April 23, 2020

Beredar Teori Konspirasi yang Menghubungkan 5G dan Coronavirus, Twitter Terapkan Aturan Baru

Penulis: Rizki Romdoni
Beredar Teori Konspirasi yang Menghubungkan 5G dan Coronavirus, Twitter Terapkan Aturan Baru  

Mobitekno – Twitter baru saja menambahkan teori konspirasi 5G sebagai klaim coronavirus yang tidak bisa diverifikasi, dan menjadi alasan untuk segera dihapus. Di bawah aturan baru, Twitter akan menghapus kicauan dengan klaim tidak terverifikasi yang menghasut orang banyak untuk terlibat dalam aktivitas berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan kiritis  infrastruktur 5G.


Yang paling penting, aturan baru itu tidak berlaku untuk semua tweet yang menyebarkan teori konspirasi 5G. Twitter mengatakan bahwa sebagai gantinya akan memprioritaskan klaim yang menangkap aksi vandalisme, sebagai contoh “5G penyebab coronavirus – hancurkan menara sel di lingkungan Anda!”

Pejabat Eropa dan AS mengawasi situasi dengan seksama, dan khawatir bahwa serangan akan merusak hubungan telekomunikasi vital pada saat mereka dibutuhkan untuk menghadapi pandemi.

“Saya benar-benar marah, benar-benar jijik, bahwa orang-orang mengambil tindakan anarkis terhadap infrastruktur yang kita butuhkan untuk menanggapi keadaan darurat kesehatan ini,” kata Stephen Powis, direktur medis dari Layanan Kesehatan Nasional di Inggris pada awal April.

Teori konspirasi tentang teknologi 5G sebagai penyebar virus telah menjadi sangat bermasalah selama pandemi. Ada 50 titik bermasalah yang menargetkan menara sel dan peralatan lainnya di Inggris selama sebulan terakhir, dilansir dari Associated Press. Teori konspirasi telah dikaitkan dengan kelompok anti-vaksin dan media pemerintah Rusia.

Pembaruan Twitter adalah perluasan aturan situs sebelumnya terkait info yang tidak diverifikasi, yang dapat memicu kepanikan atau keresahan sosial, seperti klaim kekurangan makanan yang memicu panic buying. Sejak itu, perusahaan mengatakan telah menghapus lebih dari 2.230 tweet konten yang menyesatkan dan berpotensi berbahaya.

Tags: , , , , ,


COMMENTS