September 20, 2019

Lembaga Survei Nielsen: GoFood Pemimpin untuk Layanan Pesan-Antar Makanan di Indonesia

Penulis: Rizki Romdoni
Lembaga Survei Nielsen: GoFood Pemimpin untuk Layanan Pesan-Antar Makanan di Indonesia  

Mobitekno – Minat masyarakat perkotaan terhadap layanan pesan-antar makanan sudah berada di tahap memuaskan, khususnya GoFood. Hal ini dibuktikan dari hasil riset Nielsen Singapura berjudul Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market yang mengungkapkan 84% masyarakat pengguna satu aplikasi pesan-antar makanan menganggap GoFood menawarkan layanan pesan-antar makanan terbaik di Indonesia, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri (39%).

Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea, menyatakan bahwa kenyamanan konsumen merupakan faktor utama yang menggerakkan pertumbuhan bisnis ini. Dengan 95% masyarakat Indonesia memilih untuk membeli makanan siap santap, industri pesan antar makanan mempunyai potensi pertumbuhan yang besar.

“Penelitian kami terkait perilaku pengguna layanan pesan-antar makanan di Indonesia mengungkapkan banyak peluang yang belum tersentuh di Indonesia,” ujar Garick saat memaparkan hasil riset Nielsen di Jakarta, Kamis (19/9).

Hasil survei tersebut juga berbanding lurus dengan pertumbuhan GoFood di Indonesia dan Asia Tenggara. Dalam enam bulan terakhir, tercatat jumlah transaksi GoFood meningkat dua kali lipat mencapai lebih dari 50 juta transaksi di seluruh Asia Tenggara setiap bulannya.

Melihat hal ini, Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo mengungkapkan bahwa GoFood memang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Pencapaian ini merupakan bukti nyata kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap inovasi teknologi dan inisiatif yang terus dihadirkan GoFood selama empat tahun terakhir.

“Kami terus menjadi pemimpin pasar di layanan food-delivery dengan pangsa pasar 75% di Indonesia,” tegas Catherine.

Setidaknya ada 5 hal mengapa kepercayaaan konsumen perkotaan tinggi terhadap GoFood:

  1. GoFood dianggap punya pilihan menu beragam dan dengan merchant beragam, masing-masing oleh 87% dan 83% konsumen urban.
  2. Aplikasi GoFood dianggap user friendly dan mudah digunakan oleh 83% konsumen urban.
  3. Mitra driver Gojek juga dinilai ramah, sopan dan informatif oleh 82% konsumen urban.
  4. Top-up untuk pembayaran melalui aplikasi dinilai mudah oleh 82% konsumen urban.
  5. GoFood juga dianggap sebagai layanan pesan-antar makanan tercepat oleh 79% konsumen urban.

Kunci sukses memenangkan hati konsumen tak lepas dari pemahaman GoFood terhadap konsumen Indonesia yang gemar kuliner, dimana data Nielsen menyebutkan 95% masyarakat Indonesia membeli masakan siap santap di luar rumah dalam tiga bulan terakhir.

“Pemahaman ini kami terjemahkan pada kejelian dalam memberikan superior user experience kepada konsumen. Program diskon merupakan satu hal, yang lainnya adalah teknologi Machine Learning, kami menerapkan personalized user experience untuk meningkatkan kenyamanan dan kecepatan layanan GoFood kepada konsumen,” lanjut Catherine.

GoBiz Tumbuhkan Pendapatan Merchant 3,5 kali Lipat

Bukan hanya pelanggan yang diuntungkan, mitra merchant pun ikut kebagian ‘manisnya’. Melalui inovasi terbaru GoFood, yakni GoBiz, merchant bisa mengakses data untuk membantu menganalisis performa bisnis dari waktu ke waktu hingga mengelola operasional sehari-hari. Yang menarik dari aplikasi ini, merchant bisa secara mandiri mengatur dan menawarkan promo khusus untuk restoran mereka sendiri.

Catherine mengklaim teknologi ini telah terbukti meningkatkan pendapatan rata-rata merchant hingga 3.5 kali. Saat ini, di GoFood telah ada lebih dari 400 ribu merchant, di mana 96% mitra merchant GoFood adalah pelaku kuliner yang memulai usahanya dari bisnis kecil dan rumahan.

Kesuksesan GoFood dalam menumbuhkan sektor pesan-antar makanan di Indonesia bisa dilihat dari laporan Google bertajuk “e-Conomy SEA” pada tahun 2018 yang menunjukkan bahwa pasar online food delivery pada tahun 2015 (tahun di mana GoFood diluncurkan) hanya di angka US$ 0,9 miliar dan menjadi US$ 3,7 miliar di Indonesia pada tahun 2018.

Tags: , , , , ,


COMMENTS