February 7, 2018

Dua Perusahaan Nasional Disebut Ikut Pendanaan untuk Go-Jek

Penulis: Iwan RS
Dua Perusahaan Nasional Disebut Ikut Pendanaan untuk Go-Jek  

Mobitekno – Go-Jek, perusahaan teknologi Indonesia di bidang transportasi semakin menarik di mata para investor. Setelah Google, Temasek, dan KKR & Co LP ikut bergaung dengan investor Warburg Pincus LLC dan Meituan-Dianping dalam suatu konsorsium, kini giliran dua perusahaan kakap nasional yang dikabarkan ikut ‘gotong royong’ mendanai Go-Jek.

Kedua perusahaan tersebut, Astra International dan Grup Djarum diketahui ikut berpartisipasi dalam pendaanaan bersama untukGo-jek dengan nilai US$ 1,5 miliar (sekitar Rp 20 triliun). Saat ini, Go-jek dengans segala jenis layanan telah dianggap memiliki nilai berkisar US$ 4 miliar.

Go-jek merupakan satu dari segelintir startup di Indonesia yang sudah berstatus unicorn. Unicorn adalah sebutan bagi startup yang nilai perusahaannya telah di atas US$ 1 miliar (sekitar Rp 13 triliun).

Sebagai perusahaan yang bergerak di multi industri, salah satunya di sektor otomotif, ketertarikan Astra untuk ikut dalam konsorsium pendanaan ini boleh jadi dilatarbelakangi akan besarnya potensi sinergi mereka dengan Go-Jek di masa-masa mendatang.

Seperti diketahui, Go-Jek saat ini memiliki hampir satu juta (900 ribu) armada/mitra pengemudi (driver). Rencana Go-Jek untuk melakukan ekspansi ke India juga bisa menjadi pintu bagi Astra untuk melebarkan bisnis otomotifnya di India.

Adapun Group Djarum melalui divisi digitalnya, GDP Venture, mungkin akan mencoba melihat peluang kerjasama baru Go-jek dengan bisnis digital mereka saat ini, seperti Blibli, Tiket.com, dan Indonesia Flight.

Informasi sejauh ini, Astra dan Djarum akan menyetor dana sekitar Rp 3 – 3,5 triliun dengan komposisi Astra sekitar US$ 150 – 170 juta (sekitar Rp 2 triliiun) dan Djarum dananya sekitar US$ 100 – 120 juta (sekitar Rp 1,5 triliun). Sejauh ini, baik Go-Jek, Astra, dan Djarum belum memberikan konfirmasi resminya.

 

Tags: , , , , , , ,


COMMENTS
OTHER ARTICLES