April 22, 2019

Menurut Huawei, Adposi 5G akan Lebih Cepat Daripada 3G dan 4G

Penulis: Iwan RS
Menurut Huawei, Adposi 5G akan Lebih Cepat Daripada 3G dan 4G  

Mobitekno – Meski baru akan diadopsi di beberapa negara saja secara komersial (Cina, Jepang, Korea Selatan, AS, dan negara-negara Eropa), Huawei memprediksi bakal ada 2,8 miliar pengguna yang menggunakan teknologi 5G pada tahun 2025.

Optimisme ini disampaikan oleh Ken Hu, Deputi Chairman Huawei, dalam acara Global Analyst Summit ke-16 di Shenzhen China yang dihadiri oleh lebih dari 680 peserta dari berbagai kalangan.

“Dunia cerdas telah hadir. Kita semua bisa merasakannya. Industri TIK hari ini dihadapkan dengan berbagai peluang perkembangan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Teknologi 5G hadir lebih cepat dari yang kita kira dan perkembangan perangkat 5G kini sudah sama cepatnya dengan perkembangan jaringan 5G,” kata Ken Hu.

Ken Hu juga menambahkan jika teknologi 5G diadopsi lebih cepat diterima dan diadopsi daripada teknologi sebelumnya (3G dan 4G).

Apabila dilihat perkembangan teknologi jaringan sebelumnya berdasrkan skala penggunaan 500 juta orang, era 3G sudah berlangsung selama 10 tahun dan 4G setidaknya lima tahun. Adapun adopsi 5G dengan 500 pengguna diprediksi hanya membutuhkan waktu hanya selama tiga tahun.

Huawei bahkan sudah mengantongi 40 kontrak komersial 5G dan melakukan shipment (pengapalan) lebih dari 60 ribu BTS 5G di seluruh dunia.

Hu menegaskan tekad Huawei dalam berinovasi, sekaligus menyatakan komitmen perusahaan untuk berinvestasi di masa kini dan masa depan.

“Huawei tidak hanya mengejar kesuksesan bisnis, tetapi bagaimana caranya Huawei bisa mendorong pertumbuhan industri dan kemajuan masyarakat. Tujuan besar Huawei adalah menghadirkan berbagai manfaat dari dunia yang cerdas dan sepenuhnya terhubung di masa depan,” kata Hu.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Institut Riset Strategis Huawei William Xu mengumumkan Huawei yang menyongsong era “Inovasi 2.0” yang berfokus terhadap penemuan dan terobosan berorientasi visi.

“Institut Riset Strategis Huawei akan berfokus terhadap teknologi mutakhir dalam lima tahun ke depan. Setiap tahun kami menginvestasikan 300 juta dolar AS untuk mendanai riset akademis terkait ilmu dasar dan teknologi, serta inovasi. Hal tersebut merupakan bagian penting dari upaya riset perusahaan,” kata Xu.

Huawei juga akan terus bekerja sama dengan universitas/institusi riset untuk mendorong inovasi dalam teori dan teknologi dasar, untuk mendorong riset di industri dan dunia secara keseluruhan.

Tags: , , , , ,


COMMENTS