February 20, 2019

Go-Pay Berkolaborasi dengan Filantropi Indonesia Hadirkan Program Donasi Digital

Penulis: Iwan RS
Go-Pay Berkolaborasi dengan Filantropi Indonesia Hadirkan Program Donasi Digital  

Mobitekno – ‘Go-Pay for Good’, sebuah proyek sosial dari Go-Pay, bekerja sama dengan Filantropi Indonesia untuk membuka wadah atau saluran baru untuk melakukan donasi. Dengan kerjasama ini, siapa saja yang berkontribusi pada kegiatan amal Filantropi Indonesia telah dapat memberikan donasi atau sumbangannya secara digital melalui Go-Pay.

Filantropi Indonesia adalah lembaga nirlaba yang bergerak dalam aktivitas filantropi di Indonesia melalui layanan donasi. Kerja sama ini tentunya sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong masyarakat lebih memilih transaksinya tanpa uang tunai (cashless society) di masa mendatang.

Ada tiga komponen utama dalam kolaborasi ini, antara lain memfasilitasi organisasi anggota Filantropi Indonesia dalam pemanfaatan Go-Pay dalam donasi digital, capacity building bagi organisasi anggota Filantropi Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital untuk donasi, dan kampanye bersama terkait donasi digital.

Kolaborasi Go-Pay, sebagai layanan fintech dari ekosistem Go-Jek, dengan Filantropi Indonesia merupakan bagian dari inisiatif ‘Go-Pay for Good’ yang bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia dalam melakukan donasi secara cepat, mudah, aman, dan transparan.

GO-PAY dan Filantropi Indonesia

Program ‘GoPay for Good’ mulai digelar Go-Pay dengan berkolaborasi dengan badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam menghadirkan inovasi sedekah digital menjelang bulan suci ramadhan pada tahun 2018 lalu.

Aldi Haryopratomo, CEO Go-Pay, mengatakan bahwa sejak dulu hingga sekarang dirinya terus melihat banyak gerakan peduli sesama yang diinisiasi oleh masyarakat Indonesia. Ia melihat gerakan-gerakan sosial seperti Gojek peduli anak yatim dan berbagai serta inisiatif yang dilakukan oleh mitra-mitra Gojek dalam mengumpulkan bantuan untuk korban bencana di penjuru Indonesia.

“Saya menyadari bahwa orang Indonesia memiliki semangat untuk membantu sesama yang luar biasa. Go-Pay ingin mempermudah donasi hanya dengan scan QR” ujar Aldi, di Jakarta, Senin (18/2/2019).

Pengguna Go-Pay yang ingin berdonasi cukup men-scan kode QR (dari masing-masing badan amal, rumah ibadah) atau memilih Go-Pay sebagai metode pembayaran. Menurut Go-Pay, donasi via pembayaran digital mereka telah telah berhasil mengkumpulkan dana Rp 13 miliar dari 131 ribu donatur.

GO-PAY dan Filantropi Indonesia

Dr. Marjuki, M.Sc, Staf Ahli Menteri Sosial RI Bidang Aksesibilitas Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia yang juga hadir mengapresiasi inovasi dan kemitraan strategis dalam peningkatan donasi digital ini. Marzuki berharap kesenjangan sosial di Indonesia dapat ditekan dengan adanya inovasi donasi digital dari Go-Pay tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi donasi digital yang dihadirkan oleh Go-Pay yang kemudian semakin diperkuat melalui kolaborasinya dengan Filantropi Indonesia. Dalam beberapa tahun belakangan, tingkat ketimpangan sosial di Indonesia semakin menurun dengan Koefisien Gini kurang dari 0,4 di tahun 2018. Harapannya, dengan adanya inovasi donasi digital seperti ini, angka tersebut dapat semakin diturunkan dan kita dapat bersama-sama membangun Indonesia yang lebih sejahtera secara merata,” ujar Marjuki.

Erna Witoelar, Co-Chair Badan Pengarah Filantropi Indonesia, yang cukup lama melintang di dunia filantropi berharap kolaborasi dengan Go-Pay dapat mengakselerasi transformasi filantropi di Indonesia dari sistem konvensional ke digital. Menurutnya, Pemanfaatan pembayaran digital ini dapat meningkatkan efektivitas dan jangkauan kegiatan filantropi, khususnya penggalangan donasi publik. Organisasi filantropi atau yayasan sosial dan masyarakat yang menjadi donaturnya akan dimudahkan dalam penggalangan dan pembayaran donasi.

Erna optimis jika pemanfaatan pembayaran digital ini akan dapat meningkatkan jumlah donasi. “Potensi donasi kita cukup besar dan nilainya mencapai Rp 200 triliun, tapi yang terkumpul secara terorganisir baru sekitar Rp 6 triliun per tahun,” tambahnya.

Tags: , , , ,


COMMENTS