April 11, 2018

Mahasiswa MIT Ciptakan AlterEgo, Perangkat Wearable yang Dapat Membaca Pikiran Anda

Penulis: Rizki Romdoni | Editor: Desmal Andi
Mahasiswa MIT Ciptakan AlterEgo, Perangkat Wearable yang Dapat Membaca Pikiran Anda  

Mobitekno – Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah menciptakan perangkat yang disebut AlterEgo, di mana perangkat ini dapat mengenali petunjuk non-verbal dan diklaim bisa “membaca pikiran Anda.”

Perangkat ini memiliki elektroda yang mengambil sinyal neuromuskular di rahang dan wajah Anda yang dipicu oleh verbalisasi internal (alias mengucapkan kata-kata di kepala Anda). Sinyal-sinyal ini kemudian diberikan kepada sistem machine learning yang menganalisis data, menghubungkan sinyal tertentu dengan kata-kata.

Sistem ini terdiri dari perangkat yang mengelilingi telinga pengguna, mengikuti garis rahang mereka, menempel di bawah mulut mereka, dan sebuah komputer sistem.

“Ide kami adalah: mungkinkah kita memiliki platform komputasi yang lebih internal, yang menyatukan manusia dan mesin dalam beberapa hal dan yang terasa seperti perpanjangan internal kognisi kita sendiri?” Kata Arnav Kapur, mahasiswa pascasarjana di MIT Media Lab seperti dikutip dari The Verge, Senin (9/4).

Selain itu, sistem ini dapat berkomunikasi dengan pengguna melalui sepasang “headphone penghantar tulang” yang dapat mengirimkan getaran dari wajah ke telinga. Headphone ini dimaksudkan untuk secara efektif menyampaikan informasi kepada pengguna tanpa mengganggu pembicaraan atau pendengaran mereka.

Para peneliti menguji perangkat ini dengan tugas yang berbeda, diantaranya melalui permainan catur, masalah perkalian dasar dan penjumlahan, juga menggunakan kosakata terbatas 20 kata. Meskipun perangkatnya cukup pintar namun masih sangat terbatas, di mana perangkat itu memiliki akurasi 92 persen dengan hanya 20 kata.

Mereka berharap kemampuan AlterEgo akan meningkat seiring waktu.

“Kami sedang mengumpulkan data, dan hasilnya terlihat bagus. Saya pikir kita akan mencapai percakapan penuh suatu hari nanti.” kata Kapur.

Lalu, bagaimana mereka bisa membuat perangkat secanggih ini? Awalnya, para peneliti harus mencari tahu lokasi di wajah yang memiliki sinyal neuromuskular yang paling dapat diandalkan. Untuk melakukannya, mereka meminta subjek mengucapkan (secara berbisik) seri kata yang sama sebanyak empat kali dan menggunakan 16 elektroda di berbagai lokasi wajah untuk mendeteksi sinyal. Kemudian, mereka menghasilkan kode untuk menganalisis data, yang menemukan bahwa tujuh tempat tertentu di wajah mampu mengenali kata-kata non-verbal. Perangkat yang dapat dikenakan yang digunakan menggunakan sensor di lokasi tersebut, meskipun para peneliti bekerja pada perangkat yang dapat melakukan hal yang sama dengan hanya empat sensor di sepanjang rahang.

Para peneliti berharap aplikasi masa depan perangkat bisa beragam seperti membantu orang-orang yang memiliki cacat bahkan digunakan dalam lingkungan kebisingan tinggi seperti di dek penerbangan kapal induk.

Tags: , , , ,


COMMENTS