May 1, 2018

Privasi Jadi Alasan Bos WhatsApp Hengkang? Ini Kata Mark Zuckerberg

Penulis: Okta W | Editor: Iwan RS
Privasi Jadi Alasan Bos WhatsApp Hengkang? Ini Kata Mark Zuckerberg  

Mobitekno – Skandal Facebook dengan Cambrige Analytica yang dianggap telah melanggar privasi data jutaan penggunanya masih menjadi pembicaraan hangat. Padahal, orang nomor satu di Facebook, Mark Zuckerberg, telah meminta maaf dan berbicara secara terbuka di hadapan para anggota parlemen di Amerika Serikat mengenai permasalahan ini.

Akibat skandal ini, Facebook pun banyak menerima kritikan dan tak sedikit pengguna yang akhirnya tidak lagi menggunakan layanan media sosial terbesar ini. Sebelumnya ada Brian Acton, co-founder WhatsApp yang melakukan ajakan kapada para pengikutnya untuk menghapus aplikasi Facebook dari masing-masing perangkat yang digunakan.

Berbeda dengan Acton, Jan Koum yang juga pendiri WhatsApp saat itu masih mau menggunakan Facebook. Tak sekadar sebagai tools untuk bercengkrama dengan banyak orang, Koum juga sering memanfaatkan Facebook untuk menyebarkan gagasannya yang penuh inovasi.

 

WhatsApp MAU

 

Namun, respons Jan Koum terbaru cukup mengejutkan. Bos WhatsApp ini akhirnya juga harus angkat kaki dari Facebook yang notabene adalah induk WhatsApp. Dalam sebuah pesan singkat di Facebook, Koum mengumumkan kepergiannya. Lebih lanjut dikatakan, dirinya sat ini memiliki waktu untuk melakukan banyak hal yang disukainya di luar teknologi.

Rupanya, pesan singkat yang ditulis oleh Koum langsung dikomentari oleh Mark Zuckerberg. Ia mengucapkan terima kasih kepada Koum yang telah mengajarinya tentang enkripsi dan kemampuannya untuk mengambil alih kekuasaan dari sistem terpusat dan mengembalikannya ke tangan orang lain.

Meskipun alasan sebenarnya Koum hengkang tidak disebutkan oleh kedua belah pihak, media Washington Post punya prediksi tersendiri. Berdasarkan sumber Washington Post yang bisa dipercaya, telah terjadi perbedaan pandangan antara Koum dan Facebook mengenai fasilitas ‘bebas sadap’ end-to-end encryption di WhatsApp.

Seperti kita ketahui, WhatsApp telah dibeli oleh Facebook pada akhir tahun 2014 lalu. Aplikasi instant messenger ini diakuisisi dengan harga lebih dari US$ 21 miliar. Setelah berada di bawah bendera Facebook, pengguna WhatsApp terus bertambah dengan siginifikan. Tercatat, hingga tahun lalu, mereka sudah memiliki 1,3 miliar pengguna aktif bulanan atau MAU (Monthly Active Users).

Tags: , , , ,


COMMENTS
OTHER ARTICLES