February 9, 2020

Setengah Abad Mercedes-Benz di Indonesia: Replika Benz Patent-Motorwagen ‘Mejeng’ di Museum Nasional Indonesia

Penulis: Rizki Romdoni
Setengah Abad Mercedes-Benz di Indonesia: Replika Benz Patent-Motorwagen ‘Mejeng’ di Museum Nasional Indonesia  

Mobitekno – Mercedes-Benz memiliki sejarah yang panjang di Indonesia. Pada tahun 1894, kendaraan bermotor pertama hadir di pulau Jawa, yakni Benz Victoria Phaeton yang dimiliki oleh Sultan Solo, Pakoe Boewono X. Sejak itu, Mercedes-Benz telah menjadi luxury brand otomotif terkemuka di Indonesia. Tahun ini menandakan 50 tahun eksistensi Mercedes-Benz di Indonesia, dan sebagai bagian dari perayaan kendaraan bermotor pertama – replika dari mobil Benz Patent-Motorwagen akan didonasikan kepada Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

Mulai dari tanggal 8 hingga 15 Februari 2020, replika mobil Benz Patent-Motorwagen akan dipajang dalam pameran sementara yang bertajuk “Perjalanan menuju 50 tahun kesuksesan Mercedes-Benz di Indonesia” di Museum Nasional Indonesia.

Choi Duk Jun, Presiden Direktur, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, mengatakan, “Kami sangat gembira dapat mendonasikan replika asli mobil pertama di dunia, Benz Patent-Motorwagen, kepada Museum Nasional Indonesia. Mercedes-Benz telah memainkan peran penting dalam sejarah mobilitas di Indonesia karena mobil pertama yang hadir di Indonesia adalah Benz,”

“Dengan donasi ini, kami mendukung Museum Nasional Indonesia dalam menjalankan misinya untuk mengedukasi mengenai wilayah Indonesia dan sejarahnya. Oleh karena itu, kami bangga untuk merayakan 50 tahun Mercedes-Benz di Indonesia dengan berkontribusi pada museum dan upayanya dalam bidang pendidikan dan budaya transportasi,” ungkapnya

Mobil Pertama di Dunia Adalah Benz

Benz Patent-Motorwagen telah menjadi simbol kepioniran dari semangat kesempurnaan. Pada waktunya, kendaraan bermotor roda tiga ini menunjukkan bahwa mobilitas telah mencapai era yang baru. Kendaraan bermotor Daimler telah menjadi kendaraan bermotor roda empat pertama.

Replika mobil Benz Patent Motorwagen juga dipajang dalam pameran sementara Mercedes-Benz Indonesia di Museum Nasional Indonesia selama 8 hingga 15 Februari 2020.

Tenaga Benz Patent-Motorwagen bersumber dari mesin 954 cc satu silinder empat langkah. Desain kendaraan ini sudah memiliki beberapa fitur utama yang ditemukan di sebagian besar mesin pembakaran internal saat ini, termasuk kruk as (crankshaft) dengan penyeimbang, pengapian listrik dan pendingin air. Unit ini dapat menghasilkan tenaga maksimal sebesar 0,55 kW pada 400/menit.

Pada standar pada masa itu, mesin tersebut sangatlah ringan dengan berat sekitar 100 kilogram. Fitur khas lainnya adalah bak mesin terbuka, katup intake yang dapat digeser dengan gagang yang eksentrik, katup pembuangan yang dioperasikan oleh cakram cam, pelatuk klep dan pushrod, serta menggunakan sistem pelumasan tetes. Rancangan Benz pada saat itu menggunakan roda yang sangat besar terpasang secara horizontal pada sasis, karena ia khawatir efek giroskopik dari pemasangan secara vertikal akan mengganggu kemudi dan stabilitas kendaraan.

Campuran bahan bakar dengan udara diproses melalui ‘permukaan’ atau karburator penguapan, sebuah rancangan Benz lainnya yang juga berfungsi sebagai tangki bahan bakar 4,5 liter. Kendaraan tersebut membutuhkan sekitar 10 liter bensin untuk setiap 100 kilometer perjalanan. Fakta bahwa kapasitas bahan bakar tidak memadai untuk jarak yang lebih jauh bukanlah masalah besar pada awalnya. Tujuan utama Benz Patent-Motorwagen adalah untuk menunjukkan bahwa desain keseluruhan – dan konsep kendaraan mobil – sesuai dengan kegunaannya.

1970: Berdirinya Mercedes-Benz di Indonesia

Pada tahun 1970, PT Star Motors Indonesia – merupakan hasil joint venture antara Daimler-Benz AG dan PT Gading Mas – didirikan sebagai agen tunggal produk Daimler-Benz di Indonesia. Pada tahun yang sama, pabrik perakitan baru PT German Motor Manufacturing dibangun untuk produksi produk Daimler-Benz. Pada tahun 1971, pabrik di Tanjung Priok, Jakarta, memulai produksi massal kendaraan komersial, Mercedes-Benz 911. Produksi truk kemudian diikuti oleh perakitan bus dan mobil penumpang.

[Kiri ke Kanan] Patrick Schwind – President Director of PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Choi Duk Jun – President Director of PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Dra. Siswanto – Director of Museum Nasional, Hilmar Farid, Ph.D. – Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Tim Grieger – President Director of PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia, Jung Woo Park- President Director of PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia berfoto bersama setelah penandatanganan prasasti sebagai bentuk donasi Benz Patent-Motorwagen kepada Museum Nasional Indonesia.

Pada tahun 1973, PT German Motor Manufacturing memulai produksi Mercedes-Benz 200, 240 D dan 280 dari seri kendaraan W 115. Untuk mengakomodasi pertumbuhan produksi mobil penumpang dan kendaraan niaga, Mercedes-Benz mulai beroperasi di pabrik perakitan lokal baru yang berlokasi di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat pada tahun 1982. Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, merupakan perakitan lokal PT Mercedes-Benz Indonesia dan PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing di Indonesia, saat ini pabrik telah merakit mobil penumpang (tipe C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE dan GLS), truk (Axor) dan sasis bus.

“Kami sangat bangga telah menjadi bagian dari acara perayaan 50 tahun Mercedes-Benz di Indonesia hari ini. Sejak kendaraan komersial Mercedes-Benz pertama dirakit di pabrik di Indonesia – saat itu Mercedes-Benz L 911 di Tanjung Priok, Jakarta – perusahaan kami telah menjadi bagian dari kontribusi industrialisasi di Indonesia. Selain itu, kami dalam tahap perjalanan mengembangkan transportasi umum melalui bus-bus kami”, tutup Jung-Woo Park, Presiden Direktur, PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia.

Tags: , , ,


COMMENTS