February 24, 2020

Jepang Bentuk ‘Satgas’ untuk Menangani Dampak Virus Korona Pada Industri Otomotif

Penulis: Rizki Romdoni
Jepang Bentuk ‘Satgas’ untuk Menangani Dampak Virus Korona Pada Industri Otomotif  

Mobitekno – Jepang menjadi salah satu negara yang proaktif terhadap wabah virus korona, dan kini sedang membentuk satuan tugas (satgas) bersama antara industri mobil dan pemerintah.Tujuannya adalah bagi para pembuat mobil dan pemasok untuk menerima bantuan dan mengatasi gangguan yang disebabkan oleh pandemi ini. Laman Autonews Eropa menjelaskan satgas tersebut akan berbagi informasi dan menawarkan pembiayaan serta dukungan kebijakan bila situasinya terus memburuk.

Kelompok ini juga akan memantau setiap perkembangan baru dan mengkoordinasikan komunikasi sambil bekerja bersama pemerintah Jepang dalam upaya untuk menyelesaikan semua masalah rantai pasokan.

Pabrikan otomotif seperti Nissan telah mengambil langkah strategis, seperti menutup bagian dari jalur produksi mereka di Kyushu, Jepang barat daya pada 14 dan 17 Februari. Mereka juga akan menghentikan produksi mobil pada hari ini, Senin (24/2). Sementara itu, Honda, Mazda, Mitsubishi dan Toyota telah menghentikan sejumlah operasi di Cina, meski mereka belum melakukannya di Jepang.

Efek dari wabah virus korona telah mendunia, terlebih mengganggu rantai pasokan mulai dari transmisi hingga sistem kemudi. Awal bulan ini, Hyundai dan Renault menghentikan produksi di Korea Selatan, Fiat menghentikan produksi 500L di Serbia karena kekurangan komponen, sementara Nissan kemungkinan akan menghadapi penghentian di pabrik di Eropa dan Amerika Serikat. Tak hanya itu, Jaguar Land Rover dikabarkan juga akan kehabisan komponen jika situasi ini berlanjut.

Provinsi Hubei merupakan rumah bagi mitra Nissan, yaitu Dongfeng Motor yang terus dikurung, terutama di Wuhan — tempat asal virus itu. Semua pabrik di provinsi itu akan tetap ditutup hingga setidaknya akhir pekan ini.

Penjualan Mobil Cina ‘Menukik’ Pada Februari: Turun 92%

Seperti yang dikhawatirkan, wabah virus itu telah memperlihatkan efek yang ‘merugikan’ di pasar Cina, karena penjualan mobil baru turun hingga 92 persen pada paruh pertama Februari. Penurunan penjualan bahkan lebih buruk selama pekan pertama bulan Februari yang mencetak rata-rata harian hanya 811 kendaraan di seluruh negeri. Itu berarti menghasilkan penurunan 96 persen tahun ke tahun.

Pabrik otomotif di Jepang

Menurut Asosiasi Mobil Penumpang Cina, kemerosotan penjualan besar-besaran ini adalah efek sementara dari wabah itu. Mereka berharap angka tersebut bisa naik, karena tahun ini akan lebih banyak ruang pameran yang dibuka kembali.

“Hampir tidak ada orang di dealer mobil di pekan pertama Februari, karena kebanyakan orang tinggal di rumah. Sangat sedikit dealer yang dibuka pada pekan-pekan pertama Februari dan mereka memiliki lalu lintas pelanggan yang sangat sedikit.” kata sekretaris jenderal CPCA Cui Dongshu.

Sebagai tanggapan terhadap masalah ini, pembuat mobil Cina Geely meluncurkan layanan penjualan “Contactless” terbaru yang memungkinkan pelanggan membeli mobil mereka secara online dan dapat langsung dikirimkan ke rumah pelanggan.

Tags: , , , , ,


COMMENTS