October 9, 2019

Cisco: Implementasi 5G Tingkatkan Pendapatan Tahunan Operator Lebih dari 1,8 Miliar USD Pada Tahun 2025

Penulis: Karyo | Editor: Rizki Romdoni
Cisco: Implementasi 5G Tingkatkan Pendapatan Tahunan Operator Lebih dari 1,8 Miliar USD Pada Tahun 2025  

Mobitekno – Menurut sebuah studi terbaru dari Cisco, kehadiran layanan 5G dapat meningkatkan pendapatan tahunan operator telekomunikasi Indonesia sebanyak 1,83 miliar dolar di tahun 2025. Studi ini menekankan bahwa teknologi 5G memiliki berbagai kelebihan dibanding 4G antara lain kecepatan hingga 50 kali lebih cepat, 10 kali lebih responsif, dan daya konektivitas yang jauh lebih rendah. Berbagai hal ini tersedia berkat kombinasi dari tiga fitur berikut – high throughput, latensi yang sangat rendah, dan konektivitas daya yang juga rendah.

Peningkatan kecepatan, latensi rendah, dan konektivitas akan membantu operator telekomunikasi dalam menyelenggarakan koneksi Internet super cepat untuk streaming video berkualitas high-definition (HD), cloud gaming, serta konten interaktif berbasis augmented reality dan virtual reality (AR / VR) bagi pelanggannya.

Komersialisasi dari berbagai bentuk pemanfaatan teknologi 5G juga bisa dipercepat, seperti misalnya penyelenggaraan smart cities, Industri 4.0, penyebaran Internet of Things (IoT), dan lainnya. Dengan begitu, operator telekomunikasi bisa meningkatkan pendapatannya baik dari konsumen maupun klien perusahaan.

Studi yang berjudul 5G in ASEAN: Reigniting growth in enterprise and consumer markets ini menemukan bahwa pertumbuhan adopsi teknologi 5G diperkirakan akan berasal dari high-value customers dan high-value devices. Seiring dengan semakin terjangkaunya harga perangkat, jumlah langganan juga akan meningkat. Sehingga, pada tahun 2025 mendatang penetrasi 5G diperkirakan bisa mencapai 25 hingga 40 persen di sejumlah negara di kawasan ASEAN, dengan penetrasi di Indonesia diperkirakan hingga 27 persen. Total jumlah langganan layanan 5G di ASEAN akan mencapai lebih dari 200 juta pada tahun 2025. Jumlah langganan tertinggi akan berasal dari Indonesia dengan lebih dari 100 juta langganan.

Naveen Menon, Presiden ASEAN di Cisco, mengatakan, “Operator telekomunikasi berharap peluncuran layanan 5G bisa terjadi pada saat yang tepat. Penggunaan data seluler tumbuh dengan cepat karena konsumsi pengguna atas layanan dan konten pada perangkat pribadi mereka terus meningkat,“

“Pada saat yang sama, perusahaan juga berupaya meningkatkan pertumbuhan dengan mendorong terjadinya Revolusi Industri Keempat (4IR) yang mengandalkan pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan, IoT, 3D Printing, Robotik serta Wearables tingkat tinggi. Keberhasilan adopsi teknologi ini sangat bergantung pada konektivitas sebagai landasannya,”

Hal ini, lanjut Menon, memberikan peluang besar bagi operator telekomunikasi untuk meningkatkan keberadaan mereka di pasar dan mempertahankan pertumbuhan jangka panjangnya.

Sementara itu, Marina Kacaribu, Managing Director untuk Indonesia di Cisco menjelaskan, “Peluncuran layanan 5G akan berperan besar dalam mempercepat digitalisasi bisnis dan memberikan manfaat besar bagi perusahaan Indonesia,“

“Dampak terbesar akan dirasakan sejumlah sektor utama seperti manufaktur dan jasa sebagai kontributor terbesar perekonomian secara keseluruhan. Besarnya sektor-sektor ini akan mendorong adopsi layanan 5G untuk perusahaan. Seiring dengan tingginya jumlah pengguna data, operator telekomunikasi di Indonesia akan memimpin pertumbuhan di kawasan ASEAN berkat pemanfaatan potensi implementasi teknologi 5G,” ujar Marina.

Di tengah persiapan operator telekomunikasi untuk meluncurkan layanan 5G, mereka kemungkinan besar akan berinvestasi sekitar USD10 miliar untuk pembangunan infrastruktur 5G di kawasan ini hingga tahun 2025.

Salah satu tantangan besar dalam hal ini adalah terbatasnya ketersediaan spektrum untuk implementasi layanan 5G serta jaringan suboptimal yang dihasilkan. Implementasi layanan 5G akan dilakukan pada sejumlah band, dengan kebutuhan secara global setidaknya bisa dipenuhi melalui ketersediaan tiga band dalam waktu dekat: low band (700 MHz), mid-band (3.5 to 4.2 GHz), dan high-band pada spektrum mmWave (24 hingga 28 GHz).

Tags: , , , ,


COMMENTS