June 7, 2019

Canalys: Pengapalan Smartphone Global Menurun di 2019 karena Perang Dagang AS-Cina

Penulis: Rizki Romdoni
Canalys: Pengapalan Smartphone Global Menurun di 2019 karena Perang Dagang AS-Cina  

Mobitekno – Menurut laporan dari perusahaan riset pasar Canalys, pengapalan ponsel pintar global akan menurun dari total ketimbang tahun lalu. Canalys telah memangkas perkiraan sekitar 5 persen di tengah perang dagang AS-Cina. Ini terjadi setelah Amerika Serikat memutuskan untuk melarang Huawei melakukan bisnis dengan perusahaan dan teknologi yang berbasis di AS. Canalys kini memproyeksikan pengapalan ponsel pintar di angka 1,35 miliar unit pada 2019, dimana penurunan tahun-ke-tahun sebesar 3,1 persen dari 1,3931 miliar unit yang dikirim pada 2018.

Sebelumnya, perusahaan tersebut telah memperkirakan pengiriman 1,417 miliar unit pada 2019, atau apa yang akan diproyeksikan meningkat 1,7 persen. Perkiraan itu sekarang telah diturunkan sebesar 4,7 persen.

Sementara pesanan yang dikeluarkan oleh otoritas A.S. masih resmi ditahan selama sekitar 90 hari, Canalys benar-benar mengharapkannya berlaku dan pesanan itu akan memberikan pukulan besar pada kemampuan Huawei untuk meluncurkan perangkat baru.

Namun, melihat masa depan, Canalys memprediksi pertumbuhan smartphone akan kembali positif di tahun 2020 dengan perkiraan akan kembali ke 1,39 miliar pengiriman global, setara dengan peningkatan 3,4 persen. Ini juga menambahkan bahwa wilayah tertentu akan pulih lebih cepat daripada yang lain terutama karena variasi siklus hidup ponsel yang panjang.

“Kelelahan smartphone dan kurangnya inovasi yang berarti masih menjadi isu utama di pasar. Tetapi seiring siklus hidup perangkat yang lebih maju, titik keseimbangan baru tingkat penurunan pengiriman triwulanan akan berkurang,” ujar Rusabh Doshi, Direktur Penelitian, Canalys.

Huawei telah menikmati pertumbuhan besar dalam beberapa tahun terakhir ketika datang ke bisnis elektronik konsumen. Alih-alih pengiriman iPhone Apple turun 23 persen pada Q1 2019, pengiriman Huawei melonjak lebih dari 50 persen tahun-ke-tahun. Perusahaan itu bahkan bertekad untuk menyalip Samsung pada 2020 untuk menjadi penjual smartphone top dunia.

Meski begitu, raksasa teknologi Cina itu sekarang berebut untuk menerapkan rencana darurat. Tampaknya Samsung dapat mengambil manfaat dari masalah Huawei, karena perusahaan Korea Selatan memiliki kemampuan untuk meningkatkan produksi dan bersaing dalam harga.

Tags: , , , , ,


COMMENTS