Balapan DTM 2017 Seri Ke-7 Sudah Dimulai, Ujian Baru Bagi Hankook Ventus Race

Tanggal : Kamis, 11 Mei 2017 - 19:30 WIB
Penulis : Desmal Andi


Balapan DTM 2017 Seri Ke-7 Sudah Dimulai, Ujian Baru Bagi Hankook Ventus Race

MOBITEKNO - Tanggal 5-7 Mei 2017, seri ke-7 balapan DTM dilangsungkan di sirkuit Hockenheimring, Jerman. Hankook sebagai mitra ban untuk tim Audi, BMW, dan Mercedes-Benz pun telah siap mengantar tim-tim tersebut ke podium juara. Hankook Ventus Race menjadi ban andalan bagi para pembalap di ajang ini.

Selama ini, ban Hankook Ventus Race selalu tampil dengan baik di arena balap dengan berbagai karakterisik, serta selalu mempertahankan tingkat konsistensi dan keamanan yang tinggi. Hankook juga mendukung para pembalap muda berbakat pada ajang FIA Formula 3 European Championship dan Audi Sport TT Cup dengan ban-ban balap premiumnya.

Hockenheimring menjadi ujian bagi lapisan ban Hankook yang baru dikembangkan. Sirkuit berkecepatan tinggi yang bervariasi ini memiliki sisi-sisi lambat dan sempit, serta sudut yang cepat dan lurus, sehingga menjadikannya sebagai salah satu trek balap yang paling menantang di DTM. Selain itu, mobil-mobil balap sering dikemudikan di atas tepi jalan yang tinggi dan tajam pada kecepatan tinggi yang membuat Ventus Race harus bekerja di bawah tekanan yang ekstrim. Namun, ban Hankook selalu dapat menguasai tantangan ini dengan sempurna sebelumnya.

“Hockenheimring memiliki layout bervariasi. Pembalap dan teknisi harus mengingat hal tersebut ketika mempersiapkan mobil, untuk mendapatkan hasil yang optimal. Keseimbangan mobil dan aerodinamika memainkan peran kunci di jalur bergelombang pada belokan dan tikungan tajam, karena pembalap berupaya untuk meminimalisir pantulan dan menemukan titik pengereman yang ideal,” kata Manfred Sandbichler, Motorsport Director Europe Hankook.

Pada musim ini, seri balap di hari Sabtu dan Minggu memiliki durasi yang sama: 55 menit ditambah satu putaran. Pembalap juga membuat satu pit stop wajib di setiap balapan. Mobil menjadi lebih kuat dan memiliki downforce yang jauh lebih sedikit. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap, khususnya karena tidak ada lagi kesempatan untuk memanaskan ban terlebih dahulu.