Review Moto M: Balutan Metal, Aplikasi Microsoft Jadi Selling Point

Tanggal : Jumat, 05 Mei 2017 - 10:00 WIB
Penulis : Eko Lannueardy

Page : Fitur dan Performa


Review Moto M: Balutan Metal, Aplikasi Microsoft Jadi Selling Point

Seperti telah disebutkan, Motorola mengemas Moto M dengan bentang layar 5,5 inci. Layar yang ditanam ke dalam perangkat ini telah dibalut dengan resolusi Full HD a.k.a 1080 piksel. Tak hanya itu, Motorola juga menyematkan teknologi IPS serta lapisan kaca melengkung 2.5D yang menjadikan smartphone ini terlihat lebih menarik.

Tak berbeda dengan Moto Series lainnya yang sudah dipasarkan di Indonesia, Motorola juga mengemas user interface Moto M terlihat monoton alias tak ada user interface yang dikembangkan sendiri oleh Motorola. Padahal, kompetitor sudah berlomba-lomba untuk memanjakan konsumen dengan user interface yang terlihat menarik, seperti OPPO dengan ColorOS, Vivo dengan FuntouchOS dan Xiaomi dengan MIUI.

Moto M sendiri hadir dengan dukungan sistem operasi Android 6.0 alias Marshmallow. Berkat dukungan RAM yang cukup besar, yakni 4 GB yang dipadukan chipset MediaTek Helio P15 serta CPU Octa-Core 2.2 GHz Cortex-A53, sistem operasi yang dibenamkan dapat berjalan mulus pada saat pergantian transisi menu.

Berbicara mengenai internal storage atau ROM yang tertanam ke dalam perangkat ini, Motorola telah membekali Moto M dengan media penyimpanan data internal sebesar 32 GB. Jika kapasitas penyimpanan data internal tersebut dirasa kurang, pengguna bisa menempatkan microSD hingga 256 GB ke dalam Moto M.

  

Bagaimana dengan dukungan aplikasinya? Berbasis Android 6.0 Marshmallow, tentu saja pengguna akan menemukan sejumlah aplikasi bawaan dari Google, seperti Gmail, Maps, YouTube, Drive, Photos dan aplikasi-aplikasi lainnya. Tak kalah menarik, Motorola juga membenamkan aplikasi besutan Microsoft ke dalam Moto M, seperti Excel, PowerPoint, Word, Outlook, OneNote, Skype dan OneDrive.

Tentu saja, hadirnya aplikasi-aplikasi racikan Microsoft ke dalam perangkat tersebut juga menjadi selling point Moto M di mata para konsumen. Mengapa? Selain dapat digunakan secara gratis alias cuma-cuma, pengguna akan benar-benar dimanjakan dalam mengolah dokumen yang dimiliki lewat aplikasi-aplikasi tersebut. 

Untuk urusan memotret, Moto M juga sudah dibekali dengan kamera utama 16 MP yang ditopang dengan diagfragma f/2.0. Dilengkapi juga dengan dukungan PDAF serta dual-LED flashlight yang dapat membantu pengguna untuk memotret gambar pada kondisi minim cahaya alias lowlight. Sementara untuk mendukung aktivitas selfie pengguna, Moto M menyematkan kamera depan 8 MP.

Masuk ke dalam aplikasi Camera yang tersedia, pengguna pun akan diberi kemudahan untuk melakukan banyak pengaturan. Jika pengguna memotret menggunakan kamera belakang, pengaturan yang disajikan lebih beragam, mulai dari pengaturan Aspect Ratio, Photo Resolution hingga ISO.

Masih dengan kamera belakang, Motorola juga menghadirkan pengaturan HDR serta pilihan empat mode pemotretan yang dapat dipilih oleh pengguna. Keempat mode pemotretan yang disajikan adalah Pro, Panorama, Art Nightscape dan Effects. Mode Pro sangat cocok bagi pengguna yang menyukai fotografi mobile dengan pengaturan manual. Sedangkan Art Nightscape cocok untuk memotret di malam hari.

Jika pengguna ingin menggunakan kamera depan untuk kebutuhan foto selfie, tak banyak opsi pengaturan yang disajikan. Hanya ada pengaturan Fill Light, Photo Quality, Snap Mode dan Photo Mirror. Ada juga opsi pengaturan untuk efek menjadikan wajah lebih mulus alaias beautify dengan skala 0 hingga 7.

Berikut hasil foto menggunakan kamera belakang dan kamera depan Moto M:

  

  

Tak sedikit orang memiliki smartphone sebagai alat hiburan di waktu senggang. Lalu, bagaimana jika Moto M digunakan untuk hal itu, seperti bermain game, menikmati musik atau memutar film. Tak perlu khawatir! Saat Mobitekno.com menguji Moto M bermain Asphalt 8: Airbone, game tersebut berjalan mulus. Begitu juga saat digunakan untuk memutar musik atau film.

Kemampuan multitasking smartphone ini juga terbilang cukup sempurna. Pasalnya, beberapa aplikasi yang cukup berat bisa dibuka secara bersamaan dengan lancar, seperti WhatsApp, Google Chrome, dan beberapa aplikasi media sosial lainnya seperti Facebook dan Twitter. Mendengarkan musik sambil mengolah dokumen lewat aplikasi-aplikasi besutan Microsoft juga tak mengalami kendala.

Penasaran dengan performanya, Mobitekno.com pun juga menguji Moto M dengan menggunakan aplikasi benchmark yang ada, seperti AnTuTu 6.0, Geekbench 4 dan PCMark 2.0. Saat diuji menggunakan AnTuTu 6, smartphone ini mampu mencapai skor 50858. Saat diuji menggunakan Geekbench 4 skornya adalah 764 (Single-Core) dan 2577 (Multi-Core) dan dengan PCMark (Work 2.0 Performance) hasilnya adalah 3285.

  


Previous Page : Desain
Next Page : Spesifikasi