February 1, 2019

Google, JD.com, dan Tencent Pimpin Fase Pertama Putaran Pendanaan Seri F GOJEK

Penulis: Rizki Romdoni
Google, JD.com, dan Tencent Pimpin Fase Pertama Putaran Pendanaan Seri F GOJEK  

Mobitekno – Sebagai platform mobile on-demand dan pembayaran digital terbesar di Asia Tenggara GOJEK menjadi banyak incaran investor. Belum lama ini, mereka telah merampungkan fase pertama dari putaran pendanaan Seri F yang dipimpin oleh Google, JD.com, dan Tencent, serta beberapa investor lainnya termasuk Mitsubishi Corporation dan Provident Capital.

Investasi di fase pertama putaran pendanaan Seri F ini menunjukkan keyakinan investor terhadap peluang pertumbuhan bisnis GOJEK yang didukung oleh pertumbuhan pesat ekonomi digital di Asia Tenggara yang diperkirakan akan mencapai US$240 miliar pada 2025, serta terhadap kemampuan GOJEK untuk merealisasikan potensi pertumbuhan tersebut melalui perluasan model ekosistemnya yang unik.

GOJEK memiliki total gross transaction value (GTV) lebih dari US$9 miliar dan total volume transaksi setahun mencapai 2 miliar pada akhir 2018. Kinerja ini mengukuhkan kepemimpinan GOJEK di layanan pembayaran digital dan pesan-antar makanan. Ekosistem GO-PAY memproses US$6,3 miliar GTV, sementara GO-FOOD memproses US$2 miliar GTV di tahun sepanjang tahun 2018 – menjadikan GO-FOOD layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara.

Dana investasi yang terkumpul akan digunakan untuk memperdalam penetrasi pasar di Indonesia serta memperkuat ekspansi GOJEK di kawasan Asia Tenggara, setelah peluncuran GOJEK di Singapura, GO-VIET di Vietnam dan GET di Thailand.

Respon masyarakat di negara-negara tersebut sangat positif, melampaui ekspektasi. Di Vietnam, GO-VIET meraih sekitar 40% pangsa pasar layanan transportasi online roda dua dalam tiga bulan setelah diluncurkan di pada Agustus 2018. GO-FOOD di Vietnam telah menjadi pemain utama di antara layanan pesan-antar makanan sejenis lainnya hanya dalam dua bulan setelah diluncurkan di Ho Chi Minh dan menyusul di Hanoi. Di Singapura, aplikasi GOJEK versi beta telah dibuka untuk seluruh masyarakat sejak Januari 2019, memberikan pilihan nyata baik bagi pengguna maupun pengemudi.

Setelah putaran pendanaan Seri F ini, para pendiri GOJEK akan tetap memiliki kontrol terhadap pengambilan keputusan dan penentuan arah kebijakan perusahaan, agar mereka dapat merealisasikan visi jangka panjang perusahaan serta terus melakukan ekspansi dan pengembangan bisnis yang pesat.

Nadiem Makarim, CEO GOJEK Group, mengatakan, “GOJEK berawal dari ride-hailing, tapi dalam waktu singkat, kami telah menjadi pemimpin industri di berbagai layanan utama, seperti transportasi, layanan pesan-antar makanan, pembayaran digital, logistik, dan layanan mitra usaha.

GO-FOOD, kata Nadiem, telah menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara, sementara GO-PAY melejit menjadi platform pembayaran digital terdepan di Indonesia yang memfasilitasi tiga perempat dua pertiga dari pengguna pembayaran mobile payment pembayaran digital melalui mobile phone di Indonesia.

Sementara itu, Jon Liao, Chief Strategy Officer JD.com, mengatakan bahwa investasi ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan perusahaan terhadap bisnis dan potensi pertumbuhan GOJEK. Dengan adanya akses ke platform JD.id di aplikasi mobile GOJEK, sebanyak 27 juta pengguna aktif per bulan GOJEK akan memiliki akses langsung ke produk-produk berkualitas yang ditawarkan oleh platform e-commerce JD.ID,”

“Sumber-sumber daya yang dimiliki GOJEK mulai dari marketing, branding, hingga layanan pembayaran digital akan membantu JD.id untuk memperluas cakupan konsumennya serta terus menyediakan pengalaman e-commerce terbaik untuk konsumen Indonesia. Seiring dengan berkembangnya JD.com di kawasan ini, kami menantikan untuk bekerja sama dengan GOJEK dalam menghadirkan inovasi-inovasi di bidang ritel, logistik, serta memberikan solusi bagi konsumen di Asia Tenggara.” pungkas Liao.

Tags: , ,


COMMENTS