October 28, 2019

Tetap Melisensikan Arsitektur Chip ke Huawei, ARM Tidak Tunduk Pada Larangan Perdagangan AS

Penulis: Rizki Romdoni
Tetap Melisensikan Arsitektur Chip ke Huawei, ARM Tidak Tunduk Pada Larangan Perdagangan AS  

Mobitekno – Produsen chip semikonduktor ternama, ARM dikabarkan akan tetap melisensikan arsitektur chipnya ke Huawei. Menurut laporan dari Reuters, tim hukum perusahaan telah mencapai keputusan bahwa arsitektur ARM v8 dan v9 adalah teknologi asal Inggris. Oleh karenanya perusahaan tidak tunduk pada larangan perdagangan Amerika Serikat yang membatasi perusahaan AS untuk bekerja sama dengan Huawei. Larangan itu diberlakukan, karena masalah keamanan nasional terkait perusahaan telekomunikasi China.

“ARM dapat memberikan dukungan kepada HiSilicon untuk arsitektur ARM v8-A, serta generasi berikutnya dari arsitektur itu dengan mengikuti tinjauan komprehensif dari kedua arsitektur, yang telah ditentukan berasal dari Inggris,” tegas juru bicara ARM kepada Reuters.

Keputusan ini merupakan kabar baik bagi Huawei, karena memungkinkan perusahaan terus membuat chip sendiri untuk perangkatnya melalui HiSilicon, perusahaan semikonduktornya. Sementara produk seperti prosesor Huawei Kirin 990 yang dirancang secara mandiri, perusahaan sangat bergantung pada desain ARM untuk CPU dan GPU. Tanpa lisensi ARM, Huawei akan secara efektif tidak dapat menghasilkan prosesor baru, membuat keputusan yang substansial mengenai kemampuan Huawei untuk memproduksi ponsel baru.

ARM memutus hubungan dengan Huawei pada Mei yang disebabkan larangan perdagangan Trump. ARM berbasis di Inggris dan dimiliki oleh SoftBank Group di Jepang, tetapi perusahaan tersebut memiliki kantor di Amerika Serikat, California, Washington, Arizona, Texas, dan Massachusetts dimana karyawan – setidaknya secara teori – membantu mengembangkan desain prosesor. Sekarang, dengan ARM menyimpulkan bahwa chip-nya adalah “asal Inggris,” memberikan sinyal bahwa mereka tidak tergolong dalam larangan AS.

Namun ini bukanlah akhir dari masalah Huawei. Ponsel baru yang dijual oleh perusahaan masih tidak dapat menawarkan aplikasi dan layanan Google (termasuk Play Store), yang sangat penting untuk benar-benar menjual perangkat Android di luar China. Tetapi dengan ARM terus bekerja dengan Huawei, setidaknya akan dapat terus membuat ponsel.

Tags: , , , ,


COMMENTS