November 8, 2019

Warga Kota Makassar Siap Menikmati Layanan Inovatif Qlue

Penulis: Karyo | Editor: Rizki Romdoni
Warga Kota Makassar Siap Menikmati Layanan Inovatif Qlue  

Mobitekno – Perusahaan ekosistem smart city terlengkap di Indonesia, Qlue, secara resmi dapat digunakan oleh warga kota Makassar. Peluncuran aplikasi Qlue yang bertepatan dengan ulang tahun
Makassar yang ke 412 ini, melengkapi berbagai layanan Makassar Smart City yang telah ada.

Dengan diresmikannya peluncuran layanan aplikasi Qlue, warga kota Makassar dapat melaporkan berbagai masalah sosial dan lingkungan dengan cara cepat dan mudah. Aplikasi ini dapat digunakan oleh masyarakat untuk melaporkan berbagai masalah sosial dan lingkungan, antara lain sampah, lampu & rambu jalan rusak, kemacetan, pelanggaran lalu lintas, parkir liar, tunawisma/pengemis, fasilitas anak, orang hilang, pedagang kaki lima liar, pelanggaran bangunan, iklan liar, permintaan fogging DBD, dan masalah kesehatan.

Semua laporan masyarakat akan ditindaklanjuti oleh enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.

Saat ini, terdapat lebih dari 1.000 pengguna aktif Qlue di Kota Makassar, dan sejumlah aduan warga seperti sampah, kecamatan, fasilitas umum yang rusak, pencegahan banjir, dan parkir liar yang mencapai 60% dari total laporan.

Menurut Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb, Pemerintah Kota Makassar terus berinovasi untuk meningkatkan layanan publik di era digital saat ini.

“Dengan menggunakan aplikasi Qlue sebagai saluran pengaduan warga, maka laporan tersebut akan dapat langsung ditindaklanjuti oleh OPD terkait. Berbagai aduan tersebut akan membantu Pemerintah Kota Makassar untuk merumuskan kebijakan berbasis data, mulai dari data pelaporan masyarakat, kondisi lalu lintas, kemiskinan, pajak, dan lain-lain,” ujar Iqbal saat
peluncuran aplikasi tersebut di Makassar, seperti dalam keterangannya, Kamis (7/11).

“Solusi inovatif Qlue akan mengoptimalkan pelayanan publik untuk masyarakat, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun kotanya, dan meningkatkan karakter Sombere warga kota Makassar,” tambahnya.

Lebih jauh, Iqbal menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar telah melakukan sosialisasi penggunaan Qlue kepada Ketua RW dan RW.

Pemerintah Kota Makassar juga telah menyiapkan sekitar 200 orang tim Quick Response yang tersebar di 15 kecamatan dan 153 kelurahan di Kota Makassar untuk menindaklanjuti seluruh laporan masyarakat dan akan terus berkembang menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Untuk itu, Iqbal berharap, masyarakat Kota Makassar dapat segera mengunduh dan menggunakan aplikasi Qlue untuk melaporkan berbagai masalah kota.

Sementara itu Founder & CEO Qlue, Rama Raditya, menjelaskan Qlue mendapatkan dukungan dari GSM Association (GSMA) untuk fokus mengembangkan solusi smart city di tiga kota, yaitu Makassar, Kupang, dan Bandung.

“Qlue siap mempercepat penerapan smart city di Makassar dengan berbagai solusi teknologi mulai dari QlueDashboard, QlueVision, yaitu CCTV integration and analysis berbasiskan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga QlueWork – fitur Qlue untuk
meningkatkan koordinasi antar instansi yang efektif,” ungkapnya.

Sepanjang Januari – September 2019 menurut Rama, Qlue menerima sekitar 88 ribu laporan dari 20 kota di Indonesia, di mana sekitar 90% laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh pemerintah dan dinas terkait.

“Qlue membantu berbagai kota di Indonesia untuk semakin cepat dan responsif dalam menerima laporan warga. Platform Qlue juga membantu untuk memetakan potensi permasalahan yang ada di kota tersebut dalam satu dashboard,” tegasnya.

“Kami membantu Pemerintah Kota Makassar untuk mengumpulkan dan memvisualisasikan semua data dalam Qlue Dashboard yang akan memudahkan Pemerintah Kota Makassar untuk merumuskan kebijakan dalam pembangunan kota. Qlue menyediakan platform berbasis Artificial Intelligence, Internet of Things, serta integrasi data yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja dan efisiensi dalam menangani permasalahan kota,” tutur Rama menjelaskan.

Tags: , , ,


COMMENTS