March 14, 2017

Sejauh Apa Keterlibatan Leica dalam Pengembangan Kamera Huawei P9?

Penulis: Iwan Ramos Siallagan
Sejauh Apa Keterlibatan Leica dalam Pengembangan Kamera  Huawei P9?  

MOBITEKNO – Bukan Samsung dan Apple saja yang ingin menghadirkan smartphone dengan fitur kamera superior. Huawei dan beberapa vendor asal Tiongkok lainnya juga punya keinginan yang sama seperti kedua vendor kakap tersebut.

Dalam beberapa tahun belakangan ini, kamera yang mumpuni secara de facto sudah menjadi fitur wajib untuk dikedepankan bukan hanya pada smartphone high-end tapi juga smartphone kelas menengah hingga pemula (entry level).

Bagi Huawei sendiri yang sudah memasang target menjadi vendor smartphone nomor satu dunia dalam tiga empat tahun mendatang, tidak ada cara yang lebih baik selain mengadopsi teknologi kamera terbaik dari pihak yang selama ini sudah diakui kepiawaiannya dalam blantika fotografi.

""

Seperti sudah diketahui bersama, pihak yang dirangkul Huawei (Huawei Technologies Consumer Business Group) untuk berkolaborasi mengembangkan kamera smartphone adalah Leica Camera AG. Pemerhati fotografi pasti sudah mengenalnya sebagai produsen kamera dan optik asal Jerman yang sudah berkiprah di dunia fotografi selama lebih dari satu abad (103 tahun).

Hasil kolaborasi pertama antara keduanya diwujudkan dalam modul kamera dual lensa yang diperuntukkan untuk smartphone flagship Huawei P9 dan P9 Plus. Sejak awal Huawei sudah menegaskan bahwa kolaborasi yang dicetuskan Februari 2016 lalu merupakan awal dari kerjasama jangka panjangnya dengan Leica.

Ini dibuktikan setelah Huawei P9 diluncurkan. Kolaborasi Huawei dan Leica kembali berlanjut dengan hadirnya generasi ke-2 Leica Dual Camera pada Huawei Mate 9 (Leica V2.0) dan Huawei P10/P10+ (Leica V 3.0).

Namun, seperti halnya suatu kolaborasi yang masih di tahap awal, masih ada pihak yang mempertanyakan sejauh apa peranan dan kontribusi Leica dalam pengembangan modul kamera yang disematkan pada smartphone flagship Huawei.

""

Apakah Huawei semata-mata hanya memanfaatkan branding Leica yang kuat di dunia fotografi untuk tujuan promosi produk smartphone-nya semata? Jawabannya tentu saja tidak, terlebih mengingat ini adalah kolaborasi jangka panjang yang menguntungkan bukan hanya bagi Huawei tapi juga Leica.

Pertanyaan ini mencuat setelah ada laporan (dan temuan teardown Huawei P90) yang menyatakan bahwa modul kamera smartphone Huawei P9 bukan diproduksi oleh Leica secara langsung melainkan dibuat oleh pabrikan Sunny Optical (Sunny Optical Technology Co., Ltd) yang selama ini merupakan pemasok modul kamera mobile phone/smartphon terbesar di dunia.

Temuan ini pun membuat spekulasi bahwa keterlibatan Leica dalam pengembangan modul kamera P9 realtif terbatas, bahkan cukup dengan memberikan sertifikasi untuk module camera saja. Benarkah demikian?

Merespons laporan ini, Huawei dan Leica menyatakan bahwa mereka sudah berkolaborasi secara maksimal dalam mengembangkan modul dual camera khusus untuk Huawei P9. Leica dalam kapasitasnya sebagai spesialis kamera dan lensa sejak awal telah terlibat secara intens dalam pengembangan komponen Huawei P9.

""

Kolaborasi jangka panjang Huawei dan Leica dipertegas dengan pendandatangan kerjasama antara Leica diwakili Dr. Andreas Kaufmann dan Huawei diwakili Ren Zhengfei untuk mendirikan pusat R&D Max Berek Innovation Lab di Wetzlar, Jerman.

Kolaborasi teknologi dari keduanya mencakup berbagai aspek pada modul kamera. Di antaranya, implementasi desain optik (optical design), imaging quality, image data processing, optimalisasi foto/image, dan konstruksi mekanik dari modul kamera itu sendiri.

Pada konstruksi mekanik, keduanya berkolaborasi agar modul kamera bisa mengurangi efek stray light (efek ghost dan flare). Sedangkan terkait pengolahan data (processing image data), Leica pun mengkontribusikan keahliannya dalam masalah lensa dan signal processing.

Kolaborasinya dengan Huawei dalam hal signal processing cukup krusial berkaitan dengan bagaimana modul ISP pada prosesor Kirin 955 bisa melakukan tahapa post processing image selanjutnya secara optimal dan efisien.

Bahkan kolaborasi Huawei dan Leica juga menyentuh aspek 'tidak langsung' dari modul kamera itu sendiri, seperti bagaimana merancang GUI (Graphical User Interface) yang intuitif bagi pengguna Huawei P9.

Kolaborasi erat antara keduanya juga terpancar pada desain akhir smartphone. Leica berhasil membuat modul kamera yang sangat menyatu dengan desain Huawei P9 yang mengikuti filosofi desain minimalis dari Huawei.

Tidak jarang kita jumpai, desain smartphone harus berkompromi dengan modul kamera yang besar dan menonjol sehingga tampak tidak streamline dengan bodi smartphone itu sendiri. Bahkan Apple yang dikenal terobsesi dengan desain minimalis pun akhirnya harus berkompromi dengan desain modul kamera ganda (dual camera) 'jenong' alias menonjol agar bisa disematkan pada iPhone 7/7 Plus.

Dari berbagai sentuhan teknologi Leica pada modul kamera ganda Huawei P9 tentunya pantas disimpulkan jika keterlibatan Lecia bukan semata memberikan sertifikasi untuk Huawei P9 saja.

Label 'Co-Engineered With Leica' yang dilampirkan pada Huawei P9 juga menjadi pertaruhan tersendiri bagi Leica yang reputasinya sudah diakui di dunia fotografi. Apakah Leica berani mengambil risiko dengan hanya menempel label 'Co-Engineered With Leica'? Bisa Anda simpulkan sendiri.

(ADV)

Tags: , , , , , , ,


COMMENTS
OTHER ARTICLES