February 4, 2016

Ingin Jadikan Huawei Naik Kelas

Penulis: Karyo
Ellen Angerani Gunawan
Ingin Jadikan Huawei Naik Kelas  

MOBITEKNO – Persaingan bisnis gadget, khususnya smartphone saat ini semakin sengit. Hal ini dapat dibutikan dengan hadirnya berbagai merek baik lokal maupun merek-merek dunia. Tidak terkecuali dengan Huawei, sebuah perusahaan swasta asal negeri Tirai Bambu yang telah berkiprah cukup lama di Indonesia melalui PT Huawei Tech Investment, dengan berbagai produk solusi ICT nya. Kini, Huawei khususnya melalui Device Business Department ingin berkiprah dan masuk ke pasar smart device, khususnya untuk high end level.

Sejak pertengahan 2015, Huawei Indonesia sudah meninggalkan segmen low end dan beralih sepenuhnya ke pasar high end. Huawei rupanya sudah mantap untuk menggarap pasar high end tersebut. Hal itu tercermin dari gencarnya Huawei mengeluarkan produk-produk barunya belakangan ini yang semuanya untuk pasar high end, sebut saja misalnya Huawei W1, G8, dan Mate S yang semuanya merupakan produk premium.

Keputusan Huawei untuk menggarap pasar premium ini, dikarenakan pasar low end terlalu padat dan jenuh. Terlalu banyak pilihan produk gadget low end dengan spesifikasi serupa membuat pasar Indonesia tidak lagi sehat. Dampaknya adalah persaingan harga yang tidak sehat yang menyebabkan margin penjualan semakin menurun. Di sinilah sosok Ellen Angerani Gunawan berperan. Marketing Director Device Business Department Huawei Indonesia ini ingin menaikkan Huawei ke kelas yang lebih tinggi.

Keputusan Huawei Indonesia untuk naik kelas dan fokus pada produk premium ini ditunjukan dengan merilis produk barunya seperti Huawei W1, G8, dan Mate S di penghujung 2015 yang dianggap menjadi modal awalnya. “Saat ini kami sudah benar-benar siap untuk pasar high end di Indonesia. Tahun depan, lebih banyak lagi produk premium dirilis ke pasar,” kata wanita yang akrab disapa Ellen ini meyakinkan.

Menurut Ellen, ketiga produk tersebut benar-benar merupakan produk premium dengan inovasi terdepan. Huawei Watch W1 merupakan arloji Android pertama di dunia yang memiliki layar AMOLED berbalut kristal safir dan dilengkapi berbagai fitur canggih seperti akses konektivitas media sosial, serta sensor gerak dan denyut nadi untuk mendukung mobilitas penggunanya.

 

Selalu Memanfaatkan Fitur yang Disediakan Smartphone

Sementara itu, G8 dan Mate S adalah smrtphone yang dilengkapi dengan beragam fitur teknologi terkini seperti fingerprint 2.0, serta fitur canggih kamera SLR yang akan membuat aktivitas pemotretan dan selfie semakin mudah dan menyenangkan, karena dilengkapi dengan fasilitas layaknya kamera profesional yang dilengapi dengan sistem pengaturan ISO, pengaturan diafragma ( f ), bukaan lensa yang dengan 1.2, serta dilengkapi dengan fitur food beauty, vogue (instant make-up effect) & perfect selfie. Sebuah fitur layaknya photoshop untuk mempercantik hasil jepretannya seperti layaknya hasil jepretan sang fotografer profesional.

Ellen sendiri juga memanfaatkan fitur yang ada pada smartphone Huawei ini. “Salah satunya dengan fitur food beauty. Dengan fitur tersebut kita tidak perlu ke salon atau make up dulu untuk mempercatik wajah. Cukup klik fitur tersebut dan jepret. Hasilnya sudah seperti foto habis ke salon,” ungkap Ellen sambil memperagakan hasil jepretannya dengan fitur tersebut.

Ellen cukup serius dalam menggarap pasar premium ini dengan berusaha selalu menghadirkan kualitas dan spesifikasi produknya tersebut. “Setiap produk yang dikeluarkan, Huawei menyisihkan 10% untuk kepentingan R & D. Produk kami mempunyai unique selling point dibandingkan dengan produk lainnya,” ungkap Ellen menambahkan.

Sebagai produk premium, tentu spesifikasi menentukan harga yang dibanderol. Saat ini, berbagai produk high end Huawei memiliki teknologi canggih. Misalnya saja, Knuckle Sense 2.0 dan Fingerprint Sense 2.0 yang memungkinkan smartphone mengenali tekanan antara ‘tapping’ dengan ujung jari dan buku jari sebagai kontrol akses berbagai aplikasi atau Fingerprint sense 2.0 yang di klaim lebih sensitif dan cepat dalam mengenali sidik jari.

Untuk mendukung kehadiran produk-produk premium tersebut Huawei juga menghadirkan berbagai fasilitas pelayanan purna jual yang tersebar di berbagai tempat dan kota-kota besar di Indonesia. Huawei kini didukung oleh jalur distribusi yang kuat dan tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di kota-kota kecil. Di akhir tahun 2015, Huawei telah memiliki 1.500 titik distribusi penjualan yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Hal itu juga karena pola bisnis Huawei kini berubah dari pola B to B menjadi B to C.

Dengan berbagai upaya tersebut Ellen merasa optimis untuk memasuki pasar high end tersebut. “Meski kami pemain baru di bisnis device dan handset, namun kami optimistis bisa merebut market share dikelas yang sama dengan kompetitor. Apalagi, tahap awal penjualan diberikan harga kompetitif dan berbagai paket hadiah menarik,”ungkap Ellen beberapa waktu lalu.

Rupanya ungkapan Ellen beberapa waktu lalu tersebut ternyata terbukti. Pasalnya hasil penjualan pada periode akhir Desember menunjukan angka penjualan yang tinggi. Smartphone Huawei G8 dan Huawei Watch W1, yang baru saja diluncurkan, penjualan kedua produk tersebut mendapat respon yang luar biasa dari para konsumen.

“Kami sangat berterima kasih atas antusiasme para konsumen Huawei di Indonesia. Hanya dengan waktu 10 hari sejak diluncurkan 6 Desember lalu, G8 telah menembus angka penjualan yang cukup besar, yaitu 1.000 unit,” ungkap Ellen bangga saat memberikan pernyataannya di akhir Desember lalu.

 

Inovasi Selalu yang Terdepan

Menurut Ellen, respon yang baik tersebut karena Huawei G8 dan Huawei Watch W1 mengusung inovasi teknologi sentuh yang revolusioner dan fitur terkini serta didukung oleh fasilitas pelayanan yang baik. Huawei menawarkan layanan after sales yang sangat memuaskan kepada para pengguna Huawei G8, dimana konsumen mendapatkan jaminan one for one yaitu penggantian handset 100% baru untuk penggantian karena berbagai kerusakan dalam jangka waktu 6 bulan.

“Kami berharap angka penjualan yang kami raih melalui G8 dan W1 dapat terus meningkat di akhir Q4 dan tahun mendatang sehingga menjadi bukti bahwa rangkaian produk Huawei, termasuk varian produk di kelas high-end, telah memiliki tempat tersendiri di hati para konsumen di Indonesia dan mampu menjawab kebutuhan mereka akan fitur-fitur canggih dan teknologi yang terus berinovasi,” tambah Ellen optimis.

Optimisme Ellen rupanya didukung pula oleh keyakinan angka-angka penjualan mobil premium yang menunjukan kenaikan 100% pada 2015 dibanding tahun sebelumnya, juga ditambah dengan kenyataan bahwa saat ini kebutuhan akan Hp menjadi kebutuhan yang utama. “ Saya tetap optimis bahwa pertumbuhan smartphone ke depan akan terus naik, karena kebutuhan akan Hp saat ini sudah menjadi kebutuhan utama,”ungkap Ellen yakin.

 

Tags: , ,


COMMENTS