August 19, 2016

Awal Tahun Depan, AutoPro Indonesia 2017 Siap Digelar Sebagai Ajang B2B Auto Aftermarket

Penulis: Iwan Ramos Siallagan
Awal Tahun Depan, AutoPro Indonesia 2017 Siap Digelar Sebagai Ajang B2B Auto Aftermarket  

MOBITEKNO – Apabila Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 lebih dititikberatkan sebagai pameran B2C (Business to Consumer) yang mempertemukan konsumen sebagai pembeli dengan pelaku industri otomotif, adanya ajang otomotif B2B (Business to Business) yang bisa merangkul pelaku di segmen auto aftermarket, khususnya B2B (Business to Business) makin dirasakan perlu oleh berbagai pihak.

Untuk itulah, Nine Events sebagai penyelenggara acara otomotif bersama Tarsus Group Plc berencana menggelar pameran auto aftermarket, AutoPro Indonesia 2017 pada tanggal 23-25 Februari 2017 di Hall A, Jakarta Convention Center.

Tarsus Group selama ini sudah dikenal sebagai penyelenggara pameran, konferensi, eksibisi, dan ajang B2B (Business to Business) lainnya berskala internasional dalam berbagai sektor industri.

Industri otomotif di Indonesia yang terus berkembang secara langsung juga mendorong berkembangnya sektor auto aftermarket (reparasi, tuning, modifikasi, autocare, dan lain-lain). Aktivitas sektor auto aftermarket diyakini sangatlah besar di Indonesia, bahkan yang terbesar di Asia Tenggara. Oleh karena itu, adanya ajang seperti AutoPro Indonesia 2017 penting artinya bagi banyak pihak yang terjun di sektor tersebut.

Menurut Lia Indria Sari, Presiden Direktur Nine Events, "Pameran ini akan kami gelar sebagai sarana bagi berbagai pihak atau perusahaan untuk berkolaborasi, berbagi informasi terkini, dan mencari peluang bisnis yang nantinya bisa membantu bisnis mereka masing-masing."

Lia juga menambahkan bahwa sejumlah asosiasi aftermarket dan modifikasi internasional dan lokal seperti NMAA (National Modificator & Aftermarket Association) akan menjadikan AutoPro Indonesia 2017 sebagai ajang resmi mereka (Offical Event NMAA 2016).

“Tarsus bersama Nine Event akan menggelar ajang auto aftermarket B2B di AutoPro seperti juga ajang aftermarket sejenis di negara asia lainnya (CAMAUTO di Kamboja, AAITF di Shenzen dan bangkok, PHILAUT di Filipina, MYANAUT di Myanmar, dan lain-lain).

Ajang Autopro akan menyasar buyer dan seller yg terjun di dunia aftermarket, bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari negara lainnya di kawasan Asia Tenggara,” ujar Michael Hodge, International Project Manager Tarsus.

Andre Mulyadi, pendiri NMAA (National Modificator & Afrermarket Association) dalam sambutannya menyatakan bahwa AutoPro Indonesia 2017 akan menjadi suatu wadah komunikasi dan kolaborasi berbagai pihak otomotif di Indonesia (modifikator, APM, dan lain-lain).

“Selama ini aktivitas di antara pelaku industri otomotif ini masih sering berjalan sendiri-sendiri. Ajang AutoPro Indonesia 2017 akan mendapat dukungan sepenuhnya dari NMAA" tegas Andre.

Pameran AutoPro Indonesia 2017 (23-25 Februari 2017) yang akan digelar di Hall A, Jakarta Convention Center ini rencananya akan berlangsung setiap tahun dan diikuti lebih dari 100 perusahaan dan lebih dari 6.000 pengunjung bisnis.

Menurut Alfin M. Rahman (Project Head Nine Events), peserta pameran yg sudah menyatakan niatnya mengikuti pameran Autopro ini datang dari berbagai pemegang brand produk, seperti GT radial, Hankook, Achilles, Pioneer, Venom, grup Kawan Lama, Little Tree (pengharum mobil).

Selain itu, akan hadir pula peserta dari negara Malaysia, Cina, AS, Cina, Korea, Thailand, India, hingga Australia. Besarnya animo peserta mengikuti ajang Autopro ditunjukkan Alvin dengan jumlah ketersediaan yang hanya tinggal 20-an unit.

 

 

Tags: , , , , ,


COMMENTS