May 14, 2019

Alasan Sukimin Thio Menekuni Fotografi Cityscape dan Tips Bagaimana Cara Memotret Cityscape

Penulis: Rizki Romdoni
Alasan Sukimin Thio Menekuni Fotografi Cityscape dan Tips Bagaimana Cara Memotret Cityscape  

Mobitekno – Bagi Anda penggemar fotografi yang sudah bosan dengan konsep fotografi landscape, tidak ada salahnya untuk mencoba konsep baru, cityscape, sebuah foto landscape dengan pemandangan gedung-gedung pencakar langit. Meski terhitung ‘aliran’ baru, bagi mereka yang mengandalkan smartphone untuk memotret, konsep ini patut dicoba.

Salah satu fotografer yang menekuni konsep cityscape adalah Sukimin Thio yang memandu 40 orang pengguna smartphone Huawei dalam pagelaran Huawei Next-Image Masterclass, Sabtu (11/5) kemarin, untuk menjajal kamera smartphone Huawei mengambil foto cityscape. Alasannya, banyak orang menyukai hasil foto cityscape. Foto bagus yang bisa dipotret tanpa harus pergi jauh-jauh.

“Alasan lain saya hobi memotret cityscape, karena mudah, fleksibel dan murah,” ucap Thio saat berbincang kepada wartawan di Jakarta.

Berikut adalah panduan saat Anda ingin menjajal foto cityscape:

Optimalkan Mode Pro atau Mode Malam di Huawei P30 Series

Biasanya diperlukan long exposure dengan kecepatan rana agar kamera dapat mengumpulkan cahaya cukup di waktu malam hari. Teknik ini juga membuat benda bergerak seperti awan atau air terlihat mulus, buram karena gerakan alami. Lampu-lampu kendaraan di jalanan pun akan tampak seperti kilatan cahaya panjang.

Sebagai smartphone foto, Huawei P30 Pro tentu dibekali fitur night mode yang mumpuni untuk menghasilkan fotografi malam yang bagus dengan detail yang mengesankan serta mengurangi noise dengan baik. Menariknya, semua itu bisa dicapai tanpa eksposur yang panjang. Dibandingkan dengan smartphone sekelas, menurut website benchmarking kamera smartphone, DxOMark, HUAWEI P30 Pro mencapai tingkat detail yang lebih tinggi pada hampir semua kondisi cahaya. Kombinasi fitur night mode dengan cityscape, kata Sukimin, adalah perpaduan yang harmonis.

Manfaatkan Lensa Ultra Wide dan Superzoom, Terapkan Pula Bokeh

Fotografi cityscape identik dengan sudut pandang lebar lensa ultra-wide yang membuat skenario yang diciptakan menjadi lebih dramatis. Namun tak melulu mengenai ultra-wide, lensa zoom juga dapat berguna apabila pengguna ingin membingkai potongan pemandangan sesuai dengan selera dan dapat dilakukan melalui perspektif tele.

Sebaliknya, lensa tele atau super-zoom bisa dipakai untuk fokus ke satu area dan memberi efek background compression yang membuat obyek di latar belakang tampak besar. Tapi tak dilarang pula memakai aperture lebar untuk memainkan efek depth of field alias bokeh

Fitur utama dari Huawei P30 Series yang dapat diandalkan untuk melakukan pemotretan cityscape, kata Sukimin, adalah lensa ultra-wide angle dan zoom. Sebab, dalam memotret pemandangan kota, jelas dibutuhkan lensa yang bisa menjangkau dengan lebih lebar. Sistem quad camera dari Leica yang diusung oleh HUAWEI P30 Pro akan mengakomodir penggunanya untuk merekam pemandangan perkotaan ini dengan mengesankan. Sistem kamera ini terdiri dari Super Sensing Camera 40 MP, lensa Ultra Wide Angle 20MP yang setara dengan lensa 16mm, lensa telefoto 8 MP, dan kamera HUAWEI ToF.

Tak hanya itu, lensa untuk portrait juga dapat dimainkan di sini. Dengan bokeh, pengguna dapat menunjukkan dan memberikan beda kedalaman antara jarak dekat dan jarak jauh dari kumpulan gedung yang ditangkap. Kamera HUAWEI ToF melakukannya secara lebih baik dengan menampilkan layer dan menambahkan kualitas artistik pada foto.

Saat fokus pada suatu subyek, kamera akan membuat efek bokeh lembut di latar belakang. Kedalaman bidang yang dangkal juga menambah kelembutan pada pencahayaan, memberi mereka karakter yang memukau sambil menyeimbangkan ketajaman dan efek blur. Sumber cahaya juga di-blur untuk menciptakan efek artistik yang mirip dengan bintik-bintik cahaya yang indah, serta efek bokeh pada latar belakang yang lebih alami dan lebih kaya dengan lapisan.

Bermain di Sudut Pandang 

Apabila suatu tempat yang dikenal untuk mengambil foto cityscape, biasanya foto yang dihasilkan akan terlihat serupa antara satu sama lain. Tipsnya, kata Sukimin, adalah berusaha tak menghasilkan foto yang sama dengan orang lain dari sisi angle dan semacamnya.

Pemotret bisa menambahkan aksen low exposure misalnya, untuk memperlihatkan gerakan awan di atas gedung misalnya. Kalau hasilnya terlalu mainstream, maka foto cityscape akan terlihat biasa saja dan kurang menarik.

Pilih Waktu dan Tempat yang Tepat

Setelah dibekali dengan perangkat yang mumpuni dan skill yang semakin terasah, pemilihan tempat dan waktu pengambilan foto akan sangat mempengaruhi hasil akhir dari foto cityscape. Untuk mendapatkan nuansa biru pada langit menjelang malam, pemotretan bisa dilakukan pada “blue hour”, yaitu saat senja atau di mana keadaan mulai gelap namun lampu-lampu gedung di sekitar sudah menyala.

Tags: , , , ,


COMMENTS