September 5, 2020

Ini Saran F5 Agar Aktivitas Digital Selama Pandemi Berjalan Nyaman dan Aman

Penulis: Desmal Andi
Ini Saran F5 Agar Aktivitas Digital Selama Pandemi Berjalan Nyaman dan Aman  

Mobitekno – Adanya pandemi Covid-19 membuat banyak orang beralih ke aktivitas digital dalam kesehariannya. Tidak hanya untuk melakukan pekerjaan, melakukan pemeriksaan kesehatan hingga bersilaturahmi pun juga dilakukan secara virtual. Pemerintah bahkan mencatat adanya peningkatan sebesar 600% dalam hal jumlah download aplikasi kesehatan. Dari hasil tersebut terdapat 32 juta pengguna telehealth baru selama pandemi.

Dari banyaknya jumlah download dan aplikasi yang digunakan, tentunya bisa memancing pihak lain untuk berbuat tidak baik kepada pengguna aplikasi tersebut. Apalagi bagi pengguna awam yang baru beradaptasi dengan sebuah aplikasi. Menyikapi hal ini, Bobby Limitra selaku Solutions Engineer F5 Indonesia memberikan beberapa tips agar aktivitas digital yang dilakukan masyarakat bisa dijalankan lebih aman dan nyaman.

Menurut Bobby, semakin banyak aplikasi yang digunakan tentu semakin mengundang hacker untuk mengganggunya. Pengguna yang awam atau baru beradaptasi bisa menjadi sasaran empuk para hacker untuk mencuri data. Kebocoran data akibat pembobolan, angkanya memang masih tinggi. Sebangak 45% pembobolan diakibatkan oleh aktivitas hacking di aplikasi web, dan 80% diantaranya menggunakan metode brute force.

F5 sebagai perusahaan yang memiliki solusi keamanan data cloud tentunya peduli akan hal ini. F5 pun mendorong dan selalu menekankan kepada setiap perusahaan agar melakukan tindakan-tindakan berarti guna mencegah kebocoran data. F5 pun menyarankan agar perusahaan sering melakukan ‘Secure Coding Practice”. Hal ini karena banyak para admin hanya fokus pada fungsi, tetapi melupakan keamanan di aplikasi coding.

Selain itu, F5 pun meminta perusahaan agar selalu menginkripsi datanya terlebih dahulu sebelum dikirim ke jaringan. Dan sebagai bentuk tambahan pengamanan, perusahaan harus selalu menggunakan aplikasi firewall. Contohnya seperti F5 Advanced WAF yang dapat melakukan virtual patching untuk menutup celah keamanan. Dengan cara-cara ini, perusahaan bisa menjamin keamanan kepada seluruh karyawannya dalam hal berkirim data yang memanfaatkan jaringan perusahaan.

Tidak hanya itu saja. Dalam mengakses internet pun, F5 menyarankan untuk melakukan dengan cara yang lebih aman. Salah satu contohnuya dengan menggunakan SSL VPN. Cara ini bisa mengamankan data yang dikirim sekaligus dapat membatasi akses ke aplikasi di jaringan perusahaan. F5 pun memiliki solusi ini melalui F5 Access Policy Manager. Solusi ini dapat melakukan pemeriksaan perangkat yang digunakan untuk mengakses VPN.

“SSL/TLS mengamankan data saat transit di jaringan dengan melakukan enkripsi sehingga data tidak dapat disadap atau dicuri saat data dikirim. SSL/TLS sendiri tidak mengamankan dan membatasi akses pengguna ke aplikasi,” ujar Bobby.

Kenyamanan untuk Video Conference

Video conference kini menjadi aktivitas yang hampir dilakukan setiap orang di masa pendemi Covid-19. Tidak hanya untuk pekerja. Para pelajar pun juga melakukan hal ini dengan sistem Pembelajaran jarak Jauh. Namun begitu, banyak orang bertanya-tanya, apakah aktivitas video conference yang dilakukannya sudah benar-benar aman atau belum. Mengingat pada awal pandemi, isu mengenai celah keamanan aplikasi video conference sempat menyebar luas.

Memang, sebagian besar trafik internet masa kini adalah video, mulai siaran langsung hingga on-demand. Termasuk diantaranya telemedicine. Semuanya meningkat penggunaannya selama pandemi berlangsung. Bahkan di tahun ini diperkirakan live video akan mencapai 13% dari total trafik video di internet. Masalahnya, kapasitas dan performa remote access juga dipengaruhi oleh penggunaan aplikasi berbasis SaaS (Software as a Service).

“Layanan video real-time dan streaming yang sebagian besar dilakukan SaaS berarti seluruh trafik dialihkan melalui layanan remote access. Faktanya, saat ini banyak orang menggunakan laptop yang sama untuk bekerja dan bermain. Mungkin sembari bekerja, mereka ingin melihat video sebentar atau sekadar menyaksikan satu episode serial favorit untuk meredakan stres. Ini memberi beban pada layanan remote access,” ungkap Bobby.

Agar semuanya berjalan lancar, F5 pun menyarankan untuk mengubah konfigurasi yang ada agar beban remote access bisa sedikit berkurang. Caranya:

  1. Menggunakan split tunneling: Cara ini bisa menentukan trafik mana saja yang diperbolehkan melintasi remote access. Trafik lain yang tidak diperlukan bisa menggunakan jalur lain.
  2. Matikan kompresi: Ini bisa mengurangi beban sistem. Dengan begitu, hal ini dapat meningkatkan performa secara keseluruhan.
  3. Menurunkan resolusi: Ini langkah terakhir jika kedua cara sebelumnya tidak memungkinkan untuk dijalankan. Penurunan resolusi video tentu bisa menambah performa.
Prioritaskan trafik yang diperlukan saja untuk melewati remote access, agar aktivitas seperti ini bisa lebih lancar.

Tips Nyaman dan Aman Berinternet

Dari aktivitas yang sudah disebutkan tadi, F5 pun memberikan tips yang diharapkan bisa menambah rasa aman masyarakat dalam mengakses internet. Berikut ini tips dari Bobby Limitra:

  1. Lindungi informasi pribadi dan privasi: Jangan membagikan data pribadi seperti alamat rumah, serta informasi penting dan pribadi lainnya, kepada jutaan orang di internet. Nyalakan setting privasi pada browser dan website sosial media yang Anda gunakan.
  2. Lakukan safe browsing dan amankan koneksi Anda dengan VPN: Jangan termakan konten pancingan yang dikirimkan baik melalui email maupun channel lainnya. Hindari menggunakan koneksi Wi-Fi publik terutama ketika bekerja karena belum tentu aman. Sebaiknya, pastikan perangkat Anda terlindungi dan hanya gunakan koneksi VPN yang aman untuk mengakses internet atau bekerja di saat WFH.
  3. Berhati-hati dengan apa yang Anda download: Tujuan utama penjahat siber adalah membuat Anda download malware yang memiliki virus atau mencoba mencuri informasi pribadi. Malware ini bisa disembunyikan di dalam video game yang sedang populer, ataupun lampiran email. Jangan download aplikasi atau file yang mencurigakan dari sumber yang tidak terpercaya.
  4. Gunakan password yang kuat: Pilih password unik yang rumit dengan menggunakan kombinasi huruf, angka, dan karakter spesial sehingga penjahat siber tidak mudah membobolnya. Gunakan software manager password untuk mengelola beberapa password dengan lebih aman.

 

Tags: ,


COMMENTS