March 3, 2019

Konten Hoax Mengancam Negeri, BaBe Merilis Ungkap Fakta

Penulis: Rizki Romdoni
Konten Hoax Mengancam Negeri, BaBe Merilis Ungkap Fakta  

Mobitekno – Kekhawatiran dan keresahan masyarakat terhadap semburan konten palsu (hoax) semakin menjengkelkan, disamping memuakkan. Bisa dibayangkan, data yang dimiliki oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menyebut bahwa sekitar 800 ribu konten terkait berita palsu tersebar di Indonesia setiap tahun. Apa jadinya bila masyarakat Indonesia setiap saat mengonsumsi berita atau konten palsu terus menerus.

Menanggapi hal tersebut, BaBe sebagai platform aggregator berita dan hiburan terkemuka di Indonesia memberanikan diri untuk menjawab tantangan tersebut dengan meluncurkan kanal Ungkap Fakta. Kanal ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan otoritas pemeriksa fakta terkemuka MAFINDO, Tempo dan Viva.

“Kami dari Dirjen Kominfo menyambut baik langkah yang diambil BaBe dan pihak-pihak terkait yang mendukung pemerintah dalam memerangi hoax. Selamat kepada BaBe, semoga bermanfaat bagi kita semua,” kata Anthonius Malau, Kepala Subdirektorat Pengendalian Konten Internet, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/2).

Dirinya menyayangkan bahwa apa yang selama ini dilakukan pemerintah dalam memberantas hoax, nyatanya masih jauh panggang dari api. Banyak akun dan situs penyebar berita bohong yang di-takedown oleh pemerintah. Anton mengutip data dari Kominfo tahun lalu bahwa ada 900 ribu situs dan 350 ribu akun yang terdeteksi menyebarkan hoax.

Oleh karena itu, dengan kehadiran Ungkap Fakta dari BaBe setidaknya kanal ini akan menyajikan konten yang telah terverifikasi dan diperiksa kebenarannya oleh mitra yang kredibel atas isu yang beredar. Ada dua pendekatan yang dilakukan, yaitu machine learning dan tim verifikator BaBe dengan mekanisme penyaringan konten yang mencurigakan atau tidak terverifikasi.

“Kami sebenarnya enggak happy, karena semakin diberantas justru semakin banyak,” ucap Anthonius Malau.

Donny Eryastha, Head of Public Policy BaBe mengungkapkan untuk mendukung kemitraan lebih lanjut, BaBe akan mendapatkan pelatihan khusus dari MAFINDO untuk melengkapi tim moderasi konten BaBe dengan alat dan metodologi eksklusif mereka yang dapat mengidentifikasi dan mengurangi ancaman konten dari sumber yang tidak diverifikasi.

“Sesi pelatihan pertama telah diadakan awal bulan ini di kantor BaBe di Jakarta dan difasilitasi oleh Aribowo Sasmito dari MAFINDO dan Indira Melik Head of Content BaBe,” kata Donny.

Kanal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan fakta mengingat semakin tingginya ancaman berita palsu di seluruh negeri.

Shelly Tantri, Head of Business Development BaBe juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengatakan, “Di BaBe, kami menanggapi ancaman berita palsu dengan sangat serius. Inilah sebabnya kami senang mengumumkan kemitraan strategis kami dengan MAFINDO, Tempo, dan Viva untuk secara resmi meluncurkan BaBe Ungkap Fakta, untuk memungkinkan pengguna kami mengakses berita terbaru dan terkini dari platform kami,” .

Alasan utama mengapa BaBe memutuskan untuk bekerja sama dengan Viva dan Tempo adalah dua media ini merupakan sumber kredibel yang memiliki kompetensi dan komitmen yang sama dengan BaBe. Sebagai langkah awal, BaBe tidak menargetkan akan berapa banyak berita yang ditampilkan di kanal Ungkap Fakta, tetapi akan intens seiring berjalannya topik yang ada di dua media, Viva dan Tempo.

Tags: , , , , ,


COMMENTS