August 15, 2016

Review Lenovo Yoga 900: Yoga Tertinggi yang Fleksibel dengan Engsel Unik

Penulis: Hiro
Review Lenovo Yoga 900: Yoga Tertinggi yang Fleksibel dengan Engsel Unik  

MOBITEKNO – Lenovo mengerti bahwa kebutuhan serta selera pengguna sangat beragam. Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Lenovo banyak menghadirkan varian notebook, yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Dari seri Yoga saja, Lenovo telah menghadirkan beberapa seri, salah satunya yaitu Lenovo Yoga 900.

Lenovo Yoga memang terbagi dalam beberapa tipe, merujuk pada spesifikasi yang digunakan. Seri Yoga 900 sendiri memang merupakan kelas tertinggi dari seri Yoga yang telah dihadirkan Lenovo hingga saat ini. Oleh sebab itu, kinerjanya bisa diandalkan.

Seri Yoga memiliki spesifikasi khas yaitu posisi layar dan keyboard yang bisa ditekuk hingga posisi 360°. Seri ini juga mengedepankan desain premium yang tipis dan ringan sehingga mudah di bawa bepergian dan digunakan dimanapun. Dari sinilah nama Yoga digunakan sesuai dengan konsep layaknya orang yang sedang melakukan gerakan pada senam Yoga.

Desain & Ergonomi

Secara fisik, notebook ini memiliki ukuran yang tipis dengan ketebalan hanya 1,49 cm saja sehingga tidak jarang juga disebut dengan ultrabook (karena berbasis Intel). Bobotnya pun ringan sekitar 1,3 kg. Dengan dimensi tersebut membuatnya nyaman dibawa bepergian dan digunakan dimana saja.

Lenovo Yoga 900 memiliki 3 varian warna yang terdiri dari champage, silver, serta orange, dan warna yang MobiTekno terima adalah champagne yang merupakan kombinasi antara silver dan orange. Menggunakan desain unibodi sehingga Anda tidak bisa sembarangan membukanya jika ingin mengganti komponen seperti baterai.

Konsep 2-in-1 merupakan sebutan pada notebook yang bisa berubah fungsi menjadi notebook dan tablet. Dengan desain khusus, 2-in-1 menggunakan konsep layar yang bisa ditekuk hingga 360°, dan bukannya jenis yang layarnya bisa dicabut (detachable). Bermodalkan engsel yang fleksibel membuat notebook ini bisa diposisikan menjadi 4 mode, yaitu notebook (mode standar), tablet (dengan melipat keyboard hingga 360°, stand (berdiri dengan keyboard sebagai penyangga) dan tent (seperti posisi tenda).

Dirancang khusus untuk dilipat berulang kali, Lenovo menggunakan jenis engsel khusus yang diberi nama watchband. Engsel ini menggunakan konstruksi tangguh yang dirancang agar kuat dan tahan lama meski dilekuk berkali-kali.

 

Yoga 900 memiliki keyboard yang nyaman digunakan. Tiap tombol dibuat agak timbul sehingga lebih nyaman dan empuk saat ditekan. Selain itu lebih mudah dibersihkan dari debu. Area di luar tombol keyboard menggunakan lapisan berbahan karet bermotif yang membuat tampilannya makin berkesan premium.

Salah satu kendala yang sering ditemui pada notebook adalah penggunaan touch pad yang kurang responsif. Nyatanya hal ini tidak terjadi pada Yoga 900. Dengan landasan yang licin, pergerakan mouse lebih mudah. Begitu pula dengan tombol klik kiri dan kanan yang empuk saat ditekan. Ditunjang dengan area palm rest yang luas memberi kenyamanan pada tangan untuk bersandar. Sayangnya area touchpad mudah kotor, hal ini terlihat setelah MobiTekno menggunakannya berkali-kali.

Fitur

Karena juga bisa difungsikan sebagai tablet, Yoga 900 juga dilengkapi dengan beberapa tombol tambahan seperti layaknya perangkat tersebut. Contohnya tombol Auto Rotate yang akan mengubah ataupun mengunci posisi layar ke mode portrait atau landscape. Tombol ini baru akan berfungsi setelah Anda mengubah posisi notebook ke mode tablet yaitu dengan melipat layar dengan keyboard hingga 360°. Jika tidak mengubah ke mode tablet, maka tombol ini tidak akan berfungsi.

Terdapat pula sebuah tombol kecil agak sedikit berlubang yang merupakan tombol BIOS. Tombol ini akan memudahkan pengguna untuk masuk ke pengaturan BIOS tanpa harus repot menekan tombol F2, Del, atau lainnya, seperti pada notebook lain pada umumnya. Cukup menekan tombol tersebut saat notebook dalam kondisi mati dan notebook akan langsung menampilkan menu dengan pilihan, yang tidak hanya untuk masuk ke BIOS, tetapi juga untuk mengatur urutan untuk booting, serta system recovery.

Untuk keluaran suara, notebook ini menggunakan teknologi audio serta speaker keluaran JBL. Speaker ini ditempatkan disebelah engsel layar pada sisi kiri dan kanan guna memberikan efek suara stereo yang lebih terasa. Disertakan pula aplikasi Dolby Audio yang menyediakan beragam pilihan preset untuk jenis aktivitas yang berbeda. Anda pun masih bisa mengaturnya secara manual untuk mendapatkan keluaran suara yang sesuai pilihan sendiri.

Yoga 900 telah dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10 Home 64-bit. Meski tidak banyak, didalamnya sudah terdapat beberapa bloatware Lenovo guna memudahkan pengguna dalam mengakses maupun mendapatkan informasi seputar perangkat ini. Contohnya Lenovo Companion yang akan memberikan panduan serta informasi seputar notebook serta aplikasi ReachIt untuk menyimpan data di cloud milik Lenovo. Ada pula Lenovo Photo Master yang merupakan aplikasi manajemen foto untuk melakukan penyuntingan sederhana dengan berbagai pilihan efek, sampai fitur untuk menunggah foto ke layanan OneDrive.

Performa & Baterai

Dengan spesifikasi yang digunakan, secara teori Yoga 900 tentu tidak mengalami masalah untuk aplikasi-aplikasi terkini. Guna membuktikan hal tersebut, MobiTekno coba menjalankan aplikasi benchmarking CineBench R15 yang mewakili kemampuan kinerjanya dalam menjalankan proses rendering gambar 2D dan 3D. Hasilnya, kinerja Yoga 900 mampu mengungguli platform berbasis Intel Core i5-331U. Meski demikian masih kalah dari Intel Core i7-3840QM yang meskipun berupakan generasi lama namun menggunakan jenis prosesor seri QM yang memaksimalkan kinerja sebuah platform desktop, dan bukannya platform mobile yang lebih irit daya seperti pada prosesor seri U yang digunakan Yoga 900.

Begitu pula dengan aplikasi PCMark 8 untuk melihat kinerja keseluruhan berbasis prosesor, semua berjalan dengan lancar. Pada mode Home Accelerated, aplikasi ini menghasilkan skor 2610 sedikit lebih tinggi dari Yoga 700 berbasis Intel Core i5-6300HQ dengan skor 2568 yang pernah MobiTekno uji sebelumnya. Namun ingat, Yoga 700 menggunakan prosesor seri HQ yang memiliki kinerja dektop. Hasilnya juga tidak berbeda pada mode Work Accelerated yang mensimulasikan aplikasi produktivitas berbasis office. Hasilnya terpuat sedikit dengan Yoga 700 yaitu 3478 dibanding 3462.  Secara umum skor ini menunjukkan kinerja yang cukup baik dan mumpuni untuk urusan tersebut.

Mengandalkan Intel HD Graphics 520, chip grafis ini sudah cukup mumpuni hingga untuk kebutuhan multimedia. Ini juga masih mampu untuk menjalankan game berbasis directX, meski kurang ideal untuk mendapatkan fps yang nyaman pada pilihan resolusi tinggi. Namun hal ini wajar mengingat Yoga 900 bukan ditujukan untuk aktivitas gaming.

Namun sekedar untuk membandingkan kinerjanya, MobiTekno coba menjalankan game Battlefield 4. Pada bagian pengaturan game ini secara otomatis terdeteksi dengan pilihan resolusi native dengan detail Medium dan Anti-Aliasing dimatikan, kami pun menurunkan resolusinya ke pilihan full HD (1980 x 1080 pixels) dalam mode Fullscreen. Hasilnya, game ini menghasilkan skor dikisaran 14 fps sampai 17 fps. Angka ini memang kurang ideal untuk bermain dimana beberapa adegan terlihat agak tersendat. Angka ideal untuk bermain game yang nyaman minimal di kisaran 30 fps.

Bagaimana penggunaan daya baterainya? Intel Core i7-6500U yang digunakan Yoga 900 merupakan prosesor berkinerja tinggi namun tetap mengedepankan penggunaan daya yang lebih hemat. Hal inilah yang menjadi salah satu keunggulan dari prosesor seri U yang digunakan Yoga 900. Hal ini terbukti saat MobiTekno melakukan pengujian menggunakan aplikasi PCMark 8 menggunakan mode Home accelerated (Battery life). Dari pengujian ini, baterainya mampu bertahan hingga 5 jam 45 menit 49 detik. Sedangkan pada mode Work Accelerated (Battery life) waktunya sedikit lebih lama bertahan hingga 5 jam 51 menit 40 detik. Waktu sedikit lebih lama berhasil dicapai pada mode Creative Accelerated selama 5 jam 55 menit 17 detik. Waktu-waktu tersebut menunjukkan bahwa kinerja komponen mampu bekerja dengan tingkat efisiensi yang cukup bagus. Bandingkan dengan Yoga 700 yang menggunakan prosesor Intel Core i5-6300HQ  yang rata-rata hanya bertahan hingga 3 jam lebih saja.

Salah satu kendala notebook tipis adalah tidak digunakannya kipas pendingin. Lalu bagaimana dengan panas yang ditimbulkannya? Yoga 900 ini telah menggunakan kipas yang dirancang khusus agar lebih tipis namun tetap mampu mendinginkan suhu panas dan tidak berisik. Buangan udara ditempatkan diantara engsel melalui lubang kecil dalam jumlah banyak. Saat MobiTekno melakukan pengujian benchmarking, panas yang dihasilkannya masih dalam batas wajar dan tidak terlalu mengganggu saat digunakan.

Spesifikasi

Ultrabook yang MobiTekno terima ini memiliki nama lengkap Lenovo Yoga 900-13ISK 80MK yang memiliki spesifikasi sebagai berikut:

 

Prosesor/CPU Intel Core i7-6500U (base 2.5 GHz, turbo 3,1 GHz)
RAM/Memori 8 GB DDR3L-1600MHz
Grafis Intel HD Graphics 520 1 GB
Layar 13,3 inci, IPS (3200 x 1800 pixels) touch-screen 10-point capacitive
Media Storage 256 GB SSD
Connectivity Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, Bluetooth 4.0
Port USB 3.0/3.1 (2), audio, mini-HDMI, USB 2.0 combo, 4-in-1 card reader (SD, SDHC, SDXC, MMC)
Baterai Li-Polymer 66000 mWh
Sistem Operasi Windows 10 Home 64-bit
Dimensi 324 x 225 x 14,9 mm
Berat 1,27 kg
Lain-lain Backlit keyboard, tersedia dalam warna champagne, silver dan orange, Webcam 720p, Premium Stereo Speaker by JBL

Yoga 900 menggunakan spesifikasi tertinggi dari seri Lenovo Yoga yang ada. Seri ini menggunakan prosesor Intel Core i7-6500U yang merupakan prosesor Intel Core generasi keenam dengan nama kode Skylake. Prosesor ini memiliki base clock 2,5 GHz dan bisa digenjot hingga 3,1 GHz berkat fitur Turbo Boost. Menggunakan jenis prosesor seri U yang hemat daya, membuat kinerjanya tetap tangguh tanpa menguras daya baterai. Pada kondisi full load, prosesor ini menggunakan daya 25 watt, sedangkan saat menjalankan aplikasi yang lebih ringan daya yang digunakan bisa turun hingga menjadi sekitar 7,5 watt.

Guna menunjang kinerja tinggi, kapasitas memori RAM telah terpasang 8 GB DDR3L-1600MHz dengan konfigurasi dual-channel. Memang masih menggunakan jenis DDR3 dan bukannya DDR4, namun masih cukup tangguh dalam menjalankan berbagai aplikasi terkini. Karena lebih ditujukan untuk pengguna bisnis serta multimedia, Yoga 900 ini cukup menggunakan chip grafis bawaan yaitu Intel HD Graphics 520 dengan memori 1 GB meminjam dari RAM utama.

Media simpannya menggunakan SSD dengan kapasitas 256 GB. Kinerja SSD memang lebih gesit dibanding HDD maupun jenis hybrid. Dengan kapasitas ini, penyimpanan data berukuran besar disarankan disimpan pada media eksternal seperti harddisk portabel.

Yoga 900 menggunakan layar berukuran 13,3 inci dengan resolusi yang sangat tinggi yaitu 3200 x 1800 pixels atau biasa disebut dengan resolusi QHD+. Penggunaan layar ini memang cocok untuk menjalankan aplikasi multimedia maupun aplikasi yang butuh detail tinggi lainnya, contohnya untuk desain grafis. Apalagi jika layar dipindah ke TV berukuran besar melalui koneksi port HDMI. Dengan tingkat kecerahan 300 nit, layarnya memang terlihat jelas dan tajam. Karena bisa difungsikan sebagai tablet, sudah menggunakan jenis layar sentuh kapasitif yang mendukung hingga 10 titik sentuh secara bersamaan.

Ultrabook ini tidak banyak menyertakan beragam koneksitivitas. Koneksi yang ada cukup diwakili dengan port USB 3.0 serta port USB 3.0 type-C. Satu port USB 2.0 yang juga difungsikan sebagai koneksi untuk mengisi daya baterai. Selain itu, hanya terdapat port mini-HDMI dan card-reader yang mendukung 4 jenis kartu.

Kesimpulan

Dikala kebutuhan notebook masih banyak diperlukan serta kehadiran tablet cukup menggoda, Lenovo menawarkan perangkat 2-in-1 yang cukup memikat. Memiliki fungsi ganda sebagai notebook dan tablet, desain unik yang bisa diatur ke empat mode pilihan, tampilan premium dan keren serta spesifikasi tinggi, menjadi jualan utamanya.

Apalagi ditunjang dengan kinerja tinggi serta fitur pendukung yang menarik sehingga cocok digunakan untuk segala aktivitas komputasi modern, mulai dari urusan bisnis, profesional, hingga multimedia. Meski ketiadaan chip grafis tambahan yang biasa digunakan untuk menunjang aktivitas gaming, tidak membuat notebook ini kehilangan pesonanya.

Lenovo Yoga 900-13ISK dibanderol dengan kisaran harga Rp20.250.000 yang terbilang cukup tinggi. Namun jika melihat kompetitor lain, harga ini masih cukup rendah mengingat rata-rata notebook dengan konsep yang mirip dibanderol dengan harga diatas itu.

Tags: , , ,


COMMENTS