Michael Qiu - CEO SHAREit

SHAREit Besar Karena Fokus Kepada Kebutuhan Setiap Pengguna

Tanggal : Selasa, 26 September 2017 - 18:00 WIB
Penulis : Desmal Andi


SHAREit Besar Karena Fokus Kepada Kebutuhan Setiap Pengguna

MOBITEKNO - Beberapa tahun lalu, untuk melakukan transfer dokumen dari perangkat mobile seperti smartphone ke perangkat lainnya termasuk notebook, Bluetooth menjadi andalan. Kabel data juga bisa digunakan, tetapi membutuhkan proses yang sedikit lebih panjang. Namun kini, semakin berkembangnya perangkat mobile, koneksi seperti Wi-Fi bisa menggantikan Bluetooth karena mampu melakukan proses transfer dengan lebih cepat, hingga 200 kali lipat.

SHAREit, aplikasi ini merupakan salah satu produk yang sistem kerjanya memanfaatkan koneksi Wi-Fi. Tidak hanya untuk perangkat mobile, aplikasi ini juga bekerja untuk perangkat PC dan Notebook. Aplikasi ini berkembang cukup pesat. Bahkan, hingga saat ini SHAREit sudah mendapatkan lebih dari satu miliar pengguna dari seluruh dunia dan 400 juta pengguna diantaranya berasal dari Indonesia dan India.

Berbicara mengenai kesuksesan, SHAREit tidak lepas dari peran CEO SHAREit itu sendiri, yaitu Michael Qiu. Pria lulusan jurusan Computer Science dari salah satu universitas terbaik di China, Nanjing University ini sudah menggeluti industri Internet dengan pengalaman lebih dari 15 tahun. Namun, sebelum SHAREit sesukses sekarang, banyak usaha yang telah dilakukan Michael Qiu dan tim dalam mengembangkan aplikasi ini.

Michael Qiu sendiri sebelum menjadi CEO SHAREit, sempat menjabat sebagai Business Development Director di Lenovo Creation Investment Group (LCIG) dan bertanggung jawab untuk pengembangan bisnis mobile di Lenovo. Selain itu, Michael Qiu juga pernah menjabat sebagai Business Director di dua perusahaan industri Internet lainnya, yaitu Motorola dan Intel. Kini, Michael Qiu memiliki tanggung jawab dalam Pengembangan Bisnis dan Manajemen SHAREit.

 

Potensi Besar di SHAREit untuk Sekarang dan Akan Datang

Dalam mengembangkan SHAREit, Michael Qiu melihat potensi besar yang tersimpan di dalamnya. Menurutnya, sejak tahun 2011, pasar smartphone untuk negara-negara berkembang meningkat sangat tajam dan sejak saat itu mulailah semua aktivitas pengguna smartphone dilakukan dari satu perangkat mobile saja.

“Awalnya, SHAREit disediakan untuk menjadi solusi bagi pengguna smartphone dalam mengoptimalkan penggunaan kameranya supaya bisa mengirim foto berkualitas tanpa terkompresi dan tidak melalui halangan koneksi. Selanjutnya aplikasi ini berkembang untuk berkirim segala macam tipe file,” kata Michael Qiu menjawab pertanyaan Mobitekno. “SHAREit terus berkembang sehingga kini bisa berbagi data secara offline. Fitur ini tentunya menjadi sebuah unggulan,” lanjut Michael Qiu.

Michael Qiu juga tidak hanya memandang untuk keadaan sekarang saja. Dengan banyaknya orang menggunakan smartphone dan memiliki banyak data di dalamnya, membuat SHAREit menjadi aplikasi yang memiliki banyak peluang untuk digemari banyak orang. Kedepannya, Michael Qiu yakin bahwa SHAREit bisa menjadi aplikasi yang selalu dibutuhkan sehingga tidak bisa lepas dari aktivitas sehari-hari penggunanya.

Pria yang memiliki filosofi hidup sejak kecil, yaitu “agar bisa menjadi orang yang berguna” ini juga menjelaskan kunci kesuksesan SHAREit di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. “Sebagai produk inti kami, SHAREit memiliki fungsi utama sebagai alat untuk mentransfer data dari berbagai jenis gadget dan sistem secara cepat, tanpa menggunakan koneksi internet,” kata Michael Qiu. Oleh sebab itu, agar bisa menjangkau lebih banyak pengguna, SHAREit dikembangkan dengan desain yang sederhana sehingga mudah dimengerti semua orang.

Salah satu hal yang menjadi kunci kesuksesan SHAREit adalah melokalkan aplikasi ini di setiap negara. Tidak heran, Michael Qiu mengatakan bahwa SHAREit telah dibuat dengan dukungan 39 bahasa di dalamnya. Dengan dukungan bahasa tersebut, SHAREit bisa menjadi topik yang menarik di setiap negara. Usaha keras yang dilakukan SHAREit membuat aplikasi ini bisa bertengger di posisi pertama dalam daftar peringkat Google Play di 36 negara dan daftar produktivitas APP Store di 64 negara (data dari App Annie).

 

SHAREit dibagun Dari Perusahaan yang Menjunjung Budaya Kerjasama

Sebuah aplikasi tidak akan sukses berkembang jika di dalam tim pengembangnya sudah memiliki masalah. Hal ini sangat dijauhi Michael Qiu. Menurut Qiu, SHAREit Technologies Co.Ltd dibangun dengan budaya Berbagi, Antusias, Inovasi, dan Kerjasama. Tim pengembang juga dibangun dengan pondasi dari orang-orang yang ahli di bidangnya sehingga mereka dapat menghasilkan produk global yang berkualitas.

Iklim perusahaan ini membuat mereka sangat terbuka untuk menjalin kooperasi. Dengan tim teknikal yang terdiri dari para ahli, SHAREit bisa menyediakan produk dan layanan berkualitas tanpa harus menyingkirkan banyak keinginan penggunanya. Michael Qiu dan para tim teknikal SHAREit selalu berusaha untuk menyediakan fitur yang fokus kepada kebutuhan pengguna. Oleh sebab itu, timnya juga berusaha untuk menyediakan lebih banyak lagi aplikasi seperti SHAREit untuk masa depan.

Kerja keras yang dilakukan tim tersebut tidak sia-sia. Di berbagai negara, SHAREit bisa dikatakan sudah menjadi aplikasi nasional karena teknologi yang ada di dalamnya sangat membantu penggunanya, terutama dalam hal berbagai konten. Capaian yang diperoleh SHAREit engan 1 miliar grup pengguna juga menandakan bahwa pasar global untuk aplikasi jenis ini memiliki potensi yang tinggi.

 

Strategi, Harapan, dan Perkembangan SHAREit untuk Indonesia

Sebuah aplikasi tentunya membutuhkan sebuah strategi agar bisa bertahan hidup dalam jangka waktu lama. SHAREit juga memiliki strategi khusus tersebut. Selain dari iklan yang tampil dalam aplikasinya, SHAREit juga membuka bentuk kerjasama dalam hal apapun dengan berbagai pihak. Menurut Michael Qiu, kerjasama dengan berbagai perusashaan bisa membawa iklim teknologi yang lebih baik, terlebih SHAREit sudah memiliki peangsa pasar yang besar di Indonesia dengan lebih dari 100 juta pengguna.

Untuk ke depannya, Michael Qiu berharap SHAREit bisa terus membawa iklim ini dengan lebih baik lagi, terutama untuk pasar Indonesia. “Sekarang kita sudah menginjak lebih dari 1 miliar pengguna secara global termasuk Indonesia. Dalam satu tahun ke depan, kita berharap dapat menjadi 2 miliar pengguna,” pungkas Michael Qiu. “Kita juga berharap dapat mengembangan aplikasi lainnya yang memiliki pengguna masif dan digemari seperti SHAREit,” lanjut Qiu sekaligus menutup pembicaraan dengan Mobitekno.