December 3, 2019

Tambah Dukungan Mata Uang Asing, Aplikasi Jenius Permudah WNI Bertransaksi di Luar Negeri

Penulis: Iwan RS
Tambah Dukungan Mata Uang Asing, Aplikasi Jenius Permudah WNI Bertransaksi di Luar Negeri  

Mobitekno – Aktivitas jalan-jalan, berwisata, atau traveling sudah menjadi kebutuhan sebagian besar masyarakat Indonesia. Menyadari tren ini, Jenius sebagai solusi digital life finance dari Bank BTPN berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menghadirkan aplikasi Safe Travel pada acara Safe Travel Fest 2019 yang barus saja digelar di Mal Kota Kasablanka, Jakarta (27 November – 1 Desember 2019).

Secara bersamaan, Jenius juga menghadirkan fitur yang lebih lengkap untuk bertransaksi dengan mata uang asing agar para traveler lebih nyaman berbbelanja saat berwisata ke luar negeri.

Irwan S. Tisnabudi, Head of Digital Banking Bank BTPN menjelaskan bahwa Jenius makin diminati para digital savvy untuk melakukan aktivitas finansial sehari-hari, termasuk saat traveling.

Kolaborasi strategis antara Jenius dan Kemenlu RI dalam Safe Travel Fest 2019 ini menjadi komitmen kami dalam memberikan pengalaman yang cerdas, simpel, dan aman bagi masyarakat digital savvy, termasuk saat mereka traveling,” jelas Irwan.

Di sini, ara pengguna aplikasi Jenius sudah dapat bertransaksi dengan tiga mata uang asing baru, yaitu dolar Hong Kong (HKD), dolar Australia (AUD), dan euro Uni Eropa (EUR). Ketiga mata uang baru ini melengkapi opsi saldo Mata Uang Asing yang sebelumnya suda didukung , yaitu dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), yen Jepang (JPY), dan poundsterling Inggris (GBP).

Dengan menggunakan kartu utama (m-Card), pengguna dapat mengaktifkan saldo mata uang asing. Setelah mengaktifkan, pengguna Jenius dapat bertransaksi jual/beli mata uang asing dengan Rupiah (IDR) dan sebaliknya melalui aplikasi.

Pengguna juga bisa menentukan salah satu saldo yang akan dihubungkan ke m-Card serta menikmati kemudahan bertransaksi di luar negeri dengan saldo mata uang asing yang dimiliki.

Terkait aplikasi Safe Travel, Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Kemlu RI menyatakan, “Aplikasi Safe Travel ditujukan bagi masyarakat Indonesia agar dapat bepergian ke luar negeri dengan aman. Pengguna Safe Travel bisa mengakses informasi terkait negara yang dituju, kontak penting, hingga melakukan pelaporan kedatangan dan kepulangan secara mandiri melalui smartphone.

“Kami menyambut positif kolaborasi bersama dengan Jenius kali ini sehingga diharapkan akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang teredukasi dengan hadirnya inovasi dari Jenius dan Kementerian Luar Negeri RI ini,” tambah Judha.

Safe Travel Fest 2019 yang digelar selama lima hari menghadirkan beberapa traveler dan pakar finansial inspiratif, antara lain Jonathan (@jonathanend), Alexander Thian (@amrazing), Andrea Gunawan (@catwomenizer), Kadek Arini (@kadekarini), Windy Ariestanty (windy_ariestanty), Febrian (@_febrian), Adis (@takdos), Sutiknyo (@lostpacker), hingga Aakar Abyasa (@aakarabyasa).

“Bagi saya, traveling telah menjadi kegiatan rutin setiap tahun, di mana Jenius telah menjadi bagian dalam setiap perjalanan yang saya lakukan. Bertransaksi dan tarik tunai di berbagai ATM di seluruh dunia, hingga mengurus berbagai kebutuhan finansial sehari-hari di dalam negeri seperti membayar tagihan hingga top up e-wallet semakin simpel dengan Jenius.” jelas Jonathan End (@jonathanend), pengguna Jenius dan content creator.

Aplikasi Safe Travel yang sudah diluncurkan sejak tahun 2018 merupakan respon Kemlu untuk memberikan sarana pelindungan WNI yang sesuai dengan perkembangan zaman, khususnya kebutuhan travelers terkait aplikasi panduan bepergian ke luar negeri yang up to date dan mudah untuk digunakan

Safe Travel menyediakan informasi bagi pengguna yang bepergian ke luar negeri, sperti wisata, belajar, bekerja, hingga haji dan umroh. Informasi tersebut meliputi situasi keamanan, imigrasi, hukum setempat, kesehatan, lokasi KBRI terdekat, dan tempat ibadah.

Menurut catatan Kemlu, ada sekitar 2,9 juta WNI menetap di luar negeri, dengan konsentrasi terbanyak di Malaysia, Arab Saudi, dan Taiwan. Meski demikian, jumlah tersebut hanyalah mencakup WNI yang rajin melapor diri ke perwakilan RI di berbagai negara, atau belum mencakup jumlah total WNI yang belum terdata.

Tags: , , , , , , , ,


COMMENTS