January 15, 2020

Kemitraan Beracun, Nissan Ingin Cepat Pisah dari Renault?

Penulis: Rizki Romdoni
Kemitraan Beracun, Nissan Ingin Cepat Pisah dari Renault?  

Mobitekno – Eksekutif senior Nissan dikabarkan tengah mempercepat rencana pecah aliansi dari Renault, sebuah rencana yang tampaknya sudah ada sejak mantan Ketua Carlos Ghosn ditangkap di Tokyo dengan tuduhan tidak melaporkan pendapatannya.

Mengutip beberapa sumber yang mengikuti masalah ini, Financial Times melaporkan bahwa Nissan berencana melakukan pemisahan total pada bagian rekayasa dan manufaktur dari Renault, serta perubahan baru pada dewan pembuat mobil Jepang.

Pelarian Ghosn dari Jepang tampaknya menjadi katalis bagi langkah Nissan untuk memetakan potensi perpecahan. Ini menunjukkan bahwa ketegangan antara perusahaan Jepang dan Renault belum bisa dikatakan selesai. Sementara upaya telah dilakukan untuk merekatkan hubungan mereka, kemitraan Nissan dengan Renault menjadi beracun. Banyak eksekutif senior Nissan percaya bahwa perusahaan Prancis justru menjadi hambatan bagi perkembangan perusahaan mereka.

Hingga kini, masih belum terang seberapa besar kemungkinan perpecahan akan terjadi, karena Renault adalah pemegang saham terbesar Nissan, dan mereka telah mendorong perbaikan kemitraan mereka. Bahkan bos Renault Jean-Dominique Senard direncanakan untuk mengumumkan beberapa proyek bersama untuk aliansi dalam beberapa minggu mendatang.

Chairman Renault Jean-Dominique Senard

“Kami tidak dapat bertahan hidup jika kami tidak bergerak cepat sekarang untuk melakukan berbagi nyata,” kata Senard saat wawancara bulan lalu.

Sumber lain menambahkan bahwa CEO Nissan yang baru diangkat Makoto Uchida telah bekerja sama dengan Senard untuk meluncurkan sejumlah proyek bersama ini.

CEO Nissan Makoto Uchida

Tetapi penunjukan Uchida sebagai CEO Nissan telah gagal untuk memadamkan ketidakpercayaan terhadap Renault di dalam perusahaan mobil Jepang, dengan rencana ‘perceraian’ yang dilaporkan hanya akan berfokus pada bagian teknik dan teknologi dari bisnis mereka. Para eksekutif Jepang dikatakan sedang mencari tahu apa yang didapat Nissan dari aliansi dan apa yang diperlukan untuk menyediakan teknik dan manufaktur

Tags: , , , ,


COMMENTS