Taiwan Expo 2017 Hadirkan Solusi IoT untuk Indonesia

Tanggal : Senin, 15 Mei 2017 - 10:00 WIB
Penulis : Karyo
Editor : Desmal Andi


Taiwan Expo 2017 Hadirkan Solusi IoT untuk Indonesia

MOBITEKNO - Saat ini Internet of Things (IoT), telah berkembang ke arah teknologi digital yang lebih inovatif hingga ke tingkat aplikasi dan perangkat yang dapat dipakai sehari-hari untuk pribadi, manajemen kesehatan, otomatisasi rumah, keamanan publik perkotaan, hingga ke pengaturan lalu lintas.

Infrtastruktur IoT sendiri kini sudah semakin mendukung, termasuk infrastruktur jaringan seperti teknologi 4G dan 5G sekalipun kini sudah mulai dikembangkan. Terlebih lagi penetrasi pengguna internet yang kian waktu semakin meninggkat. Saat ini menurut data dari APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha TIK Nasional ) pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta orang, dan tentu akan semakin meningkat terus.

Hal itu pula yang membuat perusahaan-perusahaan asing yang bergerak dalam bidang industri ICT semakin melirik pasar Indonesia, termasuk para pemain ICT dari Taiwan.

Menurut Taiwan, pasar kelas menengah Indonesia mengalamai pertumbuhan konsumen rata-rata 4.7% per tahun, permintaan terhadap produk teknologi yang meningkat, tingkat penetrasi internet pun mencapat 40% (104 juta orang), jadi diperkirakan pada tahun 2020 akan menjadi 136 juta orang. Presiden Jokowi pun berkomitmen untuk kemajuan perkembangan e-commerce/ internet pada tahun 2020 dapat mencapai 1.3 miliar US Dollar yang artinya mengalami pertumbunah 100 kali lipat, sehingga hal ini membuktikan bahawa potensi jaringan industri internet Indonesia sudah tidak diragukan lagi.

Oleh karena itulah, TAITRA tahun ini pertama kalinya di pasar ASEAN mengadakan pameran Taiwan Expo, 12-14 Mei di Jakarta Convention Center, disponsori oleh Bureadu of Foreign trade membangun Taiwan Excellence Pavilliun, memamerkan produk ICT, perawatan kesehatan, peralatan olahraga, peralatan air, mesin dan solusi intelijen lainnya, dimana ada total 58 merek Taiwan.

Menurut Deputi Executive Director TAITRA, Tony Lin mengungkapkan bahwa  meskipun luas  Taiwan hanya 1/53 dari Indonesia, namun Taiwan merupakan supplier penting di bidang ICT untuk seluruh dunia. Seperti halnya beberapa brand yang sudah diakui dunia,  seperti Asus dan Acer.

Menurutnya Taiwan juga sudah mengembangkan banyak aplikasi di bidang IoT, yang memberi kemudahan hidup bagi warganya. “Beberapa contoh aplikasi IoT di Taiwan yaitu Acer Intelligent Transportation e-Ticketing System, aplikasi eTag yang telah membantu mengurai kemacetan di pintu tol melalui sistem pembayaran yang lebih mudah dan cepat,”ujar Tony Lin, saat pemaparan dalam  seminar khusus yang membahas “Solusi IoT Taiwan untuk SMART LIVING”, yang digelar di ajang Taiwan Expo 2017, Jumat ( 12/05/2017).

Menurut Tony, Taiwan akan membawa teknologi uang mendukung sistem pembayaran non cash, seperti yang sedang digalakan pemerintah Indonesia. Di Taiwan, Tony memaparkan kartu untuk menggunakan transportasi umum juga bisa digunakan untuk berbelanja. Sistem seperti ini sebetulnya sederhana, namun yang sulit adalah bagaimana mengumpulkan seluruh bank dan layanan transportasi untuk menggunakan satu sistem yang sama.

Di Ajang pameran tersebut,  Taiwan mengadirkan para pemain ICT yang akan mendukung aplikasi IoT di Indonesia seperti ACER, IEI dan ADVANTECH dengan  memaparkan kecanggihan solusi IOT yang mereka miliki untuk pasar Indonesia, dan korelasinya dengan kebutuhan Indonesia untuk smart living.

Beberapa teknologi yang dipaparkan dalam ajang tersebut diantaranya adalah Industry 4.0 ( integrated factory automation, and Cloud innovation ), Smart city solution seperti iRetail Platform, Intelligent Retail and Hospitality dan berbagai solusi IoT lainnya.

 Selai itu Taiwan Excellence juga  menghadirkan  QNAP System dan Asia Silicon Valley yang akan mendukung implemnetasi IoT denga memperkenalkan industri internet dan berbagi informasi mengenai sistem private cloud dan public cloud, otomatisasi pabrik, pengaturan lalu lintas, pemantauan kualitas udara dalam ruangan, dan solusi sistem pembelajaran teknik komunikasi kantor 4.0.