June 14, 2017

Review Asus Zenfone Zoom S ZE553KL Padukan Kamera Ganda dan Baterai Jumbo

Penulis: Maulana
Review Asus Zenfone Zoom S ZE553KL Padukan Kamera Ganda dan Baterai Jumbo  

MOBITEKNO – Zenfone Zoom generasi pertama memang tak jadi dirilis oleh Asus lantaran teknologinya sudah terlalu terlambat masuk ke pasar. Namun bukan berarti mereka menyerah untuk bisa menghadirkan produk serupa. Hal ini dibuktikan oleh datangnya Zenfone Zoom S ke tanah air baru-baru ini.

Sebagai smartphone yang mengutamakan fitur kamera, ia dibekali dengan dua buah kamera pada sisi belakangnya. Keduanya memiliki resolusi yang sama, yakni 12 MP. Namun salah satu di antaranya digunakan untuk bisa melakukan optical zoom hingga 2,3 kali.

Tak cuma mengedepankan fitur kamera, smartphone ini juga punya baterai berkapasitas besar, yakni 5.000 mAh. Bagaimanakah performanya Berikut review Asus Zenfone Zoom S ZE553KL.

Kelengkapan

Sebagai smartphone yang termasuk dalam jajaran produk menengah ke atas, Asus menyematkan paket penjualan yang cukup lengkap. Bahkan, mereka juga ikut menyertakan sebuah soft case sehingga pengguna tak lagi perlu repot-repot untuk membelinya secara terpisah.

Berikut paket penjualan Asus Zenfone Zoom S ZE553KL selengkapnya.

  1. Unit Asus Zenfone Zoom S ZE553KL
  2. Kabel data USB-C
  3. Kabel OTG USB-C
  4. Charger
  5. Headset ZenEar
  6. Manual
  7. Kartu garansi
  8. Pin Ejector
  9. Soft case

Desain

Masuk dalam jajaran produk kelas menengah ke atas, Asus mengemas Zenfone Zoom S ZE553KL dengan desain yang premium dan terkesan mewah. Ini terlihat dari balutan unibodi berbahan aluminium yang berwarna biru gelap. Meski begitu, ia tetap nyaman dan tidak licin saat digenggam.

Tak jauh berbeda dengan anggota keluarga Zenfone 3, smartphone ini dibekali dengan tiga buah tombol kapasitif pada sisi depannya, yakni menu, home, dan back. Tak ketinggalan, kamera 13 MP dan loud speaker juga terdapat pada sisi depannya.

Secara garis besar, tata letak dari berbagai konektor dan tombol yang ada pada Zenfone Zoom S ZE553KL ini juga masih sama dengan jajaran produk Zenfone 3, seperti tombol power, volume up dan volume down pada sisi kanan, jack audio 3,5 mm pada sisi bawah, dan slot microSD serta nanoSIM di sebelah kiri. Jika tidak membutuhkan microSD, Anda bisa memanfaatkan slot tersebut untuk memasukkan kartu nanoSIM tambahan (dual SIM).

Sementara untuk melakukan pengisian baterai dan memindahkan data dari smartphone, ada port USB-C pada sisi bawah. Selain itu, tepat di sampingnya juga ada loudspeaker untuk menghasilkan suara. Sayangnya, penempatan loudspeaker pada sisi bawah ini membawa masalah tersendiri ketika Anda bermain game atau menonton video pada mode landscape. Pasalnya, lubangnya akan sedikit tertutup oleh jemari sehingga suara yang keluar menjadi kurang maksimal.

Satu-satunya yang membedakan antara Zenfone Zoom S ZE553KL dengan anggota keluarga Zenfone 3 lainnya adalah sisi belakangnya yang cukup ‘ramai’. Bagaimana tidak, ada dua buah kamera 12 MP, dua buah lampu LED agar hasil jepretan tetap optimal saat kondisi rendah cahaya, serta sebuah sensor infra merah untuk mendukung fitur laser  phase detection autofocus. Selain itu, ada juga sensor fingerprint yang bisa membantu Anda untuk membuka lockscreen dengan lebih cepat.

Layar 5,5 inci beresolusi Full HD dan desain bodi yang agak membulat sebenarnya sudah bisa membuat Zenfone Zoom S ZE553KL cukup nyaman untuk digenggam. Sayangnya, dimensi keseluruhan yang cukup bongsor (154,3 mm x 77 mm) dan ketebalannya yang mencapai 8 mm membuatnya sedikit terasa kebesaran ketika digenggam dengan satu tangan. Tak heran jika bodinya cukup besar. Pasalnya, selain memiliki kamera ganda pada sisi belakang, Asus juga menyematkan baterai berkapasitas 5.000 mAh pada smartphone yang satu ini.

Fitur & Performa

Seperti smartphone Asus lainnya, Zenfone Zoom S ZE553KL dibekali dengan banyak aplikasi bawaan. Beberapa di antaranya adalah Laser Ruler, Do It Later, Mobile Manager, PhotoCollage, Quick Memo, Weather, WebStorage, ZenCircle, ZenTalk.

Di antara banyak aplikasi yang disertakan, salah satu yang cukup esensial adalah Mobile Manager. Layaknya aplikasi Clean Master, ia bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalisasi sistem dan performa perangkat Android dengan cara menutup aplikasi dan membuang file yang tak terpakai.

Tak hanya sebatas itu, Mobile Manager juga dilengkapi dengan berbagai fungsi lainnya, seperti pengaturan notifikasi, power saver untuk baterai, dan pembatasan penggunaan data mobile. Bahkan, ia juga bisa mendeteksi dan memberikan saran untuk pengguna agar menutup celah keamanan yang ada melalui menu Privacy & Security.

Kamera

Sesuai dengan namanya, Asus Zenfone Zoom S ZE553KL dibekali dengan fitur kamera yang mumpuni. Pasalnya, pada sisi belakangnya smartphone ini dilengkapi dengan dua buah kamera 12 MP, dua buah lampu LED, serta sebuah sensor inframerah.

Bukan tanpa alasan, penggunaan dua buah kamera pada sisi belakang tersebut masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Walaupun sama-sama dimanfaatkan untuk mengambil warna RGB, salah satunya digunakan untuk bisa melakukan optical zoom hingga 2,3 kali.

Selain dari sisi hardware, Asus juga mendukungnya dengan menghadirkan aplikasi kamera bawaan yang lebih lengkap dari biasanya. Ada 19 mode yang bisa digunakan saat menggunakan aplikasi tersebut, di antaranya adalah Auto, Manual, HDR Pro, Beautification, Super Resolution, Children, QR Code, Night, Depth of Field, Effect, Selfie, GIF Animation, Panorama, Miniature, Time Rewind, Smart Remove, All Smiles, Slow Motion, dan Time Lapse.

Sementara untuk mode Manual, cukup banyak yang bisa diutak-atik oleh pengguna, mulai dari white balance, ISO, speed, exposure, focus dan zoom. Ketika mode manual diaktifkan, ada beberapa status realtime yang ditampilkan sehingga pengguna bisa langsung mengetahui tingkat eksposur, ISO, dan speed yang sedang digunakan.

Hasil Foto

 

Performa

Untuk menunjang performanya, Zenfone Zoom S ZE553KL ditenagai oleh chipset Qualcomm MSM8953 Snapdragon 625 dan ditunjang dengan RAM berkapasitas 4 GB. Chipset tersebut sendiri mempunyai prosesor octa-core Cortex-A53 berkecepatan 2 GHz. Sementara untuk memproses grafis, ada GPU Adreno 506.

Dengan spesifikasi hardware yang cukup mumpuni untuk kelas menengah ke atas serta interface ASUS ZenUI 3.0 yang berbasis Android Marshmallow 6.0.1, tampilan transisi antar menu bisa dilakukan dengan sangat lancar.

Soal kemampuan multitasking, smartphone ini mampu menjalankan berbagai aplikasi secara bersamaan tanpa tersendat-sendat. Pasalnya, ia masih sanggup membuka beberapa aplikasi yang cukup berat secara bersamaan dengan lancar. Contohnya saja, WhatsApp, Google Chrome, dan beberapa aplikasi media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Untuk melakukan pengujian saat bermain game, Mobitekno mencoba salah satu game Android yang cukup berat, yakni Asphalt 8 Airborne. Ketika diuji dengan menggunakan konfigurasi High, game ini masih bisa berjalan sangat lancar dengan angka rata-rata fps yang cukup tinggi.

Berikut beberapa hasil pengujian dengan menggunakan beberapa aplikasi benchmark, seperti AnTuTu versi 6, Geekbench 4 dan PCMark.

Spesifikasi

Jenis baterai  Li-Polymer 3,7 Volt
Kapasitas baterai  10.000 mAh
Arus input  2 Ampere
Tegangan input  5 Volt
Arus output  2,1 Ampere + 1 Ampere
Tegangan output  5 Volt
Jumlah port input  1
Jumlah port output  2
Dimensi  148 x 75,5 x 15 mm
Berat  285 gram
Suhu beroperasi  5 Derajat Celcius – 40 Derajat Celcius
Waktu pengisian baterai  +/- 8 Jam

Kesimpulan

Sebagai pemain lama diindsutri baterai, GP berhasil merancang powerbank ini dengan cukup baik dari sisi desain maupun performa. Walaupun desainnya sudah konvensional, casing aluminium yang cukup tebal dengan lapisan cat matte membuat bodinya tahan terhadap goresan. Di sisi lain, casingnya pun bisa melindungi baterai jika powerbank terjatuh.

Soal performa pengisian baterai, GP Portable PowerBank FP10M bisa menampilkannya dengan cukup baik. Ini terbukti ketika diuji coba dengan cara mengisi baterai iPad Mini generasi pertama (A1455) yang memiliki kapasitas baterai 4.490 mAh. Hasilnya, melalui port output 2,1 Ampere, powerbank ini bisa digunakan untuk mengisi baterai iPad Mini tersebut hingga 1,8 kali.

Berbagai proteksi yang ditanamkan pada powerbank ini, seperti under-temperature protection, over-charging dan discharging protection, overload protection juga mampu membuat umur baterainya lebih panjang dan tetap dalam kondisi prima dalam waktu yang lama. Sementara short circuit protection dan loopback protection bisa melindungi baterai gadget yang sedang diisi tetap aman dari hubungan arus pendek dan pengisian daya yang berlebihan.

Tags: , , ,


COMMENTS