August 3, 2019

Adopsi Teknologi ‘Ojek Online’, Platform Digital “Logisly” Siap Menumbuhkan Sektor Logistik Indonesia

Penulis: Rizki Romdoni
Adopsi Teknologi ‘Ojek Online’, Platform Digital “Logisly” Siap Menumbuhkan Sektor Logistik Indonesia  

Mobitekno – Berbekal pengalaman mengelola bisnis keluarga di bidang logistik, Logisly, platform digital B2B yang menghubungkan antara pengguna (shipper) dalam hal ini pabrik-pabrik atau UMKM dengan penyedia jasa (transporter) logistik telah resmi diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia. Platform digital ini sudah tersedia untuk Android di Google Play Store, sementara untuk iOS akan menyusul di bulan berikutnya.

Di era saat ini, logistik merupakan hal yang sangat penting bagi industri apapun. Tentu, kehadiran Logisly di Indonesia yang menyasar segmen B2B ini akan memberikan kepastian dalam hal ketersediaan untuk pengangkutan, monitoring truk dan transparansi pemesanan dan pembayaran.

Meski masih tergolong baru (April – Juli 2019 beroperasi), Logisly sudah memiliki jaringan 5.000 truk yang mayoritas dari pengusaha truk tersebut adalah UKM. Melalui pemanfaatan teknologi layaknya ‘ojek online’, Logisly memungkinkan para pengusaha truk mendapatkan order dari shipper di jejaring Logisly. Berkat teknologi ini tentunya berefek pada cash flow yang lebih terjaga melalui sistem pembayaran Logisly yang cepat dan transparan.

Roolin Njotosetiadi, co-founder dan CEO dari Logisly, menyatakan, sering kali truk berjalan tanpa muatan atau di pool saja, tidak mendapat order. Manajemen di perusahaan UKM truk banyak yang masih bersifat manual. Untuk itu, Logisly hadir dengan platform teknologi untuk meningkatkan utilisasi truk, dan kedepannya membantu UKM truk dalam manajemen bisnisnya.

Dirinya berharap, sektor logistik bisa terus ditumbuhkan dengan lebih baik melalui pemanfaatan teknologi dan mendorong pertumbuhan UKM logistik di Indonesia.

“Selama ini, shipper sering tidak bisa mendapatkan transportir pada saat dibutuhkan. Dengan jejaring transportir kami yang selalu bertambah dan teknologi kami, kami bukan hanya memastikan ketersediaan truk, tapi shipper bisa ke kami sebagai one stop shop untuk segala jenis muatan, mulai dari truk kecil seperti van atau engkel, sampai dengan truk trailer atau wingbox, atau pun tronton bak terbuka, flatbed atau reefer,” ungkap Roolin.

Roolin juga menjelaskan bahwa sejak April beroperasi hingga kini, Logisly sudah menangani 1.000 order yang tersebar ke Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok. Persentasenya 40% untuk lintas Jabodetabek, 30% lintas Jawa, sisanya Sumatera, Bali dan Lombok.

“Target kami untuk 2 tahun ke depan bisa menjangkau 1.000 transporter dan 1.000 shipper. Tahun ini fokus kami adalah memperbaiki fitur-fitur didalam aplikasi,” kata Roolin.

Sektor logistik merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat di Indonesia. Pada tahun 2018 sektor yang bernilai 797,3 triliun rupiah ini mencatat pertumbuhan sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun 2017 yang bernilai 735,2 triliun rupiah. Sektor logistik diprediksi tumbuh sebesar 11,56 persen dari 797,3 triliun rupiah pada tahun 2018 menjadi 889,4 triliun rupiah di tahun 2019 jika mengacu pada http://supplychainindonesia.com. Sedangkan menurut riset Indonesia Freight and Logistics Market – Growth, Trends, and Forecast (2019 – 2024) dari Mordor Intelligence, pertumbuhan revenue per tahun pada sektor logistik di Indonesia diprediksi mencapai 13% hingga 15% hingga tahun 2024.

Tags: , , , ,


COMMENTS