullView dengan aspek rasio 18:9 pun menjadi alat jualan mereka ke konsumen di banyak negara, termasuk di Indonesia.

Dikemas dengan bentang layar berukuran 5,99 inci, sayangnya V7+ masih menganut resolusi HD alias 270p. Bisa jadi, ini salah satu kekurang yang dimiliki oleh V7+, dimana beberapa produsen smartphone lainnya berlomba-lomba untuk menghadirkan perangkat dengan layar Full HD, bahkan ada yang sudah Full HD+.

Namun satu hal yang patut diancungi jempol, Vivo sudah berani untuk meningkatkan kemampuan kamera depannya, yakni dengan menyematkan resolusi yang terbilang besar, 24 MP. Untuk urusan foto wajah ini, V7+ juga sudah dilengkapi dengan fitur Face Beauty yang sudah menginjak versi 7.0.

Menciptakan foto selfie dengan efek bokeh alias blur pada latarbelakang juga sudah bisa dilakukan. Meskipun hasilnya belum terbilang optimal, tentu saja ini sebuah trobosan yang tak kalah menarik yang disajikan oleh Vivo kepada konsumen yang suka narsis di depan kamera smartphone.

Sayangnya, untuk kebutuhan group selfie atau foto narsis berjamaah, smartphone ini memiliki kekurangan. Masih mengadopsi cara lama, pengguna V7+ perlu menggerakkan perangkat ke kiri dan ke kanan. Selain merepotkan, hasilnya pun terkadang kurang memuaskan.    

Memotret beragam momen lewat kamera belakang 16 MP yang tersemat utuh pada perangkat ini juga tak masalah. Pengguna pun diberikan banyak pilihan mode pemotretan, mulai dari Ultra HD, Slow Motion hingga Professional yang memberi keleluasaan untuk melakukan pengaturan secara manual.  

Daya tarik lainnya yang tak kalah menarik, smartphone ini tak hanya dilengkapi dengan fitur keamanan pemindai sidik jari. Ada satu fitur keamanan biometrik lainnya yang turut disisipkan oleh Vivo ke dalam V7+, yakni pemindai wajah atau yang mereka sebut Face Access.

Soal kinerja, smartphone yang dibanderol Rp4,7 juta ini juga tak bisa dianggap remeh. Vivo telah membekali V7+ dengan chipset Snapdragon 450 yang dipadukan RAM 4 GB dan ROM 64 GB. Jika Anda adalah orang yang aktif di media sosial atau sering chit chat via aplikasi chatting, V7+ juga telah dibekali baterai 3.000 mAh yang mampu bertahan seharian.