Review Nubia M2: Smartphone Kamera Ganda Tidak Perlu Harus Mahal

Tanggal : Jumat, 16 Juni 2017 - 17:00 WIB
Penulis : Maulana
Editor : Iwan RS

Page : Fitur dan Performa


Review Nubia M2: Smartphone Kamera Ganda Tidak Perlu Harus Mahal

Fitur

Sebagai smartphone yang menonjolkan fitur kamera, Nubia masih belum bisa mengakomodir seluruh kemampuan lensa kamera ganda yang ada pada sisi belakangnya. Pasalnya, ini terlihat dari aplikasi kamera bawaannya yang terbilang sederhana.

Pada mode Pro, pengguna hanya bisa mengatur konfigurasi standar, seperti exposure, saturation, white balance, ISO, dan fokus. Sementara untuk efek pengambilan gambarnya cukup banyak, seperti Mucha, Fish eye, Old Film, Lomo, Normal, Negative, Miniature, Sketch, dan Monochrome.

  

Jika kurang puas dengan aplikasi kamera bawaan, pengguna sebenarnya bisa saja memasang aplikasi alternatif lain yang tersedia pada play store. Namun sayangnya, hasil jepretan dari kamera ganda yang dihasilkannya pun masih kurang begitu memuaskan. Ini terlihat dari penggabungan komposisi warna antara kamera monochrome dan kamera RGB masih belum begitu menyatu dengan apik. Berikut ini beberapa hasil foto dari kamera ganda Nubia M2.

  

  

Penasaran ingin membandingkan hasil foto kamera ganda Nubia M2 dengan Huawei P9? Berikut ini dua contoh foto dai dua kamera terserbut.

  

Nubia M2 dengan interface bawaannya, Nubia UI 4.0, menyediakan aplikasi dan fitur yang terbilang komplit. Salah satu fitur yang cukup menarik adalah 'Edge Gestures'. Fitur ini memungkinkan Anda untuk memanfaatkan bagian tepi/pinggir bodi smartphone untuk mengakses menjalankan berbagai perintah.

Misalnya, memilih desktop dengan memegang bagian tepi dan melakukan swipe ke atas; berpindah antar aplikasi dengan swipe naik/turun di bagian tepi; mengatur level brightness dengan men-swipe kedua bagian tepi (kanan dan kiri), dan lain-lain.

Selain fitur 'Edge Gestures', adap pula fitur lain seperti 'One-handed mode' untup penggunaan samrtphone dengan satu tangan, 'Screen split-up' untuk membagi layar bagi dua aplikasi, dan 'Custom button key' untuk mengatur tata letak tombol capacitive 'Menu' dan 'Back' di bawah layar.

    

Salah satu fitur atau fasilitas yang tidak lazim ditemui pada Nubia M2 adalah cara untuk menutup semua aplikasi yang berjalan di belakang (background) dan car untuk berpindah aplikasi.

Apabila kebanyakan smartphone memilih menggunakan tombol capacitive 'Menu' untuk menampilkan 'task manager' agar bisa bepindah aplikasi atau menutup aplikasi, Interface Nubia UI 4.0 lebih memilih cara berbeda.

Untuk berindah antar-aplikasi, gesture yang harus dilakukan pengguna adalah men-swipe ke bawah widget 'Google search' pada Home screen Nubia UI 4.0. Sedangkan untuk menutup semua aplikasi, pengguna harus menjalankan tool khusus yaitu 'Accelerate'. (lihat gambar di bawah ini).

    

 

Performa

Untuk menunjang performanya, Nubia M2 ditenagai dengan chipset Qualcomm Snapdragon 625 dan ditunjang dengan RAM berkapasitas 4 GB. Berbekal prosesor octa-core Cortex-A53 berkecepatan 2 GHz dan GPU Adreno 506, smartphone ini bisa menjalankan aplikasi berat dengan cukup lancar.

Dengan spesifikasi hardware yang cukup mumpuni untuk kelas menengah ke atas serta interface nubiaUI 4.0 yang berbasis Android Marshmallow 6.0.1, tampilan transisi antar menu bisa dilakukan dengan sangat lancar.

Di sisi lain, kemampuan multitaskingnya pun terbilang baik. Ini terasa ketika Mobitekno membuka beberapa aplikasi secara bersamaan seperti WhatsApp, Google Chrome, dan beberapa aplikasi media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Untuk melakukan pengujian saat bermain game, Mobitekno mencoba salah satu game Android yang cukup berat, yakni Asphalt 8 Airborne. Ketika diuji dengan menggunakan konfigurasi High, game ini masih bisa berjalan sangat lancar dengan angka rata-rata fps yang cukup tinggi.

Berikut beberapa hasil pengujian dengan menggunakan beberapa aplikasi benchmark, seperti AnTuTu versi 6, Geekbench 4 dan PCMark.

 


Previous Page : Desain
Next Page : Spesifikasi