October 16, 2019

Bermasalah Pada Perangkat Pengisian, Harley-Davidson Setop Produksi LiveWire

Penulis: Rizki Romdoni
Bermasalah Pada Perangkat Pengisian, Harley-Davidson Setop Produksi LiveWire  

Mobitekno – LiveWire, sepeda motor listrik besutan Harley-Davidson untuk sementara waktu akan berhenti diproduksi, karena terbentur masalah peralatan pengisian sepeda motor, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal. Perusahaan mengatakan kepada Journal bahwa motor listrik LiveWire masih aman untuk dikendarai, dimana motor ini dibanderol senilai US$30.000 (Rp423.390.000,00). Padahal, motor listrik ini baru saja memulai pengapalan pada bulan September.

LiveWire pertama kali diperkenalkan sebagai sepeda motor konsep pada tahun 2014. Proyek ini kemudian menghilang dari sorotan selama beberapa tahun sebelum Harley-Davidson memperkenalkan kembali LiveWire dalam bentuk siap produksi pada bulan November 2018.

Harley-Davidson telah memposisikan LiveWire sebagai bagian penting dari inisiatif perusahaan yang luas untuk menarik pengendara baru yang lebih muda, ketika mencoba membalikkan bisnis pasca-resesi yang lesu. Konon, motor ini dibanderol dengan harga sangat tinggi, US$10.000 di atas motor listrik termahal yang ada di pasaran saat ini.

harley-livewire

Harley-Davidson LiveWire

Pihak Harley-Davidson hanya mengeluarkan pernyataan buram tentang masalah pengisian itu. Mereka menyatakan, “Saat kami memimpin dalam elektrifikasi sepeda motor, kami telah mengirimkan sepeda motor LiveWire pertama ke dealer LiveWire yang resmi. Kami baru-baru ini menemukan kondisi non-standar selama pemeriksaan kualitas akhir; menghentikan produksi dan pengiriman, dan mulai pengujian dan analisis tambahan, yang mengalami kemajuan dengan baik.

“Kami berhubungan dekat dengan dealer dan pelanggan kami. Kami juga telah meyakinkan mereka bahwa mereka dapat terus mengendarai sepeda motor LiveWire. Seperti biasa, kami menjaga kualitas tinggi sebagai prioritas utama kami,” lanjut mereka.

Harley-Davidson bukan satu-satunya perusahaan yang mengalami masalah dengan peluncuran kendaraan listrik pertamanya tahun ini. Pada bulan Juni, Audi mengeluarkan penarikan E-Tron, SUV listriknya, atas kekhawatiran tentang kebakaran baterai (meskipun tidak ada yang dilaporkan). Beberapa pekan kemudian, startup Cina EV NIO juga menarik kembali SUV listrik pertamanya setelah beberapa kendaraan terbakar.

Tags: , , ,


COMMENTS