March 13, 2017

Machine Learning pada EMUI 5.0 akan Optimalkan Kinerja Huawei P9 Secara Kontinyu. Begini Caranya!

Penulis: Iwan Ramos Siallagan
Machine Learning pada EMUI 5.0 akan Optimalkan Kinerja Huawei P9 Secara Kontinyu. Begini Caranya!  

MOBITEKNO – Salah satu inovasi paling menarik yang dijanjikan Huawei saat meluncurkan Huawei Mate 9 adalah fitur Machine learning yang disertakan pada user interface EMUI 5.0 terbaru berbasis Android 7.0 Nougat. Janjinya sederhana tapi jelas, smartphone bakal berjalan dengan mulus dan optimal walau sudah digunakan lebih dari 18 bulan (1,5 tahun).

Klaim Huawei ini menjawab salah satu persolan mendasar yang dialami oleh hampir semua pengguna smartphone. Seperti juga sistem Windows di PC, semakin lama digunakan kita menggunakan smartphone apapun platformnya akan semakin lambat. Biang keladinya bisa macam-macam, entah itu update software yang kian menumpuk, makin banyaknya aplikasi yang saling 'berebut' untuk tetap aktif di memori sistem, atau berbagai sebab lainnya.

Masalah seperti ini bisa diatasi dengan mengotak-atik sistem, mer-reset smartphone, atau cara termudah dengan mengganti samrtphone yang lebih baru dan canggih. Huawei mengklaim dengan hadirnya EMUI 5.0, masa pakai smartphone akan lebih lama karena user experience yang dialami pengguna akan tetap stabil mulai dari pemakaian pertama hingga tahun-tahun berikutnya.

Berhubung update EMUI 5.0 dengan Android 7.0 Nougat juga akan tersedia bagi smartphone Huawei yang menggunakan chipset Kirin generasi terbaru, para pengguna Huawei P9 pun perlu mengetahui mekanisme Machine Learning tersebut. Bagaimana caranya Machine Learning bisa membuat sistem Android beserta palikasi di dalamnya bisa berjalan optimal sejalan dengan waktu pemakaian smartphone.

""

Huawei menyebut fitur ini sebagai EMUI Machine Learning Algorithm. Fitur ini dirancang dalam EMUI 5.0 Android ROM untuk digunakan secara eksklusif pada smartphone dengan prosesor/chipset Kirin. Menurut Huawei, EMUI Machine Learning Algorithm bisa melakukannya berkat integrasi penuh antara aspek hardware dan software pada smartphone.

Huawei punya privilege (hak khusus) untuk mengintegrasikan penuh kedua aspek tersebut (hardware dan software) mengingat chipset Kirin dibuat oleh HiSilicon yang merupakan anak perusahaan Huawei sendiri.

Penguasaan teknologi dua aspek ini akan membawa dampak positif dalam optimalisasi produk. Contoh terbaiknya adalah Apple iPhone yang berjala sangat optimal baik software (iOS) dan hardware (chipset A9/A10) dirancang sendiri oleh Apple.

""

Pada prinsipnya, Huawei menggunakan teknologi machine learning untuk menganalisis bukan hanya perilaku pengguna saat menggunakan smartphone, tapi juga 'karakter' aplikasi/software yang terpasang dalam sistem samrtphone. Misalnya, aplikasi apa saja yang membutuhkan sumber daya (resource), berapa kali pengguna menjalankan suatu aplikasi, dan lain sebagainya.

Sejalan dengan waktu penggunaan smartphone, Machine Learning Algorithm pada EMUI 5.0 akan membuat sebuah profil pengguna (user profile) berikut aplikasi yang terpasang (installed) untuk menentukan prioritas tertentu agar sistem dan aplikasi selalu berjalan optimal sesuai resource yang dialokasikan. Dalam hal ini, strategi pembagaian resource (computing, memory, dan storage) akan diberikan secara efisien agar performa setiap aplikasi akan dijamin berjalan optimal.

Dengan algoritme ini serta dukungan sistem manajemen data/file baru (F2FS), Huawei P9 akan memiliki kestabilan kinerja tinggi hingga lebih dari 18 bulan (1,5 tahun). Durasi ini didasarkan pada perhitungan Huawei dengan tool khusus (artificial aging tools) yang melakukan simulasi pemakaian smartphone selama 10 ribu jam.

(ADV)

Tags: , , , , , , ,


COMMENTS
OTHER ARTICLES