November 12, 2018

Proyektor dan IFP-nya Masuk Belakangan di Segmen Proyektor B2B dan Edukasi, Apa Strategi BenQ agar Sukses?

Penulis: Iwan RS
Proyektor dan IFP-nya Masuk Belakangan di Segmen Proyektor B2B dan Edukasi, Apa Strategi BenQ agar Sukses?  

Mobitekno – Produk konsumen dari BenQ, seperti proyektor dan monitor cukup dikenal konsumen Tanah Air selama ini. Konsistensinya ‘menyegarkan’ berbagai lini produknya dengan teknologi terbaru menjadi salah satu resepnya agar selalu kompetitif di pasar yang terbilang cukup ‘sesak’ dengan para pesaing tersebut.

Konsistensinya meng-update produk proyektor, sudah kita ketahui dengan hadirnya proyektor 4K UHD HDR CinePro W11000H dan CineHome W1700 di Indonesia pada awal tahun ini. Masuk di kuartal kedua, BenQ kembali merilis proyektor 4K UHD HDR lainnya, BenQ TK800 untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia dalam menikmati tayangan hiburan berkualitas.

Meskipun terbilang mapan di pasar konsumen (consumer market) dengan berbagai produknya, BenQ mencoba ‘menerawang’ atau memandang jauh bagaimana situasi kondisi pasar di Tanah Air dalam beberapa tahun mendatang.

Dengan kata lain, mereka melihat adanya potensi pasar produk BenQ di segmen bisnis atau B2B (Business-to-business) yang selama ini belum dirambah secara optimal oleh banyak produsen. Secara spesifik, BenQ juga melihat potensi solusi produknya untuk sektor pendidikan (edukasi) di Tanah Air.

Dengan moto ‘Bringing Enjoyment N Quality to life’ yang juga diakronimkan untuk nama brand mereka (Benq), produsen asal Taiwan ini sudah memasang target segmen korporasi dan industri pendidikan (universitas dan private school) untuk berbagai solusi/produk gresnya.

Visi ini disampaikan langsung oleh Jeffrey Liang, President BenQ Asia Pcific Corp saat memperkenalkan lini baru proyektor, IFP (Interactive Flat Panel), dan solusi lainnya untuk segmen korporasi (B2B) dan edukasi di Jakarta baru-baru ini (8/11/2018).

Jeffrey menyatakan untuk edukasi, BenQ menghadirkan teknologi Dust Guard (Dustproof IP5-X) pada proyektor dan fitur germ-resistance (anti-kuman) untuk produk IFP. Sedangkan segmen B2B dihadirkan proyektor berteknologi laser (Blue-Core), seperti seri LK970 (4K UHD), LW820ST, LH8910UST, dan LU950 (lihat gambar).

Selain proyektor, BenQ juga menawarkan solusi lengkap smart meeting room (wireless presentation solution) di perkantoran, termasuk InstaShow, monitor, adapter, dan lain-lain.

Lini proyektor BenQ yang didukung teknologi laser (BlueCore) fitur Dual Colour Wheel System ini juga diklaim menawarkan kualitas output warna yang lebih realistis (wide color gamut dan Rec. 709 95%).

Andryanto C. Wijaya, yang baru ditunjuk sebagai Managing Director PT. BenQ Teknologi Indonesia, menjelaskan bahwa BenQ memang masih relatif baru di segmen B2B. Namun, dengan strategi diferensiasi dan komparatf yang tepat mereka yakin pangsa pasar mereka di segmen ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Selain kualitas gambar akurat, proyektor BenQ berbasis laser juga disebut lebih awet (lebih dari 20 ribu jam) dan ekonomis (rendah biaya perawatan) dibandingkan proyektor berbasis lampu (lamp projector). Keempat proyektor BenQ terbaru ini sudah tersedia di Indonesia dengan kisaran harga sekitar Rp 80 juta hingga Rp 130 juta. Adapun

Selain keempat proyektor, BenQ pun mendemokan proyektor LU9915 yang mendukung fitur blending projection. Dengan fitur ini, dua proyektor LU9915 dapat digabungkan proyeksi gambarnya agar bidang output yang ditampilkan menjadi lebih luas/lebar (lihat gambar atas).

Tidak kalah menariknya adalah produk Super narrow Bezel video wall, yakni PL490, PL522, dan PL553). Pada demo produk ditampilkan empat buat video wall yang disusun membetuk satu layar lebar yang ditempelkan di dinding.

 

Tags: , , , , , , ,


COMMENTS