June 10, 2016

BNI-AM dan DOMPET DHUAFA Targetkan Satu Triliun Himpun Dana Wakaf

Penulis: Abdillah
BNI-AM dan DOMPET DHUAFA Targetkan Satu Triliun Himpun Dana Wakaf  

MOBITEKNO – Besarnya potensi dana wakaf yang dikekola oleh Dompet Dhuafa, membuat BNI-Aset Managemet (BNI-AM) dan  Dompet Dhuafa mencari terobosan pruduk financial dengan inovasi baru yang lebih kreatif guna mencermati potensi  pasar serta memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut.

Salah satu upaya untuk memenuhi hal itu BNI-AM  dan DD baru saja menjalin kerjasama  dengan menerbitkan pruduk finansial yang lebih inovatif dan produktif berupa produk reksadana yang memiliki fitur wakaf. Produk financial hasil kerjasama tersebut  merupakan  sebuah reksa dana unggulan yang memberikan manfaat penyaluran wakaf dari pemegang unit penyertaan.

Produk reksadana yang diberi nama Reksa Dana BNI-AM Dana Dompet Dhuafa ini, tidak hanya sekedar instrument investasi belaka, namum meupakan intrumen investasi yang mendapatkan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dalam jangka panjang dengan hasil investasi yang bersih dari unsur riba’ dan gharar.

Selain itu, melalui instrument investasi tersebut para Pemegang unit penyertaan dapat menyalurkan wakafnya melalui Dompet Dhuafa dengan pilihan paket reguler, gold dan platinum. Paket regular, pemegang unit tidak secara langsung berfakaf, Paket Gold, mewakafkan hasil investasinya saja, sedangkan pokoknya tetap. Sementara paket Platimun, pemegang unit mewakafkan semuanya pokok dan hasil investasinya, yang diserahkan kepada DD.

“Kerjasama antara Yayasan Dompet Dhuafa Republika dan PT BNI Asset Management ini adalah penghimpunan dana wakaf produktif melalui investasi di reksa dana syariah,” kata Presiden Direktur Dompet Dhuafa Social Enterprise Ismail A. Said saat acara penandatangan kerjasama Dompet Dhuafa & BNI-AM, di Jakarta, Kamis (9/06/2016).

Lebih lanjut Ismail menjelaskan, BNI-AM berperan sebagai manajer investasi pengelola reksa dana syariah yang menawarkan kepada para investor untuk melakukan wakaf produktif melalui uang kepada Dompet Dhuafa selaku nazhir (pengelola wakaf). “Setelah Dompet Dhuafa menerima wakaf produktif melalui uang tersebut, akan diinvestasikan pada produk reksa dana yang dikelola BNI-AM,” tambah Ismail.

Seiring dengan adanya kerjasama tersebut Ismail berharap DD bisa mengembangkan asset produktif yang dikelola bersama BNI-AM, sehingga DD mempunyai dana yang cukup dan tidak berketergangtungan pada pihak lain.  Menurut Ismail, tujuan akhirnya adalah terhimpunnya dana abadi yang menjamin kinerja DD untuk terus berkiprah menyalurkan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu menurut Reita Farianti, Presiden Direktur BNI Asset Management, produk financial hasil kerjasama tersebut merupakan   salah satu strategi promosi yang dilakukan BNI-AM untuk me-rebranding produk BNI-AM Dana Syariah menjadi BNI-AM Dana Dompet Dhuafa. Sebelum menjadi BNI-AM Dana Dompet Dhuafa, BNI-AM Dana Syariah yang pertama kali diluncurkan pada tanggal 21 April 2004. Reksa Dana ini mempunyai horizon investasi jangka panjang yang miliki kinerja produk sebesar 5,72% (YTD Mei 2016), di atas performa industri Reksa Dana Pendapatan Syariah yang hanya sebesar 5,20%.

Pada kesempatan yang sama, Direktur BNI Asset Management, Isbono M.I. Putro menambahkan bahwa Reksa Dana BNI-AM Dana Dompet Dhuafa merupakan inovasi produk syariah dengan fitur wakaf, menjawab kebutuhan produk reksa dana syariah pertama yang inovatif, dimana selain berinvestasi juga dapat menyalurkan wakaf. “BNI-AM mewakafkan sepertiga dari manajemen fee yang diterima dari pengelolaan produk ini kepada Dompet Dhuafa,” ujar Isbono pada kesempatan tersebut.

Lebih lanjut, Isbono mengungkapkan bahwa target penghimpunan dana melalui produk reksadana tersebut bisa mencapai  Rp 1 Triliun. Hal itu, menurut Isbono merujuk pada besarnya potensi pasar para donator atau calon wakif (orang yang mewakaflkan ) pada DD.

Keoptimisan Isbono akan target perolehan tersebut, senada dengan  Ismail A. Said. “  Target  Rp. 1 Triliun insya Allah akan bisa tercapai , bahkan mudah-mudahan tercapai sebelum satu tahun,” ujar Ismail optimis. Ismail juga mengungkapkan bahwa DD sudah 5 tahun mengembangkan asset produktif.

Mengomentari adanya kerjasama DD dan BNI-AM, Parni Hadi, selaku dewan Pembina dan pendiri yayasan DD, mengatakan bahwa adanya kerjasama tersebut merupakan sejarah yang berulang. “ Saat pertama kali berdiri salah satu bank yang pertama mendukung adalah BNI, kini sejarah berulang dengan adanya karya inovatif yang produktif hasil kerjasama BNI-AM dan DD. Hal itu adalah merupakan sinergi yang inovatif,” ujar Parni bersemangat saat memberikan sambutan seusai acara penandatangan kerjasama BNI-AM dan DD di Jakarta tersebut.

Parni juga mengungkapkan bahwa pruduk hasil kerjasama tersebut merupakan karya yang menjadi pionir. Oleh karenanya, Parni berharap ada pihak-pihak lain yang akan mengikutinya. Terlebih lagi menurut Parni, lembaga seperti DD adalah merupakan lembaga nirlaba yang terbesar di kawasan APAC.  

Tags: ,


COMMENTS
OTHER ARTICLES