May 7, 2019

Optimis Setelah Pemesanan Naik 2,5 Kali Lipat, Ini Strategi Blibli.com Pacu Pertumbuhan di 2019

Penulis: Iwan RS
Optimis Setelah Pemesanan Naik 2,5 Kali Lipat, Ini Strategi Blibli.com Pacu Pertumbuhan di 2019  

Mobitekno – Menurut Merchant Machine, lembaga riset Inggris, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan e-commerce tercepat di dunia (78% pada 2018), bahkan di atas India dan Tiongkok. Tahun 2018.

Salah satu faktor pendukung pertumbuhan pesat tersebut adalah jumlah pengguna Internet di Indonesia yang sudah lebih di atas 100 juta pengguna. Laporan ini sejalan dengan pertumbuhan positif yang juga dialami salah satu perusahaan e-commerce lokal Blibli.com di kuartal pertama 2019 .

Pada kuartal pertama 2019 (Q1 2019), Blibli.com mencatat peningkatan pemesanan produk 2,5 kali dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu (yoy). Salah satu pendukung kenaikan ini adalah perluasan jumlah produk hingga 3 kali dan peningkatan mitra merchant atau penjual hingga dua kali pada periode tersebut.

Berkaitan dengan itu, Kusumo Martanto, CEO Blibli.com di hadapan awak media di Jakarta (2/5/2019) mencanangkan strategi bisnisnya di 2019 yang disebut “Customer Satisfaction First”. Pad intinya, Blibli ingin tetap berusaha meningkatkan mutu layanan kepada pelanggan di tengah ketatnya persaingan di industri e-commerce Tanah Air.

Strategi “Customer Satisfaction First” mengusung 6 (enam) manfaat yang diberikan Blibli.com kepada para pelanggan yang saling bersinergi menjadi satu kesatuan strategi yang komprehensif. Keenam manfaat itu antar lain: biaya pengiriman gratis, pengiriman cepat, 100% produk orisinal, layanan konsumen 24 jam selama 7 hari (24/7 Customer Care), sistem pembayaran aman, dan jaminan 15 hari pengembalian barang (produk retur).

Sebagai komitmennya untuk turut mendukung perkembangan UMKM di Indonesia, Blibli mengklaim terjadi pertumbuhan jumlah produk/komoditi UMKM hingga 6 kali lipat. Jumlah merchant UMKM pun meningkat dua kali selama kuartal pertama 2019 (dibandingkan periode sama lalu).

Selain itu, Kusumo juga mengumumkan kerjasamanya dengan startup unicorn GO-JEK, lebih tepatnya bermitra dengan Go-Pay sejak April lalu untuk memudahkan pelanggan dalam pembayaran non-tunai.

Di samping kemitraan dengan GO-JEK, kemitraan online to offline (O2O) juga dihadirkan untuk menjembatani channel online dan toko fisik/offline, melalui program “Blibli InStore” dan “Click& Collect”. Hingga akhir 2019 nanti, Blibli memasang menargetkan melakukan kemitraan O2O melalui kedua program tadi di lebih dari 20.000 lokasi toko ritel.

Seperti diketahui, “Blibli InStore” adalah program kemitraan di mana pelanggan dapat berbelanja melalui fasilitas Point of Sales (POS) milik Blibli.com di toko-toko fisik/offline. Sedangkan, “Click&Collect”, memungkinkan pelanggan untuk melakukan transaksi via layanan Blibli.com, lalu mengambil barang yang dibelinya langsung di toko merchant yang sudah terdaftar.

Mal online ini optimis dapat mempertahankan kinerja selama kuartal pertama 2019 hingga akhir 2019 ini. Sebagai implementasi langsung dari strategi “Customer Satisfaction First”, Blibli.com akan berfokus pada 3 hal, yaitu seleksi produk yang lebih ketat, peningkatan pendekatan O2O untuk kenyamanan berbelanja pelanggan, dan penggunaan teknologi (penerapan AI chatbot, Augmented Reality (AR) untuk peningkatan pengalaman konsumen saat berbelanja online di layanan mereka.

Agar pertumbuhan positif terus berjalan, Blibli.com berencana untuk membangun 32 gudang hingga akhir tahun 2019. Suatu peningkatan yang cukup signifikan dari 14 gudang di akhir 2018.

Tags: , , , ,


COMMENTS