March 4, 2019

Teknologi Container Red Hat Dukung Aplikasi Jenius BTPN Jadi Lebih Agile

Penulis: Iwan RS
Teknologi Container Red Hat Dukung Aplikasi Jenius BTPN Jadi Lebih Agile  

Mobitekno – Perkembangan teknologi (Internet dan mobile) yang mengubah perilaku konsumen mendorong industri perbankan nasional juga harus melakukan transformasi digital dalam berbagai operasional bisinisnya. Harapannya, perbankan secara kontinyu dapat melahirkan produk dan layanan inovatif demi menjaga loyalitas nasabah, bahkan pertumbuhan nasabah, yang berujung pada pertumbuhan bisnis.

Red Hat, penyedia produk./solusi software open source untuk bisnis dan enterprise, meyakini jika mereka dapat berperan penting dalam membantu industri perbankan dalam mengadopsi sistem digital agar lebih agile dan sipa menghadapi era disrupsi saat ini.

Dengan berbagai solusi/produknya, seperti Red Hat Enterprise Linux (RHEL), Red Hat JBoss Enterprise, Middleware, Red Hat OpenShift Container Platform (sebelumnya OpenShift Enterprise), Red Hat OpenStack, Red Hat Ansible Automation, dan lain-lainnya, Red Hat telah terbukti sukses membantu pelaku perbankan atau industri jasa keuangan dalam melakukan transformasi digital.

Diantaranya, AmBank Group, China Merchants Bank, Cathay United Bank, Fukuoka Financial Group, dan perbankan nasional, BTPN (Bank Tabungan Pensiunan Nasional) dan Bank BRI. Pihak perbankan tersebut telah mengadopsi arsitektur dan teknologi cloud hybrid Red Hat menjadi lebih agile (tangkas), mengurangi biaya, dan lebih siap menghadapi berbagai risiko yang mungkin terjadi.

Karim Siregar, IT Director, Bank BTPN, berkaitan dengan solusi Red Hat OpenShift Container Platform yang digunakan BPTN menyatakan bahwa pengembangan dan penyebaran aplikasi baru untuk memanfaatkan peluang bisnis baru kini menjadi lebih cepat dan hemat biaya.

“Perbankan digital masih menjadi tantangan bagi banyak bank di Indonesia dan kami harus mendisrupsi perusahaan untuk menjadi lebih inovatif. Inisiatif DevOps kami yang didukung oleh solusi Red Hat telah membantu kami dalam mengadopsi teknologi baru dan mengembangkan keterampilan kami untuk memungkinkan transformasi digital Bank BTPN,” tambahnya.

Benjamin Henshall, Director Sales, Financial Services, Asia Pacific, Red Hat, dalam bincang singkat dengan media, menyatakan bahwa digunakannya OpenShift Container Platform oleh pihak BTPN merupakan bukti kepercayaan mereka untuk mengatasi berbagai proses pengembangan dan pengujian aplikasi/layanan yang berjalan cenderung lambat dan terpisah (siloed system).

Ini berdampak pada pada kemampuan BPTN dalam menghadirkan aplikasi/layanan digital inovatif baru yang bernilai tambah bagi perusahaan. Agar berinovasi lebih cepat, efisien, dan responsif (melakukan pengujian berkala cepat), BTPN memutuskan untuk mengadopsi pendekatan baru melalui otomatisasi dan DevOps.

Dalam hal ini, metode DevOps dibutuhkan karena dapat menciptakan integrasi yang kuat antara bagian pengembangan dan bagian operasional sehinga proses penyediakan layanan/aplikasi pun berlangsung lebih cepat/optimal.

Seperti diketahui, OpenShift Container Platform adalah layanan Platform as a Service (PaaS) berbasis Red Hat Enterprise Linux yang didukung teknologi container Docker, dan pengelola container Kubernetes.

Solusi ini bertugas menopang pengembangan dan penyebaran cepat aplikasi berbasis container untuk mendukung proses CI/CD (Continuous Integration/Continuous Delivery) di BTPN. Bersama BTPN, Red Hat dapat menyelesaikan implementasi solusi PaaS ini dalam waktu sekitar enam bulan.

Peranan teknologi container disebutkan oleh Benjamin dapat mengakselerasi waktur ietrasi (iteration time) dan proses time to market. Apabilan sebeleumnya sebuah aplikasi membutuhkan waktu beberapa hari untuk diimplementasikan, kini dengan container prosesnya ini kelar hanya dalam hitungan menit, termasuk distribuksi aplikasinya.

Penerapan platform container dan DevOps juga memberikan manfaat dalam proses pengembangan dan penyebaran aplikasi baru. Misalnya, integrasi platform dengan alat CI/CD Jenkins (automation server) dapat memastikan konsistensi kode aplikasi dari tahap pengembangan sampai produksi. Selain itu, risiko terjadinya human error saat pengemngembangannya pun dapat diminimalisir.

Dengan mengimplementasikan container, misalnya pada aplikasi digital Jenius BTPN, dalam microservice individual yang berjalan di atas OpenShift Container Platform, tim BTPN dan Red Hat dapat memperbarui bagian aplikasi/layanan tertentu tanpa risiko atau berdampak pada bagian-bagian lainnya.

Sederhananya, teknologi container dari Red Hat bertujuan menyediakan sebuah runtime environment lengkap, antara lain aplikasi (beserta semua dependensinya), libraries, binaries, file konfigurasi, dan lain-lain agar sebuah aplikasi dikemas dalam satu paket dan siap dijalankan terlepas dari perbedaan distribusi OS dan infrastrukturnya.

Tags: , , , ,


COMMENTS