October 29, 2019

Huawei Jalin Kerja Sama dengan BSSN di Bidang SDM Keamanan Siber

Penulis: Karyo | Editor: Rizki Romdoni
Huawei Jalin Kerja Sama dengan BSSN di Bidang SDM Keamanan Siber  

Mobitekno – Era penerapan teknologi 5G yang menjadi suatu keniscayaan yang akan terjadi didepan mata kita.
Segalanya akan terhubung seiring dengan eranya IoT yang semakin menjadi kenyataan. Revolusi industri 4.0 akan segera terwujud di semua sektor. Satu sisi hal itu akan mempermudah dan mempercepat proses modernisasi industri yang semuanya terkoneksi dengan jaringan internet, sehingga terkoneksinya setiap lini kehidupan.

Namun di sisi lain semakin banyaknya semua perangkat TI terhubung maka semakin mempermudah celah terjadinya serangan dan gangguan. Hal tersebut membawa risiko tersendiri terhadap keamanan lalu lintas informasi, seperti munculnya ancaman serangan siber serta upaya-upaya pembobolan data.

Menyikapi hal itu, Huawei, perusahaan TIK terkemuka di dunia, telah mengumumkan ditandatanganinya nota kesepahaman dan kesepakatan kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tentang pengembangan keamanan siber terutama dalam rangka pengembangan kapasitas sumber daya manusia
di bidang keamanan siber.

Kerjsama tersebut dalam rangka pembangunan kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber, serta
knowledge sharing terhadap ancaman-ancaman keamanan siber di dunia yang kian terkoneksi saat ini,
melalui serangkaian capacity building berupa seminar dan workshop yang diperuntukkan bagi peserta
dari beragam sektor dan industri, dari pemerintahan, bisnis, komunitas, akademisi, hingga masyarakat
umum.

Menurut Jacky Chen, CEO, Huawei Indonesia mengungkapkan bahwa kesadaran serta pemahaman
masyarakat terhadap keamanan dan pendeteksian dini terhadap ancaman siber penting untuk terus ditingkatkan seiring dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam menerbitkan regulasi untuk mewujudkan keamanan siber yang makin solid.

“Hal yang juga tidak kalah pentingnya adalah kebutuhan terhadap strategi kemanan siber yang didukung
oleh manajemen risiko yang cerdas yang mampu mengantisipasi segala bentuk ancaman terhadap
keamanan siber dalam rangka melindungi sektor-sektor penting di industri maupun obyek-obyek vital
nasional,” ujarnya saat penadatangan kerjasama tersebut di Jakarta, Selasa (29/10).

Menurutnya, agar selalu berada di garis terdepan dalam upaya memperkuat keamanan siber, dibutuhkan pola pikir selangkah lebih jauh. “Hal ini menuntut peran serta komitmen dari seluruh pihak untuk mengubah cara pandang dan menerapkan langkah-langkah strategis yang lebih konkret dalam upaya memperkokoh keamanan, mengantisipasi isu-isu terkait privasi, membangun kesadaran masyarakat, serta dalam menghadirkan solusi-solusi perlindungan dan keamanan siber,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan, kehadiran teknologi mutakhir seperti Artificial Intelligence (AI) saat ini tidak
bisa dimungkiri lagi. Di masa depan, teknologi AI akan hadir di setiap lini dan membawa risiko yang
signifikan di bidang keamanan komputasi. Namun, di sisi lain, AI juga dapat dimanfaatkan sebagai
peranti yang esensial dalam membangun sistem pertahanan siber, dari pengembangan sistem deteksi
dini malware, hingga mengantisipasi setiap serangan yang dibidikkan ke jaringan komputasi.

Perannya signifikan dalam memperkokoh strategi keamanan siber, serta dalam upaya meningkatkan
skala respons terhadap ancaman keamanan. Ini dapat terwujud berkat kapabilitasnya yang mampu menganalisis, mengobservasi, hingga mendeteksi adanya indikasi kejanggalan di jaringan secara cerdas.

Sementara itu Letjen Purnawirawan Hinsa Siburian, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara mengungkapkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama hari ini menandani komitmen BSSN dan Huawei dalam berperan serta dalam membangun ruang siber yang cerdas dan aman, sekaligus sebagai upaya dalam meningkatkan kepercayaan digital (digital trust) di Indonesia.

Ini sejalan dengan visi yang diemban oleh BSSN dalam mengupayakan terwujudnya keamanan siber nasional secara efektif dan efisien melalui pendayagunaan, pengembangan, serta pengonsolidasian seluruh elemen keamanan siber.

“Kerja sama ini juga diharapkan menjadi sarana kolaborasi dalam pengembangan riset di bidang keamanan siber yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitas personil maupun teknologi demi terwujudnya keamanan siber nasional yang kokoh,” ujar Hinsa dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (29/10).

“BSSN tidak bisa mengakomodir semua (kepentingan), tetapi apa yang baik dan terbaik untuk kita, kita harus kerja sama, terutama dibidang teknologi informasi saat ini. Kerja sama dengan Huawei adalah dalam bentuk pengembangan sumber daya manusia, pelatihan-pelatihan, kemudian di bidang Riset dan Pengembangan (R&D), dari MoU akan BSSN tindak lanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS),” jelas Hinsa dalam sambutannya.

Menyusul ditandatanganinya nota kesepahaman dan kesepakatan kerja sama, Huawei bersama BSSN akan menggelar serangkaian seminar pengembangan kapasitas untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memperkokoh keamaman siber di lintas sektor dan industri. Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Huawei dalam mendukung terbangunnya standar keamanan dan privasi data menuju era 5G yang kian terkoneksi.

Tags: , , ,


COMMENTS