June 17, 2020

Jaring 2 Juta UMKM Baru, KemenKopUKM Gandeng Lazada Luncurkan ‘Kakak Asuh’ UMKM

Penulis: Rizki Romdoni
Jaring 2 Juta UMKM Baru, KemenKopUKM Gandeng Lazada Luncurkan ‘Kakak Asuh’ UMKM  

Mobitekno – Pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi akselerasi transformasi digital, khususnya sektor UMKM. Melalui program Kakak Asuh UMKM (KAU), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menggandeng Lazada dan e-commerce lainnya untuk menggeber percepatan ini.

Melalui ‘Kakak Asuh’ ini, KemenKopUKM akan mencetak para ahli marketing digital yang bertindak sebagai mentor. Nantinya, mereka akan mendampingi para pelaku UMKM dalam memanfaatkan marketplace secara lebih efisien.

Program ini diselenggarakan melalui penandatanganan Komitmen bersama pelatihan digital marketing melalui Program KAU antara Deputi Bidang Pengembangan SDM KemenKopUKM Ir. Arif Rahman Hakim, M.S., Direktur Utama LLP KUKM (SMESCO Indonesia) Leonard Theosabrata, dan Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Monika Rudijono di Jakarta, Senin (15/6) kemarin.

Calon ‘kakak asuh’ yang ingin bergabung bisa melakukan pendaftaran melalui platform online EDUKUKM.ID. Peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan online sebagai kakak asuh, serta mendapatkan sertifikat online. Kakak asuh kemudian akan melanjutkan dengan mencari UMKM untuk dibantu melakukan penjualan di Lazada.co.id.

“Tantangan UMKM saat ini adalah memaksimalkan pemasaran digital melalui platform online, untuk menjangkau pasar yang lebih luas secara lebih efektif dan efisien. Namun, baru sekitar 13 persen UMKM yang sudah masuk ke online marketplace,” ujar Ir. Arif Rahman Hakim, M.S., Deputi Bidang Pengembangan SDM KemenkopUKM.

Lazada

[Ki-Ka] Direktur Utama LLP KUKM (SMESCO Indonesia) Leonard Theosabrata,, Deputi Bidang Pengembangan SDM KemenKopUKM Ir. Arif Rahman Hakim, M.S. dan Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Monika Rudijono.

Arif menambahkan, upaya mendorong semakin banyak UMKM untuk masuk ke pasar online tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, namun juga perlu melibatkan semua pihak terkait; dalam hal ini Lazada Indonesia sebagai penyedia marketplace, dan komunitas Bolu.ID yang menjadi ruang berbagi pengalaman di antara UMKM. Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini bersifat mutual partnership, tanpa menggunakan APBN.

Sejalan dengan Arif, Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Monika Rudijono menyatakan bahwa tujuan dari program ini adalah agar para pelaku UMKM dapat terus bertahan dan memperluas jangkauan pasar. Lazada sebagai mitra marketplace menyambut baik program ini dengan dukungan nyata mereka melalui digitalisasi untuk UMKM.

“Bentuk bantuannya nanti akan ada alih pengetahuan seluk beluk e-commerce, dimana kami memiliki program pelatihan menyeluruh dari mulai masuk e-commerce hingga menjadi national seller. Nanti kami menggunakan seller-seller yang sudah paham betul seluk beluk berjualan online. Seller-seller kami akan mengadopsi 2-3 seller untuk berada di lingkaran mereka,” papar Monika.

Sementara itu Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata menjelaskan bahwa sebagai lembaga yang terus berupaya membina, memberdayakan, dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Indonesia, SMESCO Indonesia berinisiatif membentuk gerakan KAU.

“Ini dalam upaya membantu para pelaku UMKM Indonesia agar dapat bersaing dan mengembangkan bisnisnya secara optimal melalui platform digital. Kerja sama perdana dengan Lazada Indonesia sebagai pelaku bisnis e-commerce diharapkan bisa berjalan dengan baik dan menjaring 2 juta UMKM baru. Ia juga berharap agar program ini nantinya didukung oleh stakeholder ataupun e-commerce lainnya,” papar Leo.

Program KAU sejalan dengan program Gerakan Nasional (Gernas) #banggabuatanIndonesia yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo 14 Mei 2020 lalu, juga sebagai bagian dari program Bangkitkan Bisnismu yang digagas Lazada Indonesia sejak awal masa pandemi, dalam upaya menjaga keberlangsungan bisnis pelaku bisnis, terutama UKM.

Tags: , , ,


COMMENTS