February 11, 2019

2018, Bosch Catatkan Penjualan Lebih dari Seribu Triliun Rupiah

Penulis: Rizki Romdoni
2018, Bosch Catatkan Penjualan Lebih dari Seribu Triliun Rupiah  

Mobitekno – Grup Bosch terus melanjutkan kesuksesannya: terlepas dari kondisi ekonomi yang sulit dan lemahnya pasar, penjualan dan performa bisnis pada 2018 kembali menyamai level tahun sebelumnya – yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa.

Angka awal memperlihatkan bahwa perusahaan penyedia layanan  dan teknologi ini menghasilkan penjualan dari operasional sebesar 1.309,06 triliun rupiah (77,9 miliar euro) sepanjang tahun lalu. Hasil penjualan terdampak keras oleh efek nilai tukar hingga 35,3 triliun rupiah (2,1 miliar euro). Setelah penyesuaian terhadap efek nilai tukar, pendapatan naik 4,3 persen.

“Terlepas dari kondisi ekonomi yang berat, Bosch berkinerja baik sepanjang 2018. Penjualan dan performa bisnis kami sekali lagi mencapai level tertinggi,” kata Dr. Volkmar Denner, ketua dewan manajemen Robert Bosch GmbH. “Sebagai pemimpin inovasi, kami berupaya membentuk perubahan di pasar, baik dari sisi teknologi maupun bisnis. Strategi kami yang berfokus pada konektivitas terbayarkan,” tambah Denner.

Bosch menjual total 52 juta produk yang bisa diaktifkan melalui situs web (web-enabled) pada 2018, 37 persen lebih banyak dari tahun sebelumnya. Pada 2018, EBIT (laba sebelum bunga dan pajak) dari operasional mencapai sekitar 89,1 triliun rupiah (5,3 miliar euro). Angka tersebut kemungkinan menghasilkan margin EBIT sebesar 6,9 persen.

Bosch melihat perkembangan bisnis yang positif di Eropa, dengan penjualan yang meningkat hingga 689 triliun rupiah (41 miliar euro). Ini setara dengan peningkatan 2,1 persen, atau 3,7 persen setelah penyesuaian terhadap efek nilai tukar. Sebagian besar pertumbuhan ini berasal dari Jerman dan Austria. Di Amerika Utara, penjualan naik menjadi 206,7 triliun rupiah (12,3 miliar euro). Setelah penyesuaian terhadap efek nilai tukar, kenaikannya mencapai 7,9 persen. Peningkatan nominalnya adalah 2,8 persen.

 

Faktor utama yang mendorong peningkatan penjualan adalah bisnis otomotif. Di Amerika Selatan, penjualan tetap di bawah tingkat tahun sebelumnya. Faktor utamanya adalah efek nilai tukar yang sangat negatif di pasar inti Brasil dan Argentina. Secara nominal, penjualan turun 7,8 persen menjadi 23,5 triliun rupiah (1,4 miliar euro). Setelah penyesuaian terhadap efek nilai tukar, penjualan tumbuh 8,9 persen.

Penjualan di Asia Pasifik dan Afrika naik 0,4 persen menjadi 389,8 triliun rupiah (23,2 miliar euro). Setelah penyesuaian dengan efek nilai tukar, peningkatannya adalah 3,1 persen. Wilayah ini sekarang menyumbang kurang dari 30 persen dari total penjualan.

Prospek 2019: Mengamankan Tingkat Pendapatan yang Tinggi

Bosch mengharapkan ekonomi global tumbuh di tingkat 2,3 persen pada 2019. “Prediksi kami yang hati-hati ini dilandasi perkembangan geopolitik yang sedang berlangsung, seperti masalah Brexit yang belum terselesaikan dan berbagai konflik perdagangan. Selain itu, kebijakan ekonomi proteksionis yang agresif dalam bentuk tarif hukuman atau penarikan dari perjanjian perdagangan bebas turut mengganggu belanja dan investasi konsumen,” kata CFO Bosch Asenkerschbaumer. Meskipun demikian, Bosch berharap untuk berkembang lebih baik dari pasar di tahun ini dan, meskipun terdapat investasi besar di muka, dapat terus mengamankan tingkat pendapatannya yang tinggi.

Tags: , ,


COMMENTS