October 21, 2019

Bukan ‘Kaleng-kaleng’, 20 Board Game Indonesia Siap Unjuk Gigi di Ajang Essen SPIEL 2019

Penulis: Rizki Romdoni
Bukan ‘Kaleng-kaleng’, 20 Board Game Indonesia Siap Unjuk Gigi di Ajang Essen SPIEL 2019  

Mobitekno – Mengulang kesuksesan tampil di kancah internasional tahun lalu, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) akan kembali hadir di acara tahunan Essen SPIEL 2019 yang berlangsung di Jerman, 24-26 Oktober 2019. Kali ini mereka akan membawa 20 judul board game yang telah lolos kurasi dan penjurian yang dilakukan pada 13 September 2019 di Jakarta.

Sebagai evaluasi tahun lalu, Bonifasius Wahyu Pudjianto selaku Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri menyebutkan ada tiga pencapaian penting yang berhasil dibawa pulang Bekraf dan APIBGI, yaitu lisensi yang diterima oleh board game Roket Raket, lokalisasi board game “Azul”, dan board game “Buto Ijo dan Timun Emas” yang sukses mendapat publisher game internasional untuk dipasarkan ke 26 negara.

“Jadi, di sana kami tak hanya mengikuti pameran, namun juga membuat jejaring dengan para publisher. Harapannya, semoga board game kita semakin banyak yang masuk pasar dunia,” ungkap Bonifasius di hadapan awak media di Activation Lounge ICINC Expo, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Kamis (17/10).

APIBGI dan BEKRAF optimis, industri board game Indonesia akan makin besar, dan board game yang akan unjuk gigi di Jerman juga akan mengharumkan nama Indonesia.

“Kami melihat rumpun permainan yang menarik, benar-benar dilakukan secara face to face, kontak sosial yang tinggi, sehingga berdampak jauh lebih baik. Ini bentuk edukasi yang efektif, karena bisa menterjemahkan pendidikan dalam bentuk board game. Ada juga yang sifatnya budaya, ini tentu sangat baik bila terdistribusi ke negara lain,” papar Boni sapaan akrabnya.

Patut diakui proses engagement memang butuh waktu, karenanya fokus Bekraf bersama APIBGI bukan menyasar pasar board game domestik melainkan memperkenalkan diri ke pasar internasional. Pertumbuhan board game khusus di Indonesia kembali diakui APIBGI masih kebanjiran board game impor.

“Maka dari itu, kualitas board game Indonesia ‘kan sudah sangat bagus, sudah saatnya pemerintah mendorong board game Indonesia untuk menunjukkan karya mereka di level dunia,” jelas Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Puji Mulia Simandjuntak.

Untuk diketahui, APIBGI atau Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia merupakan asosiasi yang menaungi para pelaku industri board game di Indonesia, baik rekan penerbit, perancang, hingga distributor, retailer dan akademisi terkait. Berdiri tahun 2017 di kota Solo, APIBGI berharap dapat mengakselerasi tumbuh kembangnya industri board game Indonesia untuk tidak hanya dapat bersaing secara global, namun juga menjadi bagian dari kultur bermain masyarakat Indonesia.

Tags: , , , ,


COMMENTS