February 26, 2020

Boyong Ponsel Lipat Mate Xs ke Tanah Air Tanpa Aplikasi Google. Ini Alasan Huawei Tetap “PeDe”

Penulis: Iwan RS
Boyong Ponsel Lipat Mate Xs ke Tanah Air Tanpa Aplikasi Google. Ini Alasan Huawei Tetap “PeDe”  

Mobitekno – Bukan hanya Samsung yang siap dengan smartphone lipat. Huawei, raksasa smartphone Tiongkok, juga ingin membuktikan ‘kematangannya’ dalam mendesain smartphone lipat. Dalam sebuah acara di Jakarta Selasa lalu (25/2/2020), Huawei Consumer Business Group (CBG) memperkenalkan Mate Xs yang rencananya akan hadir di pasar Tanah Air pada kuartal kedua tahun ini.

Mate Xs merupakan penerus dari ponsel lipat Huawei terdahulu, Mate X, yang diperkenalkan tahun lalu. Seperti dijelaskan Richard Yu, CEO Huawei Consumer Business Group, dalam live streaming sehari sebelumnya, Mate X merupakan gebrakan pertama Huawei dalam kategori perangkat lipat yang menjadi standar di industri. Kini, Huawei Mate Xs hadir menyediakan konektivitas yang lebih baik dan pengalaman pengguna yang lebih terintegrasi. Richard mengklaim, Mate Xs menjadi smartphone 5G yang tercepat di kelasnya.

Huawei Mate Xs sarat dengan keunikan dan fitur menarik. Salah satunya yang menonjol adalah layar FullView 8 inci (jika dibuka) yang desain menggunakan mekanisme sistem engsel terbaru. Desain ‘Sayap Elang’ yang pertama kali diaplikasikan pada Huawei Mate X disebut menghubungkan 100 bagian yang saling terhubung dalam harmoni untuk memperkuat layar, sekaligus juga memberikan pengalaman bagi pengguna antara dua mode yang tersedia (lipat dan terbuka).

Dalam kondisi terlipat, Huawei Mate Xs layaknya smartphone berlayar ganda dengan layar utama 6.6 inci dan layar kedua 6.38 inci. Ketika lipatan dibuka, smartphone berubah menjadi tablet berukuran 8 inci yang mampu memberikan pengalaman visual yang tak tertandingi dalam berbagai situasi.

Huawei Mate Xs juga mempunyai sistem pendingin ‘Sirip Ikan Terbang’ yang dirancang untuk kondisi perangkat lipat. Sistem pendingin unik ini memanfaatkan graphene fleksible dengan celah mikroskopis yang menjadikannya mampu ikut terlipat bersamaan dengan perangkat dan melindungi seluruh permukaan untuk pendinginan yang merata dan efektif.

Huawei Mate Xs yang mengandalkan baterai 4500 mAh ini juga mengusung sistem antena 5G yang ramping tanpa harus menurunkan fungsionalitasnya dalam menangkap sinyal. Huawei menyebut desain ini merupakan hasil dari proses penelitian dan pengembangan panjang sehingga desain antena mampu memastikan konektivitas yang cepat dan stabil untuk Huawei Mate Xs

Huawei Mate Xs dengan sistem Android 10 (EMUI 10) sudah diperkuat chipset ‘gahar’ Kirin 990 5G yang juga menyertakan modem 5G terintegrasi yang bukan hanya menyediakan kinerja tinggi, tapi juga konektivitas 5G yang cepat dan hemat daya (baterai). Kirin 990 5G SoC medukung koneksi 2G, 3G, 4G, maupun 5G NSA (Non-Standalone) dan SA (Standalone). Chipset ini juga mendukung berbagai spektrum 5G dan 5G+4G Dial Sim Dual Standby sehingga kompatibel di berbagai layanan 5G di banyak negara.

“Salah satu fitur yang sudah menjadi ciri khas dari Huawei, yaitu sistem kamera berkelas tinggi pun dihadirkan. Kami benar-benar menggabungkan berbagai fitur terbaik dalam perangkat ini,” kata Fisher Jiang, Country Head Huawei Consumer Business Group Indonesia.

Smartphone dilengkapi dengan sistem kamera flagship yang tersusun secara vertikal di bagian sidebar, sistem Supersensing Leica Quad Camera memiliki lensa utama 40MP (wide, f/1.8), 16MP ultra-wide (f/2.2), 8MP telephoto (f/2.4, OIS) dan 3D Depth Sensing Camera.

Fitur kamera seperti biasa juga menjadi andalan smartphone Huawei. Kamera Mate Xs datang dengan konfigurasi quad camera yang terdiri dari 40 MP (f/1.8, 27mm (wide), 1/1.7″, PDAF), 8 MP (f/2.4, 52mm, telephoto), 16 MP (f/2.2, 17mm, ultrawide), dan TOF 3D (depth).

Quac camera ini sudah mendukung kombinasi fitur OIS dan AI Image Stabilisation untuk hasil gambar/video yang stabil dan mampu melakukan 30x hybrid zoom. Dengan dukungan level ISO 2048000, pengguna bahkan dapat mengambil foto dalam keadaan low-light.

Untuk melakukan selfie, Mate Xs juga mengandalkan kamera utamanya. Cukup dengan membalik perangkat Mate Xs, pengguna dapat menggunakan kameranya untuk melakukan selfie.

Dengan layar utama 8 inci, Mate Xs juga memiliki kemampuan untuk bertransformasi menjadi sebuah kanvas digital yang lebih besar berkat penjepit yang dapat dibuka dengan tombol yang berada di sidebar. Ponsel lipat ini pada dasarnya mendukung fitur Multi Window sehingga dua aplikasi dapat dibuka bersamaan dan saling berinteraksi satu sama lain.

Teks, gambar, dan dokumen dapat dipindahkan dengan mudah hanya dangan menggeser dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Selain itu terdapat fitur Floating Window yang dapat digunakan untuk kebutuhan sederhana seperti membalas pesan.

Huawei Mate Xs dijalankan dengan EMUI10.0.1, sebuah sistem operasi berbasis Android Open Source Project (AOSP) yang tak hanya menggabungkan peningkatan performa dan keamanan, tetapi juga mendukung fitur Multi-screen Collaboration yang di kembangkan dengan teknologi Huawei sebagai fondasinya.

Fitur ini mematahkan batas-batas antara perangat Windows dan Android. Tengan fitur multi perangkat ini, pengguna dapat dengan mudah memindahkan data antara Huawei Mate Xs dan Huawei MateBook sekaligus mengontrol kedua sistem melalui satu layar.

Sebagai penutup, Fisher juga mempertegas tekad Huawei untuk lebih mandiri dalam urusan ekosistem aplikasi untuk smartphone mereka ke depan. Terlebih setelah Google meniadakan dukungannya untuk smartphone terbaru Huawei, sejak hadirnya Mate 30 series.

“Mate Xs akan menjadi perangkat Huawei pertama yang diluncurkan dengan Huawei AppGallery (mobile app distribution platform) yang telah diperbaharui dan berbasiskan HMS (Huawei Mobile Services) alias bukan lagi berbasiskan GMS (Google Mobile Services). Pengguna akan dapat menikmati berbagai aplikasi terbaik dan tentunya kami akan terus menghadirkan aplikasi lainnya yang mampu mempermudah keseharian. Serta dengan adanya HMS, pengguna tidak perlu khawatir akan konektivitas antara Mate Xs dengan perangkat lainnya,” ujar Fisher.

Soal harga resmi Mate Xs di Indonesia, pihak Huawei belum dapat memberikan kepastiannya. Adapun harga Mate XS saat dipasarkan secara global (Maret 2020) sebesar 2.499 euro atau sekitar Rp 37,8 juta. Ini membuat Mate Xs akan menjadi salah satu smartphone termahal saat ini. Harga yang ‘pantas’ mengingat kategorinya sebagai smartphone lipat pertama yang mengusung chipset dan kamera premium sekaligus menawarkan dukungan konektivitas 5G.

Tags: , , , ,


COMMENTS